Blog Archives
[Review] Petualangan Sherlock Holmes, Part II & Conclusion
# Conclusion in English at the bottom of the post #
Melanjutkan review Petualangan Sherlock Holmes, Part I, inilah bagian yang kedua.
7. Batu Delima Biru (judul asli: The Adventure of the Blue Carbuncle)
Dalam cerpen ini kita diajak mengikuti petualangan sang detektif pada hari sesudah Natal. Dikisahkan bahwa Peterson, seorang petugas antar barang yang jujur, pada pukul empat pagi hari Natal, menyaksikan seorang pria yang dihadang sekelompok pemuda berandalan. Pria itu lalu kabur, dan meninggalkan begitu saja seekor bebek putih yang tadi dipanggulnya. “Bebek Natal” itu kemudian diambil oleh Peterson berikut topi penyok pria itu, yang kemudian jatuh ke tangan Sherlock Holmes. Dari serangkaian kejadian dan barang bukti yang tampaknya sepele, Holmes menganalisis topi penyok itu untuk mendapatkan gambaran tentang pemiliknya, dan melacak asal-usul si bebek sampai ke penjual dan penyuplainya. Ternyata memang si bebek menyimpan “harta terpendam”, secara harafiah.
8. Lilitan Bintik-bintik (judul asli: The Adventure of the Speckled Band)
Inilah cerita paling menegangkan dari semua cerpen dalam kumcer Petualangan Sherlock Holmes. Helen Stoner muda datang kepada Sherlock Holmes pada suatu pagi, dalam keadaan penuh teror dan ketakutan. Miss Stoner mengaku tinggal di Stoke Moran, Surrey, bersama dengan ayah tirinya, Dr. Grimesby Roylott. Ia ketakutan, karena malam sebelumnya, suatu peristiwa yang terjadi sesaat sebelum kematian saudara kembarnya terjadi lagi. Ia takut bahwa ia akan mengalami nasib yang sama, mati secara misterius! Bagaimanakah Sherlock Holmes memecahkan kasus ini? Baca saja dalam cerpen yang menurut saya adalah cerpen terbaik dalam kumcer ini!
9. Ibu Jari Sang Insinyur (judul asli: The Adventure of the Engineer’s Thumb)
Orang bisa saja mengalami berbagai kejadian aneh, tapi berapa orang yang mengalami petualangan sehubungan dengan ibu jarinya? Seorang insinyur hidrolik muda bernama Mr. Victor Hatherley mengalaminya. Sebuah tawaran pekerjaan yang ringan, tapi dengan bayaran tinggi dari seorang Kolonel Lysander Stark membawanya ke sebuah wilayah terpencil dekat Reading. Victor tak menyangka kalau nantinya ia akan mengalami peristiwa menegangkan yang melibatkan beberapa orang Jerman dan membuatnya harus kehilangan ibu jarinya. Dalam cerpen yang satu ini Conan Doyle banyak menggunakan istilah teknik berkenaan dengan bidang pekerjaan seorang insinyur hidrolik, yang membuat orang non-teknik seperti saya mengerutkan dahi membacanya…
10. Bangsawan Muda (judul asli: The Adventure of the Noble Bachelor)
Lord St. Simon yang malang! Istrinya yang cantik tiba-tiba menghilang saat jamuan makan tepat setelah upacara pernikahan! Sang bangsawan meminta pertolongan Sherlock Holmes untuk menemukan istrinya, dan menyampaikan bahwa istrinya tidak pernah menunjukkan tanda-tanda mau kabur sebelum pernikahan. Hanya saja, ia sempat gugup dan menjatuhkan buket bunganya saat berjalan keluar dari altar setelah upacara pemberkatan di gereja. Peristiwa yang nampaknya misterius ini ternyata pemecahannya sederhana saja.
11. Tiara Bertatahkan Permata Hijau (judul asli: The Adventure of the Beryl Coronet)
Klien Sherlock Holmes kali ini adalah seorang bankir dari salah satu bank swasta paling ternama di London, Mr. Alexander Holder dari Holder & Stevenson Bank. Mr. Holder baru saja memberikan pinjaman sebesar 50.000 pound kepada seorang bangsawan yang tidak disebutkan namanya. Jaminannya adalah benda yang nilainya jauh melebihi nilai pinjaman, yaitu sebuah tiara bertatahkan 39 buah permata hijau. Merasa terbeban karena dititipi benda yang merupakan kekayaan negara, Mr. Holder menyimpan tiara itu dengan ekstra hati-hati dan bersikap ekstra waspada. Namun malang, tiara itu berhasil dicuri juga! Tersangka utama adalah putra Mr. Holder sendiri, Arthur. Sementara itu, Sherlock Holmes yang sedang melakukan penyelidikan, tidak sampai pada keyakinan bahwa Arthurlah pelakunya. Arthur yang malang telah dijebak…
12. Petualangan di Copper Beeches (judul asli: The Adventure of the Copper Beeches)
Cerpen yang dibuka dengan cukup menarik dengan perdebatan antara Holmes-Watson ini berkisah tentang Miss Violet Hunter yang ingin berkonsultasi dengan Sherlock Holmes mengenai apakah sebaiknya ia menerima tawaran pekerjaan sebagai guru les privat di suatu tempat tertentu atau tidak. Kedengarannya sepele sekali, bukan? Tapi ternyata tidak. Violet menemukan banyak keanehan saat ia mulai bekerja di kediaman Mr. Jephro Rucastle, dan belum menyadari bahwa ia terlibat suatu persekongkolan licik. Namun pada waktunya ia akan tahu.
***
Itulah kedua belas cerpen dalam kumcer Petualangan Sherlock Holmes (baca review bagian pertama). Kumcer ini merupakan buku Sherlock Holmes yang pertama kali saya baca, dan secara umum kumcer ini menarik, terutama karena kecemerlangan metode deduksi Sherlock Holmes dan perhatiannya terhadap detail. Kadang-kadang karakter Holmes tampak terlalu sempurna bagi saya, karena sepertinya tidak ada misteri yang tidak dapat dipecahkan olehnya. Kegagalan yang jarang sekali terjadi tampak dalam cerpen pertama dalam kumcer ini, Skandal di Bohemia. Cerpen favorit saya tetap jatuh pada Lima Butir Biji Jeruk (cerpen no. 5) yang berlatar belakang sejarah perkumpulan Ku Klux Klan dan Lilitan Bintik-bintik (cerpen no. 8) yang bikin deg-degan, membuat saya merasa sedang membaca karya Poe. Saya tertarik untuk membaca novel-novel Sherlock Holmes dengan harapan novel-novelnya lebih dalam dan menyentuh sisi emosional sang detektif handal. Tiga bintang untuk keseluruhan kumcer Petualangan Sherlock Holmes ini.
Conclusion in English:
I have written 2-part review for The Adventures of Sherlock Holmes (it is Petualangan Sherlock Holmes in the Indonesian translated version). Part I was written fully in Indonesian, but here in Part II I included a conclusion in English too. This is the first Sherlock Holmes I have ever read, and I found this book interesting, especially for the brilliant deductive method used by Sherlock Holmes, and his attention to tiny, seemingly meaningless details. However, sometimes I found the character Sherlock Holmes a bit beyond perfection, because it seemed that there was no case that cannot be solved by him (except A Scandal in Bohemia in this particular work). My two favorite short stories in this work go to The Five Orange Pips with its background history of Ku Klux Klan extremist organization and the gripping The Adventure of the Speckled Band that made me felt like I was reading Poe. I want to read Sherlock Holmes’ novels too, with hope that they would be deeper and more emotional. I gave three out of five stars for The Adventures of Sherlock Holmes.
Detail buku:
Petualangan Sherlock Holmes (judul asli: “The Adventures of Sherlock Holmes”), oleh Sir Arthur Conan Doyle
504 halaman, diterbitkan Maret 2012 oleh Gramedia Pustaka Utama
My rating: ♥ ♥ ♥
[Review] The Strange Case of Dr. Jekyll and Mr. Hyde
Dalam jiwa setiap manusia berperang dua sisi yang berlawanan: Baik dan Jahat.
Mr. Utterson, seorang pengacara, mencium sesuatu yang ganjil mengenai Henry Jekyll, seorang dokter berusia setengah baya yang ternama dan dermawan, yang menulis dalam surat wasiatnya seperti berikut:
“… dalam hal meninggalnya Henry Jekyll, maka semua harta miliknya akan diwariskan kepada “teman dan pelindungnya Edward Hyde”; tetapi juga dalam hal apabila Dr. Jekyll menghilang atau tidak bisa dijelaskan ketidakberadaannya selama jangka waktu apa pun yang melebihi tiga bulan kalender…”
Siapakah Edward Hyde? Dr. Lanyon, salah seorang sahabat dekat Jekyll yang ditanyai oleh Mr. Utterson, mengaku tak tahu-menahu mengenai Hyde. Dahi Mr. Utterson semakin berkerut bila ia mengingat sebuah kisah aneh yang diceritakan seorang rekannya, Mr. Enfield, beberapa hari sebelumnya. Ia menceritakan tentang seorang laki-laki berperawakan kecil yang menabrak seorang anak perempuan dan kemudian ia menginjak-injak tubuh si anak perempua dan berjalan pergi dengan tenang, membiarkan si anak perempuan menjerit-jerit di tanah. Lelaki jahat ini adalah Mr. Hyde, yang digambarkan bertubuh kecil dan mengesankan bahwa dirinya mempunyai suatu kecacatan yang tak dapat dijelaskan, sesuatu yang membuat orang merasa benci dan muak terhadap dirinya.
Beberapa waktu kemudian, kota London kembali dihebohkan dengan peristiwa pembunuhan terhadap seorang yang terpandang di masyarakat, Sir Danvers Carew. Keterangan saksi dan bukti yang ada menunjukkan bahwa pelakunya adalah Mr. Hyde, sementara yang menjadi tersangka raib seakan ditelan bumi. Waktu berlalu dan sementara Mr. Hyde belum juga ditemukan, Mr. Utterson menyadari bahwa ada perubahan yang terjadi pada diri Dr. Jekyll. Sang dokter yang biasanya supel dan ramah itu tiba-tiba menutup diri dan menolak menerima tamu di rumahnya. Mr. Utterson yang mengutarakan pendapatnya kepada Dr. Lanyon bahwa kemungkinan besar Jekyll sedang sakit, malah dikejutkan dengan respon Lanyon yang mengatakan bahwa ia tidak mau melihat atau mendengar apa-apa lagi mengenai Dr. Jekyll. Lanyon sendiri kelihatan tidak sehat dan akhirnya meninggal dunia beberapa minggu kemudian.
Pada suatu malam, Mr. Utterson dikejutkan oleh kunjungan mendadak Poole, kepala pelayan Dr. Jekyll, yang memintanya untuk mengikutinya ke rumah Dr. Jekyll. Dengan rasa takut dan was-was Mr. Utterson pun mengikuti Poole, dan apa yang terjadi sesudahnya menanamkan suatu kecurigaan kuat dalam benak Mr. Utterson bahwa Dr. Jekyll telah dibunuh, dan pembunuhnya masih berada di ruang kerjanya, tak lain tak bukan adalah Mr. Hyde, yang diberi akses penuh atas ruang kerja dan kamar Dr. Jekyll. Apa sebenarnya yang terjadi dengan Dr. Jekyll? Lalu apa gerangan yang dilakukan si pembunuh gila di ruang kerjanya?
***
Karya Robert Louis Stevenson ini merupakan gabungan antara kisah misteri Gothic, fiksi ilmiah, dan sekaligus merupakan studi psikologis dualitas sifat manusia (the duality of human nature); yang diwujudkan di dalam kisah melalui karakter Dr. Jekyll (gabungan karakter baik dan jahat, namun lebih berat pada sisi baik), dan Mr. Hyde (mewakili sisi jahat, sama sekali tidak ada kebaikan dalam dirinya). Dalam 128 halaman versi terjemahan kisah ini, Stevenson menguraikan teka-teki mengenai Dr. Jekyll dan Mr. Hyde yang sedang diusut oleh Mr. Utterson dengan tingkat ketegangan yang cukup mendebarkan, termasuk di dalamnya pergumulan fisik dan batin yang mendera Dr. Jekyll, dan peristiwa-peristiwa menyeramkan yang terjadi dalam kegelapan dan kesuraman kota London. Kalau pun ada yang kurang, mungkin hal tersebut adalah detail eksperimen ilmiah yang dilakukan Dr. Jekyll. Terjemahannya cukup baik, walau mungkin di banyak bagian dahi pembaca dibuat berkerut akibat kalimat dengan penjelasan yang panjang-panjang. Tapi memang begitulah ciri khas literatur klasik (terutama literatur yang ditulis dalam era Victoria).
“Hari demi hari, dan dengan kedua sisi diriku, moral dan intelektual, aku, perlahan-lahan tapi pasti, semakin mendekati kebenarannya, yang pada akhirnya membuatku menjadi manusia terkutuk: bahwa manusia sesungguhnya bukanlah satu, melainkan dua.
… Sudah menjadi kutukan takdir manusia sehingga kedua aspek yang berlawanan tersebut saling terikat bersama-sama—dan oleh karenanya, di dalam rahim alam sadar, seorang manusia dengan kedua kutub kembar tersebut harus selalu berjuang untuk mengalahkan satu sama lain. Bagaimana seandainya keduanya dipisahkan?”
Dengan demikian, kesimpulan logis yang saya tarik setelah membaca buku ini (karena saya tidak punya kapabilitas cukup untuk membahasnya secara psikologis):
- Kepandaian manusia adalah berkat dari Tuhan, namun bisa menjadi kutuk ketika digunakan tidak pada tempatnya, atau dengan cara yang salah. Kejeniusan Dr. Jekyll membuatnya berangan-angan, dan kemudian mewujudkan, ide “memisahkan kedua sisi berlawanan di dalam dirinya”. Ide gila ini, tanpa bisa dihentikan lagi, kemudian membawanya ke kehancuran. So, people, it is best to use our intelligence wisely and responsibly.
- Penting bagi seorang manusia untuk mempunyai kehidupan yang seimbang. Usahakanlah bahwa “Jekyll” di dalam diri kita yang memegang kendali, dan bukannya “Hyde”. “Hyde” tidak harus hilang sama sekali dari diri kita, karena toh kita masih manusia yang punya kekuatan juga kelemahan. Yang penting adalah “Jekyll” harus bisa mengontrol “Hyde”, sehingga kehidupan kita menjadi seimbang.
Tiga bintang saya berikan untuk novel yang pendek namun menarik untuk didiskusikan ini.
Baca juga:
Playing Hyde & Seek (Eng)
Analisis Kejiwaan Dr. Jekyll dalam Novel “The Strange Case of Dr. Jekyll & Mr. Hyde” karya Robert Louis Stevenson, oleh Ferry Ismawan (Ind)
Detail buku:
“The Strange Case of Dr. Jekyll and Mr. Hyde”, oleh Robert Louis Stevenson
128 halaman, diterbitkan 2011 oleh Gramedia Pustaka Utama
My rating: ♥ ♥ ♥
[Review] Belajar Hidup Tanpa Batas bersama Nick Vujicic
Entah kebetulan atau tidak, posting resensi pertama di tahun 2012 ini adalah buku non fiksi, sama seperti resensi pertama di tahun 2011 lalu. Padahal saya boleh dibilang sangat jarang membaca non fiksi. Bisa jadi tradisi ini akan saya teruskan di awal tahun depan dan seterusnya
***
Ada saat-saat ketika kehidupan terasa sangat sulit dan penuh masalah. Kita menjadi sedih, marah, pahit, negatif, kehilangan gairah hidup. Seakan kitalah orang paling sengsara di dunia, dan waktu yang ada hanya dimanfaatkan untuk duduk menunggu dunia runtuh.
Ada banyak orang yang hidupnya tidak bahagia karena mereka masih merasa “kekurangan”. Kurang kaya, kurang ganteng atau cantik, kurang langsing, kurang modis, kurang pandai, dan masih banyak kurang-kurang lainnya. Sebenarnya kunci untuk menjadi bahagia hanya satu: pilihan anda. Mungkin banyak hal yang tidak enak sedang terjadi dalam hidup anda saat ini. Tidak ada manusia yang dapat mengendalikan hal itu. Namun kita bisa mengendalikan bagaimana sikap kita ketika menghadapi masalah. Kita punya pilihan!
Demikian pula dengan Nicholas James Vujicic, yang akrab disapa Nick. Pemuda 29 tahun keturunan Serbia yang lahir dan dibesarkan di Australia ini terlahir ke dunia dengan Tetra-amelia syndrome, suatu kelainan langka yang menyebabkan ketiadaan lengan dan tungkai. Tidak dapat disangkal bahwa Nick menjalani kehidupan yang ekstra sulit. Akan tetapi, setelah melalui perjalanan panjang penemuan diri dan tujuan hidup, dan berbagai pengalaman yang mengerikan, Nick menyadari bahwa ia mempunyai pilihan. Alih-alih menyerah terhadap keadaan, Nick justru memilih untuk memanfaatkan kekurangannya sebagai suatu kelebihan. Nick menyadari bahwa Tuhan memberinya karunia untuk berbicara, memotivasi, dan menghibur orang lain, dan dengan karunia itu ia dapat memberi sesuatu yang spesial kepada dunia. Pilihan yang dibuat Nick telah membawanya menjadi seorang penginjil dan pembicara motivasi kelas internasional yang telah melakukan perjalanan keliling dunia untuk berbicara di depan ribuan hingga jutaan orang. Nick juga adalah seorang sarjana akuntansi dan perencanaan keuangan yang kini memiliki beberapa perusahaan termasuk organisasi nirlaba Life Without Limbs, dan bintang film pendek pemenang penghargaan Doorpost Film Project 2009 yang berjudul The Butterfly Circus.
“Orang kerap bertanya bagaimana aku bisa bahagia walaupun tidak punya lengan dan tungkai. Jawaban cepatku adalah aku punya pilihan. Aku bisa merasa marah karena tidak punya tungkai, atau aku bisa bersyukur karena punya tujuan. Aku memilih sikap bersyukur. Kau juga bisa melakukannya.”
– Nick Vujicic
Pengalaman mengatasi tantangan baik secara fisik maupun mental yang dialami Nick karena kondisi tubuhnya, dituangkan dalam buku berjudul asli Life Without Limits: Inspiration for A Ridiculously Good Life, pertama kali diterbitkan oleh Random House tahun 2010. Buku ini diterjemahkan dan diterbitkan dalam bahasa Indonesia oleh penerbit Gramedia Pustaka Utama dengan judul Life Without Limits: Tanpa Lengan dan Tungkai, Aku Bisa Menaklukkan Dunia. Buku yang berisi 12 bab ini adalah gabungan memoar sekaligus merupakan non fiksi pengembangan diri/inspirasional.
Melalui halaman-halaman bukunya, pemuda tak berlengan dan bertungkai ini akan menuntun anda untuk menerima dan mencintai diri sendiri sebagaimana adanya, menemukan tujuan hidup, menyalakan iman dan harapan, berani menghadapi tantangan, bertahan dalam cobaan, bangkit dari kegagalan, dan akhirnya mendobrak segala batasan, mencintai kehidupan sepenuhnya dan mendorong anda untuk memberi dan menjadi berkat bagi orang lain.
Buku ini juga merekam banyak pengalaman Nick di berbagai kesempatan. Beberapa sangat menyentuh, beberapa lainnya sungguh konyol dan gila. Nick ingin pembaca buku ini tahu bahwa ia juga manusia biasa, yang sangat menikmati dan mencintai hidupnya. Ia suka melakukan berbagai hal yang bisa membantu meringankan beban orang lain, namun ia juga suka melakukan hal-hal yang murni untuk kesenangan pribadi. Ia menjalani hidup layaknya orang normal! Nick berenang, bermain basket, bermain musik, main skateboard, melakukan perencanaan bisnis, berkeliling dunia untuk berbicara di depan orang banyak, bertemu dengan berbagai tokoh penting dunia. Ia menjalani kehidupan dengan segala rasa syukur dan kebahagiaan. Ia menjalani kehidupan yang tanpa batas, meskipun secara fisik ia terbatas. Kalau orang tanpa lengan dan tungkai ini saja mampu hidup seperti itu, mengapa tidak demikian dengan anda?
“Kehidupanku adalah sebuah kesaksian tentang kenyataan bahwa kita tidak memiliki batasan kecuali batasan yang kita buat sendiri. Hidup tanpa batas berarti mengetahui bahwa kau selalu memiliki sesuatu untuk diberikan, sesuatu yang mungkin bisa meringankan beban orang lain.” – hal. 242
Tak hanya dirinya sendiri, di dalam buku ini Nick menyebutkan beberapa nama yang telah membuktikan bahwa mereka mampu mendobrak tembok-tembok yang membatasi diri mereka dan memberikan kontribusi bagi kebahagiaan dan kesejahteraan orang lain. Ada Bethany Hamilton, peselancar kelas dunia yang kehilangan tangan kirinya karena diserang seekor hiu saat ia baru berusia 13 tahun. Bethany kembali berselancar setelah kecelakaan itu, walau ia hanya mempunyai sebelah lengan. Christy Brown, seorang laki-laki (ya, Christy Brown adalah seorang pria) Irlandia yang terlahir lumpuh, dari semua bagian tubuhnya hanya kaki kirinya saja yang bisa digerakkan. Christy menjadi seorang penulis, penyair, dan pelukis yang dihormati dan kisah hidupnya diangkat menjadi sebuah film pemenang penghargaan Academy Award. Kemudian ada Reggie Dabbs, yang lahir sebagai anak haram dari seorang pekerja seks dan nyaris saja diaborsi. Hari ini, seperti Nick, Reggie adalah seorang public speaker dan motivator yang dibayar untuk menumbuhkan harapan kepada orang-orang. Joni Eareckson Tada, penderita quadriplegia sekaligus musisi dan penulis buku inspiratif. Joni memiliki organisasi nirlaba yang telah membagikan lebih dari 60.000 kursi roda kepada para difabel di 102 negara. Dan beberapa nama lain yang memberikan kontribusi bagi sesama dengan cara masing-masing.
Buku yang ditulis dengan bantuan Wes Smith ini secara keseluruhan bagus dan sangat inspiratif. Penuturannya sederhana namun mengena, menarik dan jauh dari menjemukan. Banyak kutipan bagus yang bisa ditemukan di dalamnya. Kelemahannya mungkin terletak pada beberapa kalimat yang diulang (mungkin tidak persis sama, namun serupa) dalam bab-bab selanjutnya. Terjemahan ke bahasa Indonesia oleh P. Herdian Cahaya Khrisna sangat bagus, namun sayang kenikmatan membaca masih terganggu dengan typo yang bertaburan di sana-sini. Dan perlu diketahui juga, meskipun buku yang di Indonesia telah memasuki cetakan keempat ini ditulis dengan nafas Kristiani, namun menurut saya masih sangat bisa dinikmati oleh pembaca non-Kristiani. Jadi, bacalah buku ini dan mulailah menjalani kehidupan tanpa batas seperti Nick!
Berita gembira: Nick dan tunangannya, Kanae Miyahara, akan melangsungkan pernikahan bulan Februari 2012 ini. Congratulations, Nick & Kanae!
***
Lebih lanjut tentang Nick Vujicic:
NickVujicic.com / LifeWithoutLimbs.org / AttitudeIsAltitude.com
Lihat juga video-video Nick yang telah ditonton jutaan kali di YouTube.com
Detail buku:
“Life Without Limits: Tanpa Lengan dan Tungkai, Aku Bisa Menaklukkan Dunia” (judul asli: “Life Without Limits: Inspiration for A Ridiculously Good Life”), oleh Nick Vujicic
259 halaman, diterbitkan Mei 2011 oleh Gramedia Pustaka Utama
My rating: ♥ ♥ ♥ ♥
[Review] Sejarah Singkat Traktor dalam Bahasa Ukraina
Jangan tertipu dengan judulnya.
Tidak, saya tidak tertarik dengan traktor.
Tidak, tentu saja saya tidak bisa bahasa Ukraina.
Lantas mengapa saya membaca buku ini?
Pertama, karena menyadari bahwa buku ini adalah novel dan bukannya buku non fiksi, seperti yang tersirat pada judulnya yang unik (bagi sebuah novel).
Kedua, karena membaca review di Goodreads yang rata-rata menyatakan bahwa buku ini lucu, kadang mengharukan, kadang kelam. Intinya, layak dicoba untuk dibaca.
Ketiga, karena buku ini dijual hanya dengan harga sepuluh ribu rupiah di event Kompas Gramedia Fair di kota saya beberapa bulan yang lalu.
Keempat, karena saya memang punya ketertarikan khusus kepada negara Ukraina (anda akan mengerti nanti setelah selesai membaca review ini).
Jadi……………
Berkenalanlah saya dengan Nikolai Mayevskyj, duda 84 tahun yang tinggal di Inggris dengan dua anak perempuan yang sudah menginjak usia setengah baya dan hampir tak pernah akur, Vera dan Nadezhda. Nikolai baru saja ditinggal mati istrinya, Ludmilla, selama dua tahun ketika sosok Valentina, seorang janda Ukraina berambut pirang dan (maaf) berpayudara besar memasuki bingkai keluarga Mayevskyj.
Nikolai tergila-gila pada Valentina yang berumur 36 tahun itu. Vera dan Nadezhda menganggap ayah mereka sudah gila. Singkat cerita,Valentina dan anaknya, Stanislav, diboyong dari Ukraina ke Inggris. Kemudian pernikahan pun dilangsungkan antara Nikolai dan sang “Venus dari lukisan Botticelli”. Nadezhda awalnya berpikiran positif dengan pernikahan kedua ayahnya ini, dan menganggap bahwa suatu kabar baik bila sang ayah yang telah tua punya seseorang untuk menemani dan merawatnya. Namun ternyata dia sama sekali salah.
Valentina adalah penjajah dan pemeras dengan sejuta akal licik. Dari si tua bangka Nikolai ia berhasil mengeruk sejumlah uang yang tidak sedikit, diantaranya untuk biaya perjalanan Ukraina-Inggris, tujuan kecantikan, dan untuk membeli tidak hanya satu, tapi tiga buah mobil, yang ternyata semuanya bobrok. Dan jangankan bermanis-manis dan perhatian dengan si tua Nikolai, Valentina justru sangat kasar kepada si kakek tua. Dan tebak apa yang Nikolai katakan mengenai hal itu?
“Orang bisa memaafkan wanita cantik atas banyak hal.” #doh!
Wegah ayahnya terus menerus diperlakukan demikian, Vera dan Nadezhda terpaksa melupakan permusuhan lama mereka dan bergabung untuk mendongkel Valentina dari “tahta”. Dan sementara itu, dari ocehan-ocehan ayah mereka yang adalah seorang insinyur eksentrik, sedikit demi sedikit terkuaklah sejarah keluarga mereka, dimulai dari kisah kakek-nenek buyut Vera dan Nadezhda, dan bagaimana sejarah keluarga mereka merupakan satu bagian kecil dari sejarah tanah air mereka, Ukraina, yang awalnya bergelut dalam agrikultura dan industri, kemudian remuk redam dan hancur oleh perang dan penjajahan. Dan tentu saja ada sejarah mengenai perkembangan pembuatan traktor di Ukraina. Nikolai menjelaskan dengan hampir-hampir dramatis bagaimana ia memutuskan untuk berhenti bekerja di industri penerbangan yang pelik dengan konflik dan intrik masa perang, dan memilih berkarya di suatu industri yang lebih “down-to-earth”, memproduksi traktor.
Buku ini menggabungkan drama dysfunctional family saga dengan banyak unsur sejarah, dengan banyak lompatan-lompatan dari masa kini ke masa lalu, antara periode-periode sejarah kelam di Ukraina yang membuat bergidik, dan keadaan masa kini yang kacau balau, abnormal, dan sinting ketika Valentina melakukan “penjajahan” terhadap Nikolai dan harta bendanya, serta bagaimana upaya Vera dan Nadezhda untuk membebaskan ayah mereka dari cengkeraman Valentina.
Sang penulis, Marina Lewycka, menulis novel dewasa pemenang Saga Award for Wit 2005 ini dengan begitu blak-blakan, dengan humor sinis di balik setiap kata, namun tetap enak untuk dinikmati. Sedangkan dari unsur sejarahnya, saya jadi banyak mengetahui hal baru, misalnya bahwa bendera Ukraina yang berwarna biru dan kuning, melambangkan langit biru di atas hamparan ladang jagung yang menguning. Membaca ini mengingatkan saya pada film Everything is Illuminated yang pernah saya tonton (diangkat dari buku berjudul sama karya penulis Jonathan Safran Foer). Di film tersebut ada satu pemandangan yang tidak bisa saya lupakan.
Memang yang berada di bawah langit biru bukan ladang jagung, tapi lebih cantik bukan? Dan ya, tempat ini berada di Ukraina.
Fakta lain yang menyesakkan, bahwa Ukraina sebenarnya adalah negara yang kuat dengan agrikulturnya, namun pengembangan potensi agrikultura dengan mekanisasi dilakukan dengan cara yang sangat mengerikan oleh Stalin. Ia memaksakan pertanian kolektif, sementara petani yang memilih tetap mempertahankan lahannya sendiri mendapat ganjaran yang kejam. Hasil produksi pertanian diserobot oleh pasukan Stalin, kemudian dikirim ke pabrik-pabrik untuk memberi makan kaum proletar, sementara di desa-desa Ukraina orang-orang menderita kelaparan. Hasilnya, sekitar tujuh hingga sepuluh juta manusia mati di seantero Ukraina selama musim kelaparan buatan manusia pada tahun 1932-1933.
Ironis!
Yah, begitulah sekelumit kesan yang saya dapatkan melalui membaca buku ini. Buku ini menghibur sekaligus memberi banyak tambahan pengetahuan terutama tentang sejarah. Dan kabar baiknya lagi, buku ini bukan termasuk buku berat yang membuat kening berkerut. Karena si tua Nikolai akan membuat anda tertawa, geleng-geleng kepala, dan mungkin bahkan terkesima dengan kejeniusannya yang eksentrik. Apakah saya sempat menyebutkan bahwa Nikolai menulis buku? Ya, ia menulis kalimat berikut sebagai penutup mahakaryanya:
“Tetapi bisa ditambahkan, lebih lanjut, bahwa ketidakstabilan dan kemelaratan yang menyebar ke seluruh dunia juga menjadi faktor di balik timbulnya Fasisme di Jerman dan Komunisme di Rusia, sementara benturan kedua ideologi itu nyaris mengantar bangsa manusia ke kehancurannya.
Maka aku meninggalkan Anda dengan pikiran ini, pembaca yang budiman. Gunakan teknologi yang dikembangkan insinyur, tetapi gunakan dengan semangat rendah hati dan selalu mempertanyakan. Jangan pernah membiarkan teknologi menjadi penguasamu, dan jangan manfatkan demi menguasai orang lain.”
Apa judul buku yang ditulis oleh Nikolai? Tentu saja, “Sejarah Singkat Traktor dalam Bahasa Ukraina”.
***
In loving memory of my father, 1941-2011
He attended school for 6 years in Marine Engineering Institute in Odessa, Ukraine (was Soviet Union at that time)
***
Detail buku:
“Sejarah Singkat Traktor dalam Bahasa Ukraina” (judul asli: “A Short History of Tractors in Ukrainian”, oleh Marina Lewycka
416 halaman, diterbitkan Februari 2008 oleh Gramedia Pustaka Utama
My rating: ♥ ♥ ♥
[Review] Water for Elephants – untuk @bukunya
Klik gambar di bawah ini untuk melihat resensi novel Air untuk Gajah (Water for Elephants) karya Sara Gruen yang dimuat di Bukunya.com
Tambahan sedikiiiiiiiiittt saja:
Bagian favorit saya justru ada di Catatan Pengarang, ketika Sara Gruen menceritakan pengalamannya memborong buku-buku koleksi langka Ringling Circus Museum, ia berkata;
“Aku pulang ke rumah dalam keadaan lebih miskin beberapa ratus dolar, tapi lebih kaya dengan lebih banyak buku daripada yang bisa kubawa.”
I ♥ this quote, it’s so me hahaha!
[Review] Herr Der Diebe (Pangeran Pencuri)
Selamat datang di Venezia, Kota Rembulan! Di sini anda akan dibuai dengan semilir angin Venezia saat anda menyusuri kanal-kanal dengan gondola, sambil menikmati keindahan bangunan-bangunan eksotik! Namun awasi selalu dompet, kamera, dan perhiasan anda terutama bila anda berjalan melewati Lapangan Markus, jika anda tidak ingin barang-barang berharga anda berpindah tangan ke Pangeran Pencuri dan komplotannya!
Apa? Anda belum mendengar tentang Pangeran Pencuri? Dia bukan Robin Hood, tentu saja. Pangeran Pencuri adalah pencuri paling lihai seantero Venezia, atau setidaknya ia ingin dianggap demikian. Diantara kita saja (ini rahasia), sang Pangeran Pencuri sebenarnya adalah seorang remaja misterius dengan rambut dikuncir yang suka mengenakan jaket panjang hitam dan sepatu bot berhak tinggi, dan tak lupa topeng menyeramkan yang mirip burung pembawa kematian. Nama aslinya adalah Scipio, dan ia memiliki teman-teman yang ia pelihara lewat hasil mencuri, mereka adalah Riccio si Rambut Landak, si hitam Mosca, dan seorang anak perempuan yang dipanggil Tawon. Mereka semua, kecuali Scipio sendiri, tinggal di sebuah bangunan eks bioskop bernama STELLA, namun mereka memanggil tempat itu Istana Bintang.
Sssst, belakangan, ada dua tambahan dalam rombongan anak-anak jalanan itu, mereka adalah kakak-beradik Prosper dan Bo. Prosper dan Bo yang malang sudah yatim piatu, dan paman dan bibi mereka, Max dan Esther Hartlieb, hendak mengangkat si kecil Bo sebagai anak mereka, dan memasukkan Prosper ke sekolah asrama. Tak mau berpisah dengan adik semata wayangnya, Prosper melarikan mereka berdua ke Venezia, kota yang begitu dicintai mendiang ibu mereka.
Tahu bahwa Prosper dan Bo mungkin lari ke Venezia, Bibi Hartlieb menyewa jasa seorang detektif lokal bernama Victor Getz untuk melacak keberadaan mereka. Benar saja, tak lama setelah itu Victor bertemu dengan Prosper dan Bo yang telah menyamarkan penampilan, bersama ketiga teman mereka. Namun alih-alih menangkap kakak beradik itu, Victor malah dikerjai oleh anak-anak jalanan itu sampai-sampai ia dibawa ke kantor polisi!
Sementara itu, melalui Barbarossa, seorang pemilik toko barang antik yang tamak, Pangeran Pencuri mendapat tawaran dari seorang Conte untuk mencuri sesuatu baginya di sebuah rumah di Campo Santa Margherita. Imbalan sang ditawarkan sang Conte begitu menggiurkan sehingga Scipio menyanggupi untuk melakukan pekerjaan itu, walau akhirnya ia tahu bahwa barang yang harus mereka curi hanyalah sepotong kayu tua berbentuk sayap. Dengan berani mereka memasuki rumah itu dan tertangkap basah oleh sang tuan rumah, seorang fotografer wanita terkenal bernama Ida Spavento! Untunglah, Ida seorang wanita baik hati yang tidak serta merta melaporkan mereka ke polisi. Alih-alih, ia menceritakan kisah yang sulit dipercaya mengenai sepotong sayap yang ada dirumahnya itu, dan bahkan berkomplot dengan anak-anak bandel itu untuk mengetahui siapa yang membayar mereka untuk mencuri sayapnya. Begitu banyak petualangan yang mereka jalani! Akankah Victor Getz menangkap Prosper dan Bo dan mengembalikan mereka ke bibi yang begitu mereka benci? Benda apakah sebenarnya sayap kayu itu? Siapa sebenarnya si Pangeran Pencuri? Dan bagaimana nasib Tawon, Mosca, dan Riccio selanjutnya?
###
Hal yang paling memukau mengenai novel anak Pangeran Pencuri ini adalah kemampuan pengarangnya, Cornelia Funke, untuk mendeskripsikan seluk-beluk kota Venezia yang eksotik. Dari jalanan ke gedung-gedung, dari kanal-kanal ke laguna luas dan pulau-pulau misterius. Karakter tokoh-tokohnya beraneka warna mulai Scipio yang ngebos, Prosper yang cerdik, Bo yang polos, Tawon yang ceria namun menutupi jati dirinya, Barbarossa yang tamak, dan Victor si detektif yang sering sial. Adegan demi adegan dalam buku yang sarat petualangan ini bergulir dengan mulus dan ilustrasi-ilustrasi karya penulis yang menghiasi halaman-halaman buku menjadi nilai tambah novel anak yang dapat dinikmati segala usia ini.
Dibawah ini adalah cover baru Pangeran Pencuri yang diterbitkan ulang oleh GPU April 2011 lalu, apakah anda lebih suka cover lamanya yang bernuansa biru atau cover barunya yang hitam putih?
Buku ini membuat saya ingin jalan-jalan ke Venezia dan melihat sendiri patung Cagalibri, si Gila Buku di Campo Morosini, yang dipilih Tawon (yang seorang kutu buku) sebagai “tempat pertemuan”. Hai teman-teman BBI, kapan-kapan kita foto bareng di depan patung ini yah! ;-p

Cagalibri (pic from Imageshack)
Detail buku:
“Herr Der Diebe” (Pangeran Pencuri), oleh Cornelia Funke
420 halaman, diterbitkan Maret 2006 (republish April 2011) oleh Gramedia Pustaka Utama
My rating: ♥ ♥ ♥


























