Home » Book Reviews » 4 star review » Keluarga Penderwick (The Penderwicks) – Jeanne Birdsall

Keluarga Penderwick (The Penderwicks) – Jeanne Birdsall

Saya baru tahu keberadaan buku ini ketika berburu buku murah di Kompas Gramedia Fair Surabaya, di Gramedia Expo. Beruntung sekali bisa mendapatkan buku ini dengan harga yang super duper murah, dan saya sangat menikmati membacanya!

Cerita dimulai ketika keluarga Penderwick, yang beranggotakan seorang profesor botani dan keempat anak perempuannya, serta seekor anjing bernama Hound, berlibur musim panas di sebuah tempat bernama Arundel. Arundel adalah sebuah mansion luar biasa besar dan mewah yang dikelilingi taman yang indah dan rapi. Keempat gadis Penderwick adalah Rosalind, dua belas tahun, yang tertua dan paling cantik, bijaksana dan bertanggung jawab; kemudian Skye, sebelas tahun, yang tomboi dan terpandai dari semuanya; Jane, sepuluh tahun, yang bercita-cita menjadi penulis hebat dan punya alter ego bernama Sabrina Starr (yang adalah pahlawan dalam cerita-ceritanya); serta Batty si bungsu yang baru empat tahun yang manis dan sangat polos.

Akibat insiden di hari pertama mereka di Arundel yang melibatkan Skye, mereka akhirnya bersahabat dengan Jeffrey Tifton, putra pemilik Arundel. Jeffrey anak yang sangat asyik, sementara ibunya, Mrs. Tifton, telah menjadi sosok yang ditakuti gadis-gadis Penderwick bahkan sebelum mereka memasuki Arundel, karena Mrs. Tifton pemarah dan sangat overprotektif terhadap tamannya. Gadis-gadis Penderwick juga bersahabat dengan Cagney, si pemuda tukang kebun yang tampan dan punya dua ekor kelinci sangat lucu bernama Yaz dan Carla, juga Churchie si pengurus rumah tangga, dan Harry si penjual tomat.

Hari-hari mereka di Arundel diisi dengan petualangan-petualangan mengasyikkan, yang seringkali konyol namun sangat seru. Misalnya ketika mereka menyelamatkan Batty dari sapi jantan yang dikenal suka menyeruduk orang yang melanggar teritorinya. Insiden ketika dua kelinci Cagney lepas dari kandangnya. Dan juga ketika Jeffrey, Skye dan Jane bermain bola sampai lupa daratan justru ketika para juri Kontes Berkebun sedang menilai taman Mrs. Tifton. Peristiwa-peristiwa lain yang tak kalah serunya, terjadi sampai pada menjelang akhir libur musim panas. Dan sebelum mereka mengucapkan selamat tinggal kepada Arundel, keluarga Penderwick membantu Jeffrey untuk menghadapi ibunya yang kurang peduli terhadap putranya dan memaksanya masuk sekolah militer.

Beberapa orang mengatakan bahwa buku ini seperti gabungan antara The Secret Garden dengan Little Women. The Secret Garden memang menyajikan taman-taman yang indah dan kisah persahabatan, namun saya belum pernah membaca Little Women. Karakter para gadis Penderwick yang bengal-bengal adalah daya tarik utama cerita ini, saya kira. Kemudian kelincahan penulis dalam menggambarkan petualangan demi petualangan yang dialami para tokoh, dengan gaya konyol namun tetap terasa ketegangannya, dan juga ada adegan yang mengharukan, membuat saya sangat terhibur ketika membaca buku ini. Ini jenis bacaan yang akan saya baca lagi, lagi, dan lagi. Yang membuat saya kecewa hanyalah kenyataan bahwa Gramedia tidak menerbitkan sekuel dari The Penderwicks, yang berjudul The Penderwicks on Gardam Street. Jika ada, tentu saya akan sangat senang, ditambah lagi bahwa sekuel keduanya (alias buku ketiga), The Penderwicks at Point Mouette akan terbit Agustus 2011 ini. I’m craving for more of Jeanne Birdsall’s works!

Detail buku:
“Keluarga Penderwick” (judul asli: The Penderwicks: A Summer Tale of Four Sisters, Two Rabbits, and a Very Interesting Boy), oleh Jeanne Birdsall
291 halaman, diterbitkan Maret 2008 oleh Gramedia Pustaka Utama
My rating : ♥ ♥ ♥ ♥

Advertisements

4 thoughts on “Keluarga Penderwick (The Penderwicks) – Jeanne Birdsall

  1. Wah..kalo gini berarti nambah lagi “to-read” listku deh! Kapan jualannya ya kalo tiap kali datang buku baru langsung disembunyiin buat dibaca dulu? hmmm…

  2. Aku juga suka buku ini. ibarat makanan penutup: manis, segar dan ringan. bikin kepengen mengunjungi Arundel Hall 😀

    btw saya baru tau kisah kakak-adik penderwick ini ada sekuelnya. syg ga diterbitin lagi ya 😦

  3. Uwa, saya pernah mendapat rekomendasi dari kak bZee mengenai buku ini, dan setelah membaca review kakak saya jadi makin penasaran mengenai seperti apa isi bukunya 😀
    Saya diberitahu kalau ceritanya sebenarnya “sederhana”, tapi ditulis dengan sangat baik. Dari review kakak saya jadi lebih banyak dapat gambaran mengenai seperti apa cerita bukunya dan rasanya saya bakalan menikmatinya juga, hehe. Kayaknya bakalan lucu banget, kehidupan di latar rumah besar seperti Arundel, tempat mereka bisa bebas main-main dan jalan-jalan.
    Yah, kalau bisa baca buku bagus dengan isi yang “sederhana”, kenapa harus cari yang “rumit-rumit”? xD
    Terlebih lagi bahwa tokoh2 The Penderwicks nya ini adalah saudara2 perempuan, saya juga jadi tertarik ingin melihat seperti apa interaksi mereka xD Saya memang selalu gampang kecantol sama buku dengan tokoh2 yang memang berkeluarga daripada “sekedar teman”, ups.
    Kira2 dari mana ya saya bisa dapat baca buku ini :’3 Terbitan tahun 2008 ya ternyata, semoga ada kesempatan 😀 Terima kasih reviewnya ya kak^^

  4. Pingback: Bacaan Liburan Campur Aduk a la Surgabukuku (dan Mini-Reviews) | Surgabukuku

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s