Home » Events » 1001 Books » Kisah-kisah Tengah Malam – Edgar Allan Poe

Kisah-kisah Tengah Malam – Edgar Allan Poe

Kisah-kisah Tengah Malam Kisah-kisah Tengah Malam by Edgar Allan Poe

My rating: 4 of 5 stars

“Mereka yang berkeliaran di lembah itu
Melihat sesuatu di balik dua jendela istana
Roh gentayangan bergerak dan berdansa
Mengikuti irama suling yang ditiup;
Di atas takhta, duduklah
Seorang penguasa istana
Gagah dan penuh kemenangan.”

“Istana Berhantu” dari Misteri Rumah Keluarga Usher (1839)

Kisah-kisah Tengah Malam yang judul aslinya adalah Tales of Mystery and Terror, adalah kumpulan tiga belas cerita pendek bertema horor gotik karya Edgar Allan Poe.

Inilah judul ketiga belas cerita pendek yang ada dalam Kisah-kisah Tengah Malam sesuai daftar isi:

  1. Gema Jantung yang Tersiksa
  2. Pesan Dalam Botol (namun di halaman cerita judul yang tercantum adalah Catatan dalam Botol)
  3. Hop-Frog
  4. Potret Seorang Gadis
  5. Mengarungi Badai Maelström
  6. Kotak Persegi Panjang
  7. Obrolan dengan Mummy
  8. Setan Merah
  9. Kucing Hitam
  10. Jurang dan Pendulum
  11. Pertanda Buruk
  12. William Wilson
  13. Misteri Rumah Keluarga Usher

Jika Anda belum pernah mengenal atau mendengar nama Edgar Allan Poe, beliau adalah seorang penulis cerita pendek, penyair, dan kritikus sastra kelahiran Boston, Amerika Serikat, yang hidup antara tahun 1809-1849 (umurnya pendek hanya 40 tahun), dan boleh disebut sebagai salah satu pelopor genre horor/misteri/teror/suspens di masanya.

Dalam Kisah-kisah Tengah Malam, pembaca akan dibawa ke dalam situasi dan tempat yang berbeda-beda; di dalam rumah tua yang seram, di atas kapal yang dilanda badai, di atas tebing curam, dalam istana raja, dan di dalam penjara yang gelap pekat.
Salah satu ciri khas Poe adalah penggunaan sudut pandang orang pertama atau “Aku” dalam setiap cerita dalam buku ini. Uniknya, hampir-hampir tak ada penjelasan mengenai “Aku” di setiap cerita. Tidak ada nama, kecuali dalam cerita pendek berjudul William Wilson ketika si “Aku” menyebut dirinya dengan nama yang sama dengan judul cerita pendek tersebut. Dalam beberapa cerita yang lain, disebutkan bahwa “Aku” memiliki istri, jadi jelaslah dalam cerita pendek itu sang tokoh utama adalah seorang laki-laki.

Ciri khas Poe yang kedua, yaitu penggambaran sedemikian rupa kondisi psikis sang tokoh utama dalam cerita, yang sarat kegilaan, dicekam ketakutan dan teror yang berkecamuk dalam jiwa dan benak. Pada cerita pertama, Gema Jantung yang Tersiksa, pembaca diajak menyelami kegilaan yang dialami sang tokoh utama, seseorang yang telah membunuh seorang tua dan menyembunyikan tubuhnya di bawah lantai kayu.
Selain itu, dari cerita-cerita yang dituturkan, kita dapat melihat betapa Poe adalah orang cerdas yang berpengetahuan luas.
Di dalam cerita Catatan Dalam Botol dan Mengarungi Badai Maelström, Poe memaparkan dengan panjang-lebar mengenai terjadinya badai yang menggulung laut. Saya pribadi berpendapat kedua cerita tersebut agak melelahkan untuk dibaca, karena panjangnya penjelasannya. Namun membaca Obrolan dengan Mummy menjadi angin segar bagi saya, karena wacana mengenai mumifikasi ras tertentu di Mesir adalah baru bagi saya.

Cerita favorit saya dari semuanya adalah Setan Merah, yang menurut saya paling menakutkan sekaligus menakjubkan. Dalam cerita ini Poe membuktikan bahwa beliau adalah benar-benar seorang master horor yang mampu membangun cerita yang membuat pembacanya tak berani menarik napas ketika membaca.

Secara keseluruhan, membaca Kisah-kisah Tengah Malam membuka jendela yang sama sekali baru bagi pembaca yang belum pernah mengecap karya Poe sebelumnya, membawa kita semua di alam yang mungkin asing, tapi sungguh menantang.
Sedikit saran saja bagi Anda yang agak penakut, walaupun judul buku ini Kisah-kisah Tengah Malam, saya tak akan menyarankan Anda untuk membacanya pada tengah malam, karena mungkin—mungkin saja, bisa timbul imajinasi liar dalam kepala Anda dan akhirnya Anda mengalami salah satu cerita horor khas Edgar Allan Poe. ;-P

View all my reviews

Softcover, 245 pages
Published December 28th 2010 by Gramedia Pustaka Utama
Price IDR 40,000

Advertisements

9 thoughts on “Kisah-kisah Tengah Malam – Edgar Allan Poe

  1. well, aku baca buku ini,,, tapi aku radakk gg ngertii makna satu per satu ceritnaya,, sulit bangettt mencernanya…. tp baguss sihh emagg hehehe…

  2. Pingback: 203th Anniversary of the Master of Macabre, Edgar Allan Poe « surgabukuku

  3. Pingback: Review: Just So Stories, by Rudyard Kipling « Surgabukuku

  4. Pingback: Review: Fiksi Lotus, Vol. 1: Kumpulan Cerpen Klasik Dunia « Surgabukuku

  5. Buku ini masuk salahsatu wishlistku. Aku bukan penggemar fanatik buku2 horror sebenarnya. bbrapa bulan yg lalu aku baru baca buku Aku tahu kamu hantu karya Eve shi. hahaha itu buku horor pertama yg ku baca. dan sampai suatu saat aku lagi mampir ke salah satu Blog dan membaca review tentang buku ini, cukup menyeramkan juga klo baca reviewnya, dan karena banyak komentar “wajib baca” makanya aku tertarik untuk membacanya^^
    Baca judul2nya aja udah bikin aku jadi KEPO abis seberapa seramnya buku ini;)

  6. Wow. Udah lama aku ngedenger nama Edgar Allan poe, tapi ga pernah baca buku nya. Dan pas banget buku ini yang pertama aku baca😍😍😍♥ omaigaaat cerita nya kereen, dia bisa nulisin cerita yang biasa aja tapi jadi keren karena pengolahan kata kata nya♥♥♥♥♥ biasanya novel horror yang aku baca itu cuma sherlock holmes, yang memang lebih terarah ke analisis kasus misteri gitu ya, tapi pas baca ini, horror nya kerasa paraah😂😂😂 bener nih, bisa nimbulin imajinasi imajinasi yang bikin kita takut sendiri😂 hahaaha cinta banget laah sama buku inii😍♥😁

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s