Home » Events » 1001 Books » To Kill A Mockingbird – Harper Lee

To Kill A Mockingbird – Harper Lee

To Kill A Mockingbird: Novel Tentang Kasih Sayang dan PrasangkaTo Kill A Mockingbird: Novel Tentang Kasih Sayang dan Prasangka by Harper Lee

My rating: 5 of 5 stars

Novel yang pernah memenangkan Pulitzer dan katanya terjual lebih dari 30 juta kopi di seluruh dunia dan jadi bacaan wajib anak2 di AS ini akhirnya selesai juga kubaca.

Alurnya mengalir dengan menyenangkan, cenderung apa adanya tanpa kata-kata yang berlebihan, walaupun ada beberapa bagian terjemahan yg mengganggu.

To Kill a Mockingbird bercerita mengenai kehidupan seorang pengacara di kota kecil Maycomb, negara bagian Alabama bernama Atticus Finch, yang hidup dengan kedua anaknya Jem dan Scout Finch. Hidup kedua anak ini spontan berubah total ketika sang ayah memutuskan menjadi pengacara pembela bagi seorang kulit hitam yang dituduh melakukan pemerkosaan. Dalam novel yang kukira bersetting sekitar tahun 1930-an ini sudah ada mobil, sudah ada Coca-Cola, namun salah satu yang belum ada adalah kesetaraan antara warga kulit putih dan kulit berwarna di Alabama.

Sampai membaca bab kesembilan, belum ketahuan alur sebenarnya dari kisah ini, yang ada ketika aku membaca bab 1-8 ada perasaan seperti sedang membaca seri misterinya R.L. Stine, karena dalam bab 1-8 tersebut diceritakan bagaimana Jem dan Scout serta teman mereka Dill, berusaha memancing tetangga mereka yang misterius yang tak pernah keluar rumah selama 20 tahun, Boo Radley, untuk keluar. Dalam bayangan mereka Boo adalah seseorang yang seperti monster jahat, dan aku tetap penasaran siapakah Boo Radley sesungguhnya sampai akhirnya penulis membukanya pada bab terakhir.

Pujian yang diberikan The New York Times kepada buku ini rasanya tidak berlebihan : “…karakter yang patut dikenang…”. Karakter favoritku tentu saja Atticus, sang pengacara paruh baya yang bijaksana, hampir tidak pernah lepas kontrol di depan siapapun. Setiap kata yang diucapkan Atticus sangat berharga bagi keseluruhan buku ini. Jem, anak lelakinya yang cerdas dan sedang memasuki masa pubertas yang membuat bingung adik perempuannya, Scout, gadis kecil 8 tahun yang ingin tahu dan cenderung emosional, yang belum tahu caranya “jadi wanita terhormat”.

Kepelikan konflik dalam kisah ini dan kompleksitas karakter-karakter lainnya, yang walaupun punya bagian kecil namun semuanya memberi nilai-nilai berharga untuk dipelajari, membuatku  setuju bahwa buku ini adalah salah satu buku terbaik yang pernah ditulis.

Scout : “Tidak Jem, kukira hanya ada satu jenis manusia. Manusia.”

Jem : “Pikirku juga begitu, saat aku seusiamu. Kalau hanya ada satu jenis manusia, mengapa mereka tidak bisa rukun? Kalau mereka semua sama, mengapa mereka merepotkan diri untuk saling membenci?”

View all my reviews

Softcover, 533 pages
Published : 2006 by Qanita (Mizan Group)
Literary Awards: Pulitzer Prize for Fiction (1961)
Price: IDR 65,000

Advertisements

16 thoughts on “To Kill A Mockingbird – Harper Lee

  1. Pingback: My Favorite Classic Book: The Classics Club August meme | Surgabukuku

  2. Pingback: TTT: Top Ten Favorite Quotes From Books | Surgabukuku

  3. Ini buku yang sering teman saya paksa buat baca, tapi saya tidak mau karena menurut saya melihat dari covernya kurang menarik (maklum suka menilai dari luarnya dulu). Tapi, setelah baca review di blog ini, jadi kepingin baca

    Penasaran sama perannya Atticus yang menurut saya kayanya kalem gitu, dan gimana dia mengatasi masalah orang kulit hitam itu (kalo mungkin dibahas) sama tokoh Boo Radley yang misterius diawal dan jelas diakhir ceritanya

    Nyesel juga karena temen saya sudah pindah jauh, semoga bisa baca buku ini.

    Makasih udah mau review buku To Kill a Mockingjay ini

  4. Hmm sepertinya paragraf pertama dalam review ini saja sudah mengonfirmasi buku ini spesial ya. Kalau diliat-liat juga, buku ini banyak yang membicarakan dan bukan hanya 1, 2 orang yang bilang buku ini supeer bagus. Tapi tetap saja pas udah di toko buku, buku ini masih terkalahkan oleh buku2 lainnya untuk dibeli. Entah karena saya rasa mungkin isi buku ini berat isinya, atau taglinenya yang memakai kata ‘prasangka’ atau karena covernya yang mengesankan sepertinya ceritanya suram atau krn waktu itu saya lagi ga beriat baca buku berat atau mungkin karena pengalaman pribadi saya saja yang merasa kalo baca buku terjemahan paling banter juga ngasih 4 dan merasa ‘I need something amazing!’. Tapi, dari review ini ternyata buku ini menjadi bacaan wajib anak2 di AS, artinya ga berat2 banget dong ya. Dan penghargaan Pulitzer yang diraih buku ini sangat cukup untuk bilang kalo buku ini memang spesial.
    Setelah baca review ini saya jadi tahu cerita utama yang disampaikan dan ooooh tidaak ada sesuatu misteri juga di dalamnya. Makin penasaraan.
    “Kepelikan konflik dalam kisah ini dan kompleksitas karakter-karakter lainnya, yang walaupun punya bagian kecil namun semuanya memberi nilai-nilai berharga untuk dipelajari, membuatku setuju bahwa buku ini adalah salah satu buku terbaik yang pernah ditulis.”
    Selama ini, saya suka membaca buku yang memberi banyak makna hidup. Jadi buku ini tentu saja masuk. Nah uniknya di sini mbak Melisa sempat bilang bahwa karakter-karakter di kisah ini, walaupun berperan kecil, tapi semua bagiannya dapat kita ambil pelajaran. Saya suka hal ini. Layaknya peeran pendukung yang punya akting bagus, kalau aktingnya ga bagus tetap akan mempengaruhi yang menontonnya. hehe.
    Siplah, intinya review ini meyakinkan saya untuk membaca To Kill a Mockingbird, tingkat keinginan saya jadi 5 stars of 5 stars deh. Makasih reviewnya Mbaaa…

    • typo: peeran–>’pemeran’
      ah ya ketinggalan, saya juga tertarik baca buku ini karena buku ini karakternya sepertinya cukup banyak dan beragam dari segi usia. Artinya kemungkinan saya bisa melihat dan mempelajari pandangan masing2 kaakter trhdp masalahnya. ada Atticus (dewasa), Jem (teenager alias lagi puber), dan Scout (anak-anak), lengkap deh.

  5. Buku ini menjadi salah satu wishlist saya. Saya mendengar buku ini di beberapa buku lain yang saya baca seperti The Perks of Being A Wallflower. Awalnya saya tertarik karena embel “Pulitzer” yang didapatkannya. Pada goodreads pun buku ini termasuk pada banyak popular list, bahkan menjadi nomor satu. Saya belum membaca sinopsis dan review nya darimanapun sampai saya membacanya disini.

    Saya saat tertarik dengan tokoh Atticus. Kalimat anda “Setiap kata yang diucapkan Atticus sangat berharga bagi keseluruhan buku ini” membuat saya semakin bertanya-tanya kalimat bijak apa yang dikatakannya yang akan mengispirasi saya. Great review, membuat saya semakin ingin membaca buku ini secepatnya 🙂

  6. Dari dulu pengeeeeeeeeeeeeeeeeeen baca buku ini. Rasa kepengen ini muncul pas baca The Perks of Being a Wallflower itu. Padahal sama sekali nggak tahu ini buku apa, tapi kok kayaknya bisa mempengaruhi hidup si siapa-itu-tokoh-utama-di-novel-itu.

    Habis penasaran itu, TKaM langsung masukin WL tanpa sekalipun baca review atau sinopsisnya, haha. Baru baca review-nya di sini jadi. *pecah telur*

    Tapi untung review-nya pendek, jadi nggak banyak bocoran di sana-sini. Dan kayaknya nggak salah saya jadiin novel ini WL pas baca review Mbak Mel. Uwoh, sepertinya memang se”dalam” yang saya pikirkan pas ngeliat judul novel ini di novel-YA-itu.

  7. Semakin membaca review-review buku ini, terutama review dari kak Melmarian, semakin membuat saya penasaran dengan buku ini. Karena dari semua review yang saya baca membuat buku ini menjadi salah satu daftar ‘must read’ saya. Dengan ceritanya yg begitu menarik, mengajarkan banyak nilai-nilai, terutama persamaan derajat.

  8. Aku masih belajar banget nge-review buku, mbak
    Dan kukira, reviewku jauh di bawah mbak.e
    Hehehee…
    Tapi setidaknya dari sini aku juga banyak belajar bagaimana bisa nge-review buku. Soalnya buku yang kureview ini buku terjemahan juga, hehehehe

  9. Ini salah satu harta peninggalan Harper Lee. Wajib baca dan wajib punya sebelum jadi buku langka. Ngomong-ngomong review-nya juga bagus. Bikin penasaran dan gak spoiler.

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s