Home » Book Reviews » 5 star review » Perjalanan Ajaib Edward Tulane – Kate DiCamillo

Perjalanan Ajaib Edward Tulane – Kate DiCamillo

edward tulane“Aku pernah disayang,” kata Edward.
“Jangan bicara soal kasih sayang padaku.”

Dahulu, ada seekor kelinci porselen yang amat disayangi oleh seorang gadis cilik. Edward Tulane, demikian nama kelinci itu. Ia sangat bangga akan dirinya sendiri, karena ia hampir seluruhnya terbuat dari porselen, sedangkan telinga dan ekornya terbuat dari bulu kelinci asli, dan Abilene, gadis cilik pemiliknya, selalu mendandaninya dengan pakaian-pakaian indah yang dijahit khusus. Meski tak dapat bicara, Edward dapat mendengar dan melihat sekelilingnya, dan ia sangat benci bila disebut boneka.

Walaupun Abilene sangat menyayanginya, hati Edward tetap dingin. Sampai suatu hari, Edward hilang! Ia jatuh ke laut. Disinilah Edward memulai perjalanan ajaibnya dan mengalami banyak hal. Ia diselamatkan oleh seorang nelayan, dibuang di tempat pembuangan sampah, dipungut oleh gelandangan, dibuang dari kereta, digantung di tempat orang-orangan sawah, diambil oleh anak lelaki untuk adik perempuannya yang sakit, melihat anak itu meninggal, menari di kota, kepalanya dipecahkan orang, disatukan kembali oleh tukang reparasi, dan berakhir di rak toko sang tukang reparasi boneka. Dalam perjalanannya, ia menjadi kelinci betina dan jantan, dan dipanggil dengan nama yang berbeda-beda.

Edward yang tadinya tak mampu membalas kasih sayang, akhirnya sedikit demi sedikit terbuka hatinya setelah menerima kasih sayang dari nelayan dan istrinya, dari gelandangan yang memungutnya, dan akhirnya ketika ia menjadi boneka kesayangan Sarah Ruth, anak perempuan yang sedang sakit keras. Ada sesuatu pada diri Sarah Ruth yang membuat Edward ingin melindunginya dan berbuat lebih untuknya. Namun kehangatan itu tak berlangsung lama.

Ketika ia akhirnya duduk menunggu di rak toko boneka selama beberapa waktu, Edward menyerah dan tak mau disayangi lagi. Sebuah boneka anak perempuan yang sudah sangat tua dan kepalanya penuh retakan berkata padanya, “Buka hatimu. Akan ada yang datang, akan ada yang datang menjemputmu. Tapi kau harus membuka hatimu dulu.”

Edward pun membuka hatinya lagi, menyimpan harapan bahwa akan ada yang datang menjemputnya. Dan akhirnya, di hari hujan di musim semi itu, Edward menemukan jalan pulang.

Dongeng yang luar biasa indah dan menyentuh, yang membuat saya agak menyesal mengapa saya tak pernah melirik karya-karya Kate DiCamillo sebelumnya.
Seperti kata pepatah, “Orang tidak tahu apa yang dimilikinya sampai ia kehilangan sesuatu itu” demikian juga moral yang dapat diambil dari kisah Edward Tulane. Balaslah kasih sayang dari orang-orang yang mengasihimu, selagi mereka semua masih ada dalam hidupmu.

Buku ini juga dilengkapi dengan ilustrasi-ilustrasi—atau menurut saya lebih tepat disebut lukisan-lukisan—yang begitu mendetail dan hidup, oleh tangan seorang bernama Bagram Ibatoulline. Kisah menyentuh dan lukisan-lukisan indah yang mewarnai setiap babnya, membuat buku ini to die for!

 

Detail buku:
Perjalanan Ajaib Edward Tulane (The Miraculous Journey of Edward Tulane), oleh Kate DiCamillo
188 halaman, diterbitkan 2006 oleh Gramedia Pustaka Utama
My rating: ♥ ♥ ♥ ♥ ♥

Advertisements

11 thoughts on “Perjalanan Ajaib Edward Tulane – Kate DiCamillo

  1. Ini buku yang di baca Kim Soo Hyun di My Man from Another Stars kan??????
    Beberapa bulan yang lalu (waktu baru selesai nonton dramanya), buku ini sempet berada di WISHLIST-ku untuk beberapa saat. Lalu, beberapa bulan yang lalu juga, aku menemukan buku ini di sela-sela rak toko buku Gramedia. Belakangan, aku baru tahu buku ini merupakan dongeng (mungkin cocok untuk dongeng sebelum tidur) atau fabel ya? #gaktahu yang penting, buku ini adalah buku yang menceritakan tentang kelinci, bukan kisah cinta manusia 😦 Awalnya sih sempet ‘bahhhh…..’ apa sih asiknya baca buku yang memuat perjalanan hidup kelinci? Fyi, buku dengan genre seperti isn’t my cup of tea. Aku bahkan tidak pernah membaca buku dongeng #masakecilsuram Yahh, The Mermaid pun aku belum baca (tapi filmnya udah kok^^ yang Ariel putri duyung kan?) #curhat
    Bahkan Mockingjaynya Mrs. Collins pun kamu hargai 3 hati saja, bagaimana bisa cerita tentang kelinci ini dihargai 5 hati?
    Pada akhirnya… mungkin aku akan ‘mulai’ membaca beberapa buku dongeng, mungkin bisa diawali dengan membaca buku ini lalu The Mermaid? hehe.
    btw, good reviews!

  2. AKU SUKA BANGET SAMA BUKU INI!
    Buku yang pantas diberi rating 5 bintang emang, aku juga ngasih rating segitudi GR 😄

    Buku ini sepet jadi booming karena orang-orang tau dari drama korea yang sempet ngehits itu, tapi waktu itu aku tertarik baca bukan karena hal itu, lebih karena liat beberapa review buku ini di kebanyakan blog (juga review di GR) yang selalu dipenuhi komentar positif bahkan pada banyak yang ngasih rating tinggi, aku penasaran dan memasukannya dalam wish list, alhamdulillah kesampean buat baca juga (walau rada telat yah, baru baca akhir 2014 kemarin haha) dan setelah baca, emang buku ini layak banget dikasih komentar positif dan rating yang tinggi. Aku baru pertama kali baca buku dengan embel-embel “novel anak” tapi aku rasa, ceritanya daleeeeeeeem banget nggak cuma cocok buat anak-anak tapi aku selaku orang yang–boleh dikatakan–udah dewasa pun sangat menikmati buku ini. Buku yang sangat menyenangkan, aku menutup buku ini dengan perasaan sangat puas, walaupun aku nggak sampe mewek-mewek sih, tapi beneran ikut berkaca-kaca menikmati perjuangan Edward yang nggak mudah dan penuh lika-liku. Dari buku ini, aku jadi ngefans sama Kate DiCamillo deh jadinya *telat ngefans mungkin ya hahaha*

    Buku yang isisnya bagus, ceritanya menyenangkan ditambah ilustrasinya yang super keren dan unyu bener-bener bikin betah banget buat bacanya. :))
    Idenya bagus ya, tentang kelinci porselen yang tanpa sadar melakukan perjalanan ajaibnya. Baca ini, aku jadi mikir, gimana ya andaikan boneka beneran bisa bicara? Mungkinkah mereka seperti Edward? :))
    Dan, diluar ekspetasi, aku sempet mikir kalo novel anak itu bukan bacaan yang cocok untuk orang yang udah dewasa, tapiiiiiiiiiiii berkat buku ini presepsi aku jadi berubah total. Yeaaa, Don’t judge book by its genre! *maksa*

    *peluk cium untuk Edward* ❤ :*

  3. Aku juga merasa hal yang sama, Mbak. Kenapa baru ini aku baca karya Kate DiCamillo? Hehehehe! Aku udah baca dan ini adalah salah satu buku anak favoritku. Belajar mencintai, mungkin pesan itu yang ingin disampaikan penulisnya.

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s