Ulasan Buku: Pedang Bermata Dua?

Tulisan ini pertama kali diterbitkan di Jurnal Ruang pada tanggal 12 Februari 2018. https://jurnalruang.com/read/1518405094-ulasan-buku-pedang-bermata-dua Bagaimana cara menilai sebuah buku layak baca atau tidak? Alternatif pertama adalah membaca ulasannya. Menurut Berguru Pada Pesohor: Panduan Wajib Menulis Resensi Buku karya Diana AV Sasa dan Muhidin M Dahlan, ulasan atau resensi merupakan pengadilan awal bagi sebuah buku. Di sini isi sebuah … Continue reading Ulasan Buku: Pedang Bermata Dua?

Advertisements

Kekerasan dan Identitas – Amartya Sen

Tak pelak lagi, buku ini adalah salah satu buku terpenting yang saya baca tahun ini. Kekerasan dan Identitas pertama kali terbit pada tahun 2006, tapi terasa sungguh relevan dengan kondisi Indonesia khususnya pada saat ini. Dalam buku berjudul asli Identity and Violence: The Illusion of Destiny ini, Amartya Sen, penerima Hadiah Nobel Ekonomi pada 1998, … Continue reading Kekerasan dan Identitas – Amartya Sen

I Am My Own Home and other essays – Isyana Artharini

"What is it about male aloneness that makes it so desirable while female aloneness is seen as less so? What is it about male aloneness that is often seen as a heroic and poetic choice, while female aloneness is generally seen to have come from a lack of options?"   Those two sentences printed on … Continue reading I Am My Own Home and other essays – Isyana Artharini

Aku dan Buku – Busyra dkk

Aku dan Buku berisi kumpulan tulisan mereka yang mengaku pencinta, pecandu, dan penggila buku. Beberapa berkisah tentang awal mulanya mereka jatuh cinta dengan buku, beberapa lainnya menyorot pentingnya keberadaan taman baca dan perpustakaan demi keberlangsungan umat manusia sebagai makhluk yang membaca. Melalui tulisannya, Nurina Widiani bercerita tentang kecintaannya terhadap genre romansa dan bagaimana genre yang … Continue reading Aku dan Buku – Busyra dkk

Laut Bercerita – Leila S. Chudori

"Asmara adikku, Saat ini aku berada di perut laut, menunggu cahaya datang. Ini sebuah kematian yang sederhana. Terlalu banyak kegelapan. Terlalu penuh dengan kesedihan. Kegelapan yang kumaksud adalah karena kau tak tahu aku berada di sini dan mencari-cari di mana aku berada. Karena itu, bayangkan saja, namaku Laut, di sanalah tempatku. Di dasar yang gelap, sunyi, … Continue reading Laut Bercerita – Leila S. Chudori

The Subtle Art of Not Giving a F*ck – Mark Manson

First of all, I love books that challenge my way of thinking. Books that make me stop and think: “What if I’ve been wrong all this time?” I don’t normally read self-help books but something (the title?) tells me that this book is different, so, mainly out of curiosity, I decided to read it. After … Continue reading The Subtle Art of Not Giving a F*ck – Mark Manson

Dystopia, Polisi Moral, dan Resolusi 2018

  Awal tahun 2017 penjualan novel dystopia 1984 karangan George Orwell meroket, yang konon disebabkan oleh dimulainya administrasi Trump di Amerika Serikat. Publik terhenyak ketika menemukan banyak kemiripan antara gagasan-gagasan Orwell dalam 1984 dengan kebijakan-kebijakan kontroversial Trump. Di Indonesia, khususnya menjelang akhir tahun, beberapa kejadian “berbau dystopia” kembali mengemuka. Yang pertama, peristiwa main hakim sendiri … Continue reading Dystopia, Polisi Moral, dan Resolusi 2018

Read Books, Educate That Mind of Yours

This article was first posted on Magdalene, 8 November 2017. http://magdalene.co/news-1483-read-books-educate-that-mind-of-yours.html Recently I was astonished to find that I, who only has a bachelor’s degree, might be more well-read than a colleague of the same age who already finished her doctorate studies. When I asked why she doesn’t like to read, she simply replied, “I only … Continue reading Read Books, Educate That Mind of Yours

Menerabas Batas: Kisah Tiga Saudari Brontë

Tulisan ini pertama kali diterbitkan di Jurnal Ruang pada tanggal 15 September 2017. https://jurnalruang.com/read/1504500406-menerabas-batas-kisah-tiga-saudari-bronte   Suatu hari pada musim gugur 1845, di Yorkshire, Inggris, Charlotte Brontë menemukan buku catatan milik adiknya, Emily, berisi puisi yang baru ditulis. Charlotte dan adik-adiknya, Branwell (satu-satunya saudara laki-laki), Emily, dan Anne telah menulis puisi dan kisah-kisah fantasi sejak belia … Continue reading Menerabas Batas: Kisah Tiga Saudari Brontë