Monthly Archives: November 2011

It’s My Blog’s 1st Birthday! And the Giveaway goes to…

Pic is from http://tcns1024.blogspot.com

Hohoho…. Hari ini blog Surgabukuku genap berusia satu tahun! Terima kasih buat semua ucapan dari teman-teman, terutama untuk yang sudah berpartisipasi dalam giveaway yang saya adakan untuk merayakan HUT yang pertama ini. Love you guys! ;)

Jujur nih, kemarin, sewaktu saya melanjutkan “proses penjurian” dan akhirnya menyempatkan untuk menghitung berapa entri yang masuk, saya betul-betul shock dengan jumlahnya! Total ada 40 link yang dimasukkan ke kolom komentar. EMPAT PULUH! Wow!!! Benar-benar di luar dugaan saya! Padahal saya juga nggak begitu getol dalam publikasinya loh, saya cuman cuap-cuap di Twitter dan woro-woro melalui Facebook group beberapa penerbit dan klub buku seperti Goodreads Indonesia.

Nah, setelah saya cek lagi, ternyata partisipan terakhir yang terlambat 38 menit memasukkan link cerpennya ke kolom komentar, linknya tidak bisa dibuka. Dengan demikian, akhirnya saya melakukan “proses penjurian” untuk 39 tulisan. Whew…. Angka segitu masih banyak lah ya…. *usep keringet*

Sekarang, sebelum kita lanjut ke bagian yang paling menegangkan…. *jiahhh* yuk flashback sedikit ya.

Ini adalah persyaratan untuk mengikuti Surgabukuku birthday giveaway :

Buatlah cerita pendek maksimal 1000 kata dengan tema: ”Seperti apa sih surga buku dalam versimu?” Post di blog kamu atau notes FB buat kamu yang nggak punya blog. Jangan lupa masukkan link blog Surgabukuku dalam cerpen kamu dan paket hadiah mana yang jadi pilihanmu.

Ya, yang saya harapkan sebenarnya memang cerpen. Cerita. Artinya nggak hanya menjelaskan surga buku bagiku itu di tempat ini, ada ini dan itu. Tapi ada ceritanya. Well, akhirnya tidak semua tulisan dari 3 pemenang yang saya pilih benar-benar berbentuk cerpen sih, hehehe.

Berikut ini merupakan beberapa cerpen/tulisan yang saya suka.

1.Cerpen dari Irene Saputra : “Surga dalam buku
Cerita romance tentang cowok yang nembak seorang cewek kutu buku, wkwkwk…. Ceritanya sih cukup klise menurut saya, namun ada satu quote yang saya suka :

“Saat membaca buku, entah bagaimana rasanya kita dibawa untuk mengarungi suatu dunia lain yang tak pernah kita lihat sebelumnya …Tiba-tiba kita sudah menjadi bagian dari dunia itu dan ikut mencicipi setiap petualangan yang tersimpan di dalamnya … Saat itulah kau tahu bahwa kau jatuh cinta dengan buku.”

2. Cerpen dari Amy : “Surga Buku
Menarik. Bercerita tentang surga buku bagi seorang gadis penyandang tuna rungu.

“Buat Lili, buku satu-satunya cara Lili mendengar dunia…”

Quite touching :’)
3. Cerpen dari Anggra : “Surga Buku Makanan Lezat
Cerpen yang satu ini paling unik dari semuanya, hehehe. Cerita tentang makna surga buku bagi………… ehm…………… baca sendiri aja deh! ;)
4. Cerpen dari Roedavan : “Laskar Buku
I like this story! Saya benar-benar mempertimbangkan cerpen ini untuk keluar sebagai salah satu pemenang. Tapi kok sayang banget… sang empunya cerpen lupa mencantumkan mau paket yang mana :(
5. Tulisan dari Ndari : “Buatku Surga Itu…
Tulisan singkat yang personal, diksinya cantik, membacanya bikin hangat perasaan ;) . Sayang sekali kok kamu nggak mencantumkan mau paket yang mana, dek…
6. Cerpen dari Diafee : “Sudikah Engkau Membukakan Pintu?
Saya cukup suka dengan tulisan ini. Tapi kok banyak typo-nya ya… hehehe. Juga nggak menyebutkan mau paket yang mana.
7. Cerpen dari Sabbath Natalie : “Cerminan Surga
Ohoho…. Ini salah satu favorit saya. Cerpen yang keren, dikemas dalam setting dystopian gitu. Cerpen ini juga bikin saya galau bingung memilih pemenangnya…. =.=”

But then, I will have to choose! Karena entri yang masuk begitu beragam, saya memilih tiga pemenang berdasarkan hal-hal berikut:

  • Tulisan tersebut bisa membuat saya merasakan bahwa yang menulisnya benar-benar mencintai buku
  • Ada sentuhan personal dalam tulisan tersebut, tentu saja dalam hubungannya dengan buku. The books that you read and how you treat books describes who you are, right?
  • Maaf banget, saya harus jujur bahwa saya bukan pecinta fantasi. Jadi, bagi teman-teman yang memasukkan tulisan yang menurut saya “fantasi banget” dengan nama-nama tokoh dan nama tempat yang aneh, maaf ya, tulisan kalian tidak menjadi pilihan saya :(

Dan akhirnya…………… Surgabukuku 1st birthday giveaway jatuh kepadaaaaa….. *tiup terompet*

Paket A (Dunia Sophie) : Review Buku dengan cerpen “Surgabukuku Birthday Giveaway
Paket B (A Wizard of Earthsea & Tombs of Atuan) : Ferina dengan tulisan “Serasa di Surga
Paket C (Jenazah Lazarus & Silver Phoenix) : Firecyclops dengan cerpen “Kodrat Sebuah Buku

Selamat bagi para pemenang! Kirimkan nama, alamat lengkap, beserta no telp mu ke elsa_maran@yahoo.com ya. Bagi yang nggak menang, jangan kecewa yah, saya berterima kasih banget atas partisipasi dari kalian semua.

Terima kasih atas kadonya!

Surgabukuku akan terus membenahi diri, supaya tidak hanya menjadi surga bagiku, tapi juga untukmu, para pecinta buku.

Cheers! ^^V

[Review] Sejarah Singkat Traktor dalam Bahasa Ukraina

Jangan tertipu dengan judulnya.
Tidak, saya tidak tertarik dengan traktor.
Tidak, tentu saja saya tidak bisa bahasa Ukraina.
Lantas mengapa saya membaca buku ini?

Pertama, karena menyadari bahwa buku ini adalah novel dan bukannya buku non fiksi, seperti yang tersirat pada judulnya yang unik (bagi sebuah novel).

Kedua, karena membaca review di Goodreads yang rata-rata menyatakan bahwa buku ini lucu, kadang mengharukan, kadang kelam. Intinya, layak dicoba untuk dibaca.

Ketiga, karena buku ini dijual hanya dengan harga sepuluh ribu rupiah di event Kompas Gramedia Fair di kota saya beberapa bulan yang lalu.

Keempat, karena saya memang punya ketertarikan khusus kepada negara Ukraina (anda akan mengerti nanti setelah selesai membaca review ini).

Jadi……………

Berkenalanlah saya dengan Nikolai Mayevskyj, duda 84 tahun yang tinggal di Inggris dengan dua anak perempuan yang sudah menginjak usia setengah baya dan hampir tak pernah akur, Vera dan Nadezhda. Nikolai baru saja ditinggal mati istrinya, Ludmilla, selama dua tahun ketika sosok Valentina, seorang janda Ukraina berambut pirang dan (maaf) berpayudara besar memasuki bingkai keluarga Mayevskyj.

Nikolai tergila-gila pada Valentina yang berumur 36 tahun itu. Vera dan Nadezhda menganggap ayah mereka sudah gila. Singkat cerita,Valentina dan anaknya, Stanislav, diboyong dari Ukraina ke Inggris. Kemudian pernikahan pun dilangsungkan antara Nikolai dan sang “Venus dari lukisan Botticelli”. Nadezhda awalnya berpikiran positif dengan pernikahan kedua ayahnya ini, dan menganggap bahwa suatu kabar baik bila sang ayah yang telah tua punya seseorang untuk menemani dan merawatnya. Namun ternyata dia sama sekali salah.

Valentina adalah penjajah dan pemeras dengan sejuta akal licik. Dari si tua bangka Nikolai ia berhasil mengeruk sejumlah uang yang tidak sedikit, diantaranya untuk biaya perjalanan Ukraina-Inggris, tujuan kecantikan, dan untuk membeli tidak hanya satu, tapi tiga buah mobil, yang ternyata semuanya bobrok. Dan jangankan bermanis-manis dan perhatian dengan si tua Nikolai, Valentina justru sangat kasar kepada si kakek tua. Dan tebak apa yang Nikolai katakan mengenai hal itu?

“Orang bisa memaafkan wanita cantik atas banyak hal.” #doh!

Wegah ayahnya terus menerus diperlakukan demikian, Vera dan Nadezhda terpaksa melupakan permusuhan lama mereka dan bergabung untuk mendongkel Valentina dari “tahta”. Dan sementara itu, dari ocehan-ocehan ayah mereka yang adalah seorang insinyur eksentrik, sedikit demi sedikit terkuaklah sejarah keluarga mereka, dimulai dari kisah kakek-nenek buyut Vera dan Nadezhda, dan bagaimana sejarah keluarga mereka merupakan satu bagian kecil dari sejarah tanah air mereka, Ukraina, yang awalnya bergelut dalam agrikultura dan industri, kemudian remuk redam dan hancur oleh perang dan penjajahan. Dan tentu saja ada sejarah mengenai perkembangan pembuatan traktor di Ukraina. Nikolai menjelaskan dengan hampir-hampir dramatis bagaimana ia memutuskan untuk berhenti bekerja di industri penerbangan yang pelik dengan konflik dan intrik masa perang, dan memilih berkarya di suatu industri yang lebih “down-to-earth”, memproduksi traktor.

Buku ini menggabungkan drama dysfunctional family saga dengan banyak unsur sejarah, dengan banyak lompatan-lompatan dari masa kini ke masa lalu, antara periode-periode sejarah kelam di Ukraina yang membuat bergidik, dan keadaan masa kini yang kacau balau, abnormal, dan sinting ketika Valentina melakukan “penjajahan” terhadap Nikolai dan harta bendanya, serta bagaimana upaya Vera dan Nadezhda untuk membebaskan ayah mereka dari cengkeraman Valentina.

Sang penulis, Marina Lewycka, menulis novel dewasa pemenang Saga Award for Wit 2005 ini dengan begitu blak-blakan, dengan humor sinis di balik setiap kata, namun tetap enak untuk dinikmati. Sedangkan dari unsur sejarahnya, saya jadi banyak mengetahui hal baru, misalnya bahwa bendera Ukraina yang berwarna biru dan kuning, melambangkan langit biru di atas hamparan ladang jagung yang menguning. Membaca ini mengingatkan saya pada film Everything is Illuminated yang pernah saya tonton (diangkat dari buku berjudul sama karya penulis Jonathan Safran Foer). Di film tersebut ada satu pemandangan yang tidak bisa saya lupakan.

Memang yang berada di bawah langit biru bukan ladang jagung, tapi lebih cantik bukan? Dan ya, tempat ini berada di Ukraina.

Fakta lain yang menyesakkan, bahwa Ukraina sebenarnya adalah negara yang kuat dengan agrikulturnya, namun pengembangan potensi agrikultura dengan mekanisasi dilakukan dengan cara yang sangat mengerikan oleh Stalin. Ia memaksakan pertanian kolektif, sementara petani yang memilih tetap mempertahankan lahannya sendiri mendapat ganjaran yang kejam. Hasil produksi pertanian diserobot oleh pasukan Stalin, kemudian dikirim ke pabrik-pabrik untuk memberi makan kaum proletar, sementara di desa-desa Ukraina orang-orang menderita kelaparan. Hasilnya, sekitar tujuh hingga sepuluh juta manusia mati di seantero Ukraina selama musim kelaparan buatan manusia pada tahun 1932-1933.

Ironis!

Yah, begitulah sekelumit kesan yang saya dapatkan melalui membaca buku ini. Buku ini menghibur sekaligus memberi banyak tambahan pengetahuan terutama tentang sejarah. Dan kabar baiknya lagi, buku ini bukan termasuk buku berat yang membuat kening berkerut. Karena si tua Nikolai akan membuat anda tertawa, geleng-geleng kepala, dan mungkin bahkan terkesima dengan kejeniusannya yang eksentrik. Apakah saya sempat menyebutkan bahwa Nikolai menulis buku? Ya, ia menulis kalimat berikut sebagai penutup mahakaryanya:

“Tetapi bisa ditambahkan, lebih lanjut, bahwa ketidakstabilan dan kemelaratan yang menyebar ke seluruh dunia juga menjadi faktor di balik timbulnya Fasisme di Jerman dan Komunisme di Rusia, sementara benturan kedua ideologi itu nyaris mengantar bangsa manusia ke kehancurannya.
Maka aku meninggalkan Anda dengan pikiran ini, pembaca yang budiman. Gunakan teknologi yang dikembangkan insinyur, tetapi gunakan dengan semangat rendah hati dan selalu mempertanyakan. Jangan pernah membiarkan teknologi menjadi penguasamu, dan jangan manfatkan demi menguasai orang lain.”

Apa judul buku yang ditulis oleh Nikolai? Tentu saja, “Sejarah Singkat Traktor dalam Bahasa Ukraina”.

***

In loving memory of my father, 1941-2011
He attended school for 6 years in Marine Engineering Institute in Odessa, Ukraine (was Soviet Union at that time)

***

Detail buku:
“Sejarah Singkat Traktor dalam Bahasa Ukraina” (judul asli: “A Short History of Tractors in Ukrainian”, oleh Marina Lewycka
416 halaman, diterbitkan Februari 2008 oleh Gramedia Pustaka Utama
My rating: ♥ ♥ ♥

[Review] Rumah Tangga yang Bahagia oleh Leo Tolstoy

Baru-baru ini saya menemukan sebuah kutipan menarik dari akun @ihatequotes di Twitter. Jika diterjemahkan bebas ke bahasa Indonesia kira-kira artinya, “Sebuah hubungan yang baik mampu mengeluarkan yang terbaik dari dirimu, menerima yang terburuk dari dirimu, dan lebih lagi mendekatkan Tuhan padamu.”

Mungkin itulah yang dirasakan Marya Alexandrovna atau Masha, seorang gadis yatim piatu 17 tahun, terhadap sosok Sergei Mikhailich, yang adalah teman baik ayahnya sekaligus pelindung bagi Masha dan adiknya, Sonya. Mendung yang meliputi hati Masha ketika satu persatu ayah dan ibunya meninggal dunia perlahan-lahan terkikis oleh kepribadian Sergei Mikhailich yang selalu riang, jujur dan bersahaja. Sergei Mikhailich boleh berusia 36 tahun, namun yang dilihat Masha dalam senyumnya dan matanya yang berseri-seri tak ubahnya kanak-kanak berusia 10 tahun. Walau sebelumnya ia berperan seperti seorang ayah yang bijak bagi Masha, kini Sergei Mikhailich mengajari Masha yang masih belia sedemikian rupa, sehingga Masha bisa menjadi seseorang yang setaraf dengannya, dan hal ini sangat dihargai oleh Masha. Salahkah Masha bila ia jatuh cinta pada pria yang usianya jauh lebih tua darinya? Tak salah lagi, dalam sorot mata dan segala tindak tanduk Sergei Mikhailich, Masha dapat melihat bahwa pria itu juga mencintainya, hanya saja ia sepertinya sulit mengatakannya pada Masha.


“Tetapi mengapa ia tak lantas saja mengatakan cintanya padaku?” Aku merasa heran. “Mengapa dia merasa sulit dan merasa dirinya telah tua, sedangkan semua itu begitu mudah dan indah? Mengapa saat-saat yang segemilang ini dikatakannya telah berlalu dan tak ‘kan kembali?

Suruhlah ia mengatakan ‘aku cinta padamu!’ Suruhlah ia mengucapkannya dalam kata-kata. Suruhlah ia meraih tanganku dalam genggamannya, suruhlah kepalanya merunduk dan berkata ‘aku cinta padamu’. Suruhlah ia tersipu-sipu dan menundukkan kepalanya di hadapanku, dan biarlah kukatakan semuanya. Atau tidak, tak ‘kan kukatakan sepatah kata pun jua — akan kulilitkan lenganku dan kudekapkan badanku padanya dan menangis.”

Singkat cerita, seperti yang jelas tersirat pada judul buku, Masha dan Sergei Mikhailich menikah. Namun disinilah, tantangan yang sesungguhnya dimulai. Bagaimana Sergei Mikhailich, seorang pria yang sudah mapan dan sangat menikmati kehidupan pedesaan yang tenang, menghadapi gelora jiwa masa muda Masha yang jemu akan ketenangan dan mendambakan kegemparan, kehidupan yang hiruk pikuk, dan pergaulan yang penuh hasrat duniawi di kota? Bagaimanakah mereka akan mewujudkan apa yang dinamakan rumah tangga yang bahagia?

Kisah yang sebetulnya sederhana, namun terasa luar biasa indah akibat penceritaan yang kuat. Inilah yang menurut saya menjadi kekuatan karya-karya Leo Tolstoy, yang mana tidak semua penulis mampu melakukannya. Penerjemahan oleh Dodong Djiwapradja yang ‘nyastra’ sekali juga ternyata masih bisa dinikmati oleh saya yang tidak begitu terbiasa dengan gaya bahasa demikian, dan malah saya rasakan semakin menambah keindahan cerita.

Dalam Rumah Tangga yang Bahagia, Tolstoy berusaha menyampaikan bahwa kebahagiaan terbesar dalam hidup ini adalah hidup untuk orang lain. Dalam hal rumah tangga, ini tentu berarti pengorbanan masing-masing pihak atas kepentingan diri sendiri, dan hidup bagi suami atau istrinya serta anak-anak mereka. Namun seringkali sifat manusia yang egois lebih dominan sehingga seseorang tak mau berkorban dan akhirnya terjadi konflik dalam rumah tangga, atau pengorbanan tidak terjadi timbal-balik sehingga rumah tangga menjadi timpang. Tolstoy juga menyampaikan bahwa, “Setiap waktu punya bentuk cintanya sendiri-sendiri”. Cinta yang dirasakan sepasang suami istri ketika baru saja menikah dan beberapa tahun setelah itu mungkin berbeda, tapi cinta itu tidak binasa, hanya berubah saja bentuknya. Dan sebetulnya salah satu hal sederhana namun penting untuk menjadi bahagia malah sering kita lupakan, yaitu puas dengan keberadaan pasangan kita, dan puas dengan segala sesuatu yang kita miliki. Pertanyaannya sekarang, mampukah kita hidup seperti itu?


“Satu-satunya kebahagiaan dalam hidup ini ialah hidup untuk orang lain. Aku yakin bahwa kami bersama-sama akan hidup rukun dan bahagia untuk selama-lamanya. Aku tidak melamunkan pergi ke luar negeri, juga tidak memimpikan kemewahan, melainkan hidup yang sama sekali lain hidup rumah tangga yang damai di pedalaman, hidup yang tak henti-hentinya berkorban dan cinta mencintai antara satu dengan lainnya, yang bersamaan dengan itu senantiasa menyadari akan adanya rahmat Tuhan yang Pengasih dan Penyayang dalam menghadapi segala yang bakal tiba.”

Resensi buku ini ditulis dalam rangka #SavePustakaJaya sekaligus baca bareng Blogger Buku Indonesia bulan November 2011. Lebih lanjut tentang Pustaka Jaya klik link ini : Demi Pustaka Jaya

Detail buku:

“Rumah Tangga yang Bahagia” oleh Leo Tolstoy
168 halaman, diterbitkan tahun 2008 oleh Pustaka Jaya
My rating: ♥ ♥ ♥ ♥

Surgabukuku 1st Birthday Giveaway!

Halo sobat Surgabukuku! Nggak terasa blog ini akan menginjak umur satu tahun, walau masih banyak kekurangan di sana-sini dan kadang suka hiatus juga (karena sang admin yang sibuk… :D )

Terima kasih buat semua komentar, dukungan, dan kritikan dari teman-teman buat blog ini.

Nah, dalam rangka HUT ke-1 blog Surgabukuku yang jatuh tanggal 23 November, saya mau ngadain Surgabukuku Birthday Giveaway. Total ada 5 buku yang akan dibagikan buat 3 orang pemenang.
Wohohooooooo! Seru kan? Simak persyaratannya di bawah:

Buatlah cerita pendek maksimal 1000 kata dengan tema: ”Seperti apa sih surga buku dalam versimu?”

Post di blog kamu atau notes FB buat kamu yang nggak punya blog. Jangan lupa masukkan link blog Surgabukuku dalam cerpen kamu dan paket hadiah mana yang jadi pilihanmu.

Masukkan link cerpen kamu di kolom komentar di bawah post ini paling lambat tanggal 18 November 2011. 3 cerpen terbaik akan mendapatkan paket buku sesuai pilihannya.

Paket A ~Philosophy~ Dunia Sophie, Mizan Gold Edition (Jostein Gaarder)
Paket B ~Classic Fantasy~ A Wizard of Earthsea & The Tombs of Atuan (Ursula K. Le Guin)
Paket C ~Horror/Fantasy~ Jenazah Lazarus (Dorothy Scarborough) & Silver Phoenix (Cindy Pon)

Note : sebagian besar buku dalam kondisi non segel/seperti baru.

Pengumuman pemenang akan dipost di blog ini pada tanggal 23 November 2011 pukul 12.00 siang.

Saya tunggu partisipasi dari teman-teman yah! :)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 697 other followers