Home » Book Reviews » 4 star review » I Am Number Four – Pittacus Lore

I Am Number Four – Pittacus Lore

 I Am Number Four (Lorien Legacies, #1)THEY WALK AMONG US.

Kami hidup tersamar di tengah-tengah kalian,
menunggu hari saat kami akan saling bertemu untuk bertempur terakhir kalinya.
Bila kami menang, kalian akan terselamatkan.
Bila kami kalah, semua akan musnah.
Mulanya kami bersembilan.
Tiga mati.
Akulah Nomor Empat.
Berikutnya adalah giliranku.

Sepuluh tahun lalu, planet Lorien dihancurkan oleh kaum Mogadorian. Sembilan anak dan sembilan Penjaga dikirim ke bumi, sebagai harapan terakhir untuk mencegah kepunahan bangsa Loric. Bangsa Loric terbagi menjadi dua jenis, Garde adalah warga yang memiliki Pusaka atau kekuatan, dan Cêpan atau Penjaga yang tidak memiliki kekuatan. Cêpan bertugas menjalankan planet, sementara tugas Garde adalah mempertahankan planet. Suatu mantra dilakukan oleh tetua-tetua Lorien kepada kesembilan anak itu yang menyebabkan mereka hanya bisa dibunuh secara berurutan. Dan setiap anak memiliki tanda pada tubuhnya sehingga mereka akan tahu ketika salah satu dari mereka terbunuh.

Saat merasakan goresan ketiga di pergelangan kaki kanannya, Nomor Empat dan Cêpannya, Henri, lari ke Paradise, Ohio. Selama ini mereka selalu berpindah-pindah tempat, tujuan mereka selalu kota kecil, dan setiap kali mereka pindah, Nomor Empat selalu punya identitas baru dan sekolah baru. Saat ini ia bernama John Smith.

Hari pertama di sekolah barunya, John terlibat masalah dengan Mark James, si bintang football sekolah. Dan di hari yang sama, Pusaka pertama John muncul. Cahaya keluar dari kedua telapak tangannya. Seperti yang sudah dijelaskan diatas, Garde memiliki Pusaka atau kekuatan– yang banyak macamnya mulai dari kemampuan untuk menjadi tidak terlihat, membaca pikiran, terbang, sampai kemampuan untuk mengendalikan cuaca. Setiap Garde punya banyak Pusaka sekunder dan satu Pusaka utama, yang paling kuat, yang akan digunakan untuk bertempur melawan musuh.

Di Paradise juga, John akhirnya merasakan seperti apa punya sahabat sejati yang memahaminya. Ia bertemu dengan Sam Goode, anak lelaki ceking yang terobsesi dengan alien. Dan John juga jatuh cinta, dengan Sarah Hart, cewek cantik mantan cheerleader dan sekarang menjadi fotografer sekolah, sekaligus mantan pacar Mark James. Diam-diam ia tidak ingin meninggalkan Ohio. Ia sudah lelah berpindah-pindah tempat terus menerus.

Sementara itu, ternyata pengintai-pengintai Mogadorian sudah sangat dekat dengan mereka! John punya dua pilihan– lari ke kota selanjutnya bersama Henri, atau tinggal dan melawan– karena Pusakanya telah muncul dan berkembang– ia bertambah kuat setiap hari!

Kisah sci-fi remaja yang fast-paced (beralur cepat) dan menegangkan (konon yang jantungan tidak disarankan untuk membaca buku ini ;p) ini ditulis oleh Pittacus Lore, pseudonym dari James Frey dan Jobie Hughes. Di buku dijelaskan bahwa Pittacus Lore adalah salah satu dari tetua Lorien yang sekarang berada di bumi. Lucunya, kedua nama itu dipakai menjadi identitas alternatif untuk Nomor Empat selanjutnya, hanya saja dibalik, menjadi James Hughes dan Jobie Frey.

Ada 3 hal yang ingin saya sampaikan mengenai buku ini:
1. Ide ceritanya tidak benar-benar baru.

Makhluk luar angkasa yang mempunyai kekuatan super? Yang ada di benak kita pastilah si Kal-El dari planet Krypton, yang di Bumi dikenal dengan nama Clark Kent atau Superman.
Alien yang menginvasi planet lain (dan Bumi)? Sudah sering juga. Yang masih segar dalam ingatan saya adalah adaptasi film War of the Worlds nya H.G. Wells yang dibintangi Tom Cruise.
Alien yang mewujud sebagai manusia (usia remaja) dan jatuh cinta? Eh, dulu pernah ada serial Roswell yang dipenuhi aktor-aktris muda yang ganteng dan cantik, termasuk Katherine Heigl yang saat itu belum sebeken sekarang. Dan tentu saja serial Smallville.
Bagaimana dengan kisah cinta John-Sarah? Biasa saja, standar cinta-cintaan ala remaja. Penggemar romance jangan terlalu banyak berharap pada buku ini, apalagi membandingkannya dengan seri Twilight (entah kenapa seri Lorien Legacies disebut-sebut sebagai The Next Twilight Saga, padahal jelas-jelas berbeda).
Namun demikian, sang penulis mampu mengemas kisah ini menjadi sajian yang mengasyikkan dan menantang, dengan banyak aksi di dalamnya.

2. Seperti dalam banyak sci-fi lain, selalu ada hal-hal yang menjadi tanda tanya. Misalnya, apa sebenarnya tujuan para tetua Lorien memantrai kesembilan anak itu sehingga mereka hanya bisa dibunuh secara berurutan? Di buku ini dijelaskan bahwa kekuatan para tetua tidak cukup untuk, katakanlah, melindungi kesembilan anak itu sehingga tidak ada yang mampu melukai mereka. Tetap saja ini tanda tanya besar bagi saya. Di buku juga tidak dijelaskan apakah Garde dan Cêpan hanya bisa menikah dengan jenisnya sendiri atau tidak. Kemudian, bagaimana cara kaum Mogadorian berbaur dengan manusia Bumi jika penampilan fisik mereka begitu mengerikan? Juga bagaimana menyembunyikan binatang-binatang buas dari planet Mogadore? Mudah-mudahan ada jawaban dari pertanyaan-pertanyaan saya di buku-buku selanjutnya, walaupun saya sih tidak terlalu berharap juga ;p

3. Ini poster film I Am Number Four yang akan tayang Maret 2011 ini, sekaligus juga cover buku edisi terjemahan Indonesia yang diterbitkan Mizan Fantasi.

descriptionFoto: Flickr.com

Sedangkan ini adalah official poster untuk film I Am Number Four di UK:

descriptionFoto: iamnumberfour.co.uk

Nomor Empat atau John Smith di buku berusia 15 tahun, apakah sosok di poster tampak seperti remaja 15 tahun bagi anda? (jawab sendiri deh ;p)

Btw, si ganteng Alex Pettyfer yang memerankan Nomor Empat, tahun ini berusia 21 tahun. Kalau filmnya keluar saya ingin menontonnya, meski tidak dengan ekpektasi terlalu tinggi mengingat banyak film yang diangkat dari buku hasilnya mengecewakan 😐

Dan akhirnya, saya mau menutup review yang udah kepanjangan ini 😀
Overall, I Am Number Four adalah buku yang sayang untuk dilewatkan, terutama bila anda mencari buku yang menghibur, penuh aksi dan ketegangan. Terjemahannya mulus dan minim typo. Penampilan fisik buku edisi Indonesianya juga keren, dengan cover hologram, kertas bagus yang enteng, juga terselip bookmark di dalamnya (walau saya perhatikan, logo Mizan Fantasi di bookmark terbalik!) Hehe, maaf kalo saya menjadi pembaca yang terlalu pay attention kepada hal remeh temeh :p

Makasih banyak buat Penerbit Mizan yang mengirimkan buku ini buat saya!

Sedikit bocoran, terjemahan Indonesia dari buku kedua seri Lorien Legacies, berjudul The Power of Six, akan terbit akhir 2011.

Jadi, setelah anda membaca review ini, apakah anda jadi tertarik untuk membaca bukunya sebelum filmnya keluar? Atau malah memutuskan untuk nonton filmnya saja? You decide!

View all my reviews

Softcover, Indonesian Edition, 500 pages
Published January 18th 2011 by Pustaka Mizan (first published July 2010)
Price IDR 59.000

Advertisements

7 thoughts on “I Am Number Four – Pittacus Lore

  1. haii mel.. resensinya menarik ^^d

    tapii pingin nonton filmnya nih, kalo dari review penonton filmnya cukup bagus dan gak terlalu mikir. eh, btw si alien john smith di cerita umurnya 15 tahun ya? honestly, alex pettyfier terlihat 15 tahun lebih tua, hehee.. 🙂

    • Wah, jadi tersipu2 nih ada temen sendiri yg mampir ke blogku, heheheee…

      Baca bukunya sendiri udah berasa kayak nonton film kok Fri, soalnya alurnya cepet banget.
      Tapi aku juga penasaran sih sama filmnya, mestinya bagus (produser nya Michael Bay… -_-)

      ‘Bout Alex Pettyfer… yep, he’s hot, but he’s so not 15-years-old. Mungkin di film umur John Smith ditambah beberapa tahun. ;-P

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s