Home » Book Reviews » 4 star review » The Iron King – Julie Kagawa

The Iron King – Julie Kagawa

Phew! Menyelesaikan membaca buku ini penuh perjuangan! Tapi bukan karena bukunya jelek lho… 😉

Yang pertama, saat saya mulai baca buku ini mood memang lagi jelek dan kejenuhan menyerang setelah baca Jane Eyre setebal 688 halaman.

Kedua, setelah sampai dengan selamat (walaupun agak kepayahan) di hal. 368, betapa kagetnya saya ketika melihat halaman di sebelah 368 bukan 369, tapi 385!!! Emosi rasanya naik ke ubun-ubun, pas lagi seru-serunya lha kok halamannya loncat! Esok harinya saya ke Togamas Diponegoro Surabaya untuk menukar buku yang cacat itu. Syukurlah dengan pelayanan dari staff Togamas Dipo yang memuaskan, saya akhirnya membawa pulang copy The Iron King pengganti, walau buku yang lama sudah sempat saya coret-coret dengan nama dan paraf saya! ;-p. (untunglah juga saya masih nyimpen bukti pembeliannya, moga jadi pelajaran buat teman-teman, sehabis beli buku, bukti pembeliannya jangan langsung dibuang yah!)

Oke, cukup cuap-cuapnya, back to the review. Here we go…


 

 

 

“Kaupikir tidak ada yang namanya faery di dunia ini? Kami ada dimana-mana, di tempat tidurmu, di lotengmu, berpapasan denganmu di jalan.”

 

 

 

MEGHAN CHASE mengira dirinya hanya seorang remaja biasa, sampai ia berulang tahun yang keenam belas. Hal-hal aneh mulai terjadi padanya, dan keanehan itu memuncak ketika adik tirinya, Ethan, bertingkah seperti seekor binatang buas. Betapa kagetnya Meghan ketika Robbie, sahabatnya, mengatakan bahwa Ethan telah diculik kaum faery, dan makhluk yang ada dirumah Meghan adalah changeling. Bahkan, Robbie sendiri pun adalah faery yang bernama asli Robin Goodfellow atau lebih sering dipanggil Puck!

Maka demi menyelamatkan adiknya, Meghan dan Puck pergi ke Nevernever, rumah segala kaum faery atau fey. Nevernever terbagi menjadi 2 teritorial, Istana Musim Panas/Istana Terang adalah daerah kekuasaan Raja Oberon dan Ratu Titania, sedangkan Istana Musim Dingin/Istana Gelap dikuasai oleh Ratu Mab. Meghan dan Puck menempuh perjalanan yang penuh bahaya menuju ke Istana Terang, dikejar-kejar oleh berbagai makhluk fey, juga diburu oleh putra termuda Ratu Mab, Pangeran Ash, yang sangat tampan sekaligus dingin. Seekor cait sith bernama Grimalkin juga menyertai perjalanan mereka (kalau kamu penasaran apa itu cait sith, coba ingat-ingat tokoh Cheshire Cat di Alice in Wonderland, makhluk seperti itulah si Grimalkin ini).

Sesampainya mereka di istana Terang, Meghan mengetahui kebenaran yang sangat mengagetkan mengenai dirinya. Dan ternyata Ethan tidak ada di Istana Musim Panas maupun Istana Musim Dingin, namun diculik oleh oknum yang disebut Raja Besi. Tanpa ada yang tahu, suatu kaum fey baru telah lahir, yaitu fey besi, yang terbentuk dari mimpi-mimpi manusia akan teknologi. Kehadiran mereka mengancam eksistensi kaum fey yang sudah ada selama berabad-abad lamanya!

Berhasilkah Meghan menyelamatkan adiknya? Dan bagaimana nasib Faeryland yang kian hari kian sekarat karena digerogoti keberadaan fey besi?

###

The Iron King karya Julie Kagawa adalah novel bergenre fantasy/young adult yang menurut saya, komplit. Mengapa komplit? Karena begitu banyak makhluk faery yang muncul dalam buku ini, mulai dari changeling, troll, sidhe, dwarf, redcap, ogre, siren, gremlin, cait sith, pixie, dan lain-lain. Penulis dengan jempolan menggambarkan faery, demikian juga deskripsi masing-masing makhluk fey yang beda jenisnya, beda pula karakternya. Ketegangan dalam adegan-adegan aksinya pun berhasil dibangun dengan baik. And last but not least, adegan romantis yang ada juga mampu membius pembaca, apalagi karena cinta yang tumbuh antara Meghan dan Ash jelas-jelas adalah forbidden love, mengingat sebenarnya mereka adalah musuh. Perlu dicatat, meskipun buku ini berlabel Harlequin Teen, pembaca tidak akan menemukan adegan romantis sebelum pertengahan buku.

Beberapa hal menarik dari dunia faery a la Julie Kagawa adalah sebagai berikut:

1. Dalam dunia faery, perjanjian adalah sesuatu yang sangat mengikat, sehingga tak mungkin melanggar janji tersebut. Maka membuat perjanjian dengan faery sangat-sangat tricky karena mereka cenderung memanfaatkan hal ini untuk menjeratmu dan meminta hal-hal seperti kenangan terindah yang kau miliki, atau bahkan anak pertamamu.

2. Kaum faery dapat eksis karena mendapat energi dari mimpi-mimpi manusia. Nah, seiring dengan perkembangan teknologi, impian-impian manusia pun bergeser, menjadi impian-impian yang sarat teknologi. Inilah yang melatarbelakangi lahirnya fey besi. Ide tentang fey besi ini sangat brilian sekaligus menyadarkan kita, bahwa di satu segi teknologi sangat membantu kehidupan manusia, namun di sisi lainnya teknologi telah begitu rupa menggerus sisi-sisi kemanusiaan tertentu kita sehingga tempat bagi mimpi dan imajinasi semakin sempit dalam benak manusia.

3. Karakter Oberon, Titania, dan Puck diambil dari A Midsummer Night’s Dream, dongeng karya sang master komedi dan tragedi asal Inggris, William Shakespeare. Saya hanya membaca versi Saddleback Illustrated Classics dari karya ini, karena kalau membaca versi aslinya yang berbahasa Inggris “jadul” otak saya bisa-bisa njarem, hehehe… Julie Kagawa mencomot karakter-karakter dongeng klasik ini dengan gaya yang segar.

Saya sebenarnya bisa sangat menikmati membaca buku ini, jika tidak terganggu oleh banyaknya typo. Terjemahannya juga lumayan, walaupun di beberapa bagian tetap membuat saya mengangkat sebelah alis, karena rasanya kok kurang pas. Kemudian, tidak adanya catatan kaki mengenai berbagai macam makhluk faery itu, cukup menyulitkan bagi pembaca yang tidak mau repot-repot googling untuk mencari tahu deskripsi makhluk-makhluk itu. Alangkah baiknya kalau ada ilustrasi yang menjelaskan penampilan fisik makhluk-makhluk khayalan tersebut (Eh tapi, ilustrasi di novel fantasy young adult, relevan nggak yah? Hehehe).

Semoga hal-hal ini dijadikan PR oleh Penerbit Kubika sehingga ketika buku kedua Iron Fey, yang berjudul The Iron Daughter terbit, gangguan-gangguan ini sudah bisa diatasi, karena sungguh seri Iron Fey ini merupakan buku fantasi yang luar biasa sehingga sayang jika terganggu oleh typo dan terjemahan yang kurang pas.

Detail buku :
“The Iron King”, oleh Julie Kagawa
462 halaman, diterbitkan 2011 oleh Penerbit Kubika
My rating : ♥ ♥ ♥ ♥

Advertisements

11 thoughts on “The Iron King – Julie Kagawa

  1. pengen baca buku ini, pertama karna ini terjemahannya mba Zaizai :v. kedua, karna covernya keren. dan ketiga, misalnya aku udah selese baca dan ternyata suka banget. maka akan aku buat penerbit indonesia mana pun mau nerjemahin dan nerbitin sekuelnya yang konon tak kunjung juga muncul. karna biasanya aku jago kalo masalah bujuk membujuk 😄

  2. Buku ini tuh wishlist aku yang belum terwujud2 sejak dua tahun yang lalu .__.
    Gak tau kenapa belum jodoh kali ya.

    Pertama kali tahu buku ini tuh awalnya ada yang ngasih rekomendasi di Goodreads karena dia tau aku suka buku YA fantasi. Aku bener-bener penasaran sama ceritanya karena dirating bagus sama banyak orang. Cuma kalo baca e-book itu rasanya males banget 😄

  3. Buku ini bagus.. Buku pertama yang saya baca tentang fairy.. Bener kata mbak mel.. Dibuku ini untuk penggambaran. Mahluk faery gak kurang.. Jadi saya sebagai pembaca Fantasy pemula agak kesulitan untuk menggambarkan bentuk-bentuk mahluk faery yang ternyata cukup banyak jenisnya….
    Untunglah saya masih bisa punya buku terjemahannya yang sudah lumayan langka di toko buku.. Tapi sedih juga yaa.. setelah 4 tahun ga ada kabar baik mengenai lanjutan terjemahannya.. Hiks..

  4. Beberapa hari yang lalu, aku baru aja selesai baca buku ini. Sebenernya udah lama ada di timbunan, ya karena label harlequin teen.nya itu, aku kira bakal lebih banyak romance.nya. Aku cukup menikmati buku ini, terharu dan ikut sedih sama Puck.

    Ya, memang jadi hal yang menarik ketika bantuan selalu dianggap hutang, perjanjian jadi sangat mengikat, dan mereka selalu mengakali kalimat perjanjian tersebut demi keuntungan pribadi.

  5. Buku ini sayangnya tidak dilanjutkan penerbitannya sebab penerbitnya kolaps.
    Keren, dan memang pembaca fantasi pemula akan kerepotan mengenai ragam makhluk yg ada di buku ini.
    Yah, menurut saya, Julie Kagawa menarik semua makhluk fantasi itu lebih dekat ke alam nyata. Sangat dekat, sedekat jarak tempat tidur kita ke pintu lemari 😀

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s