Home » Book Reviews » 4 star review » Di Mana Ada Cinta, Di Sana Tuhan Ada – Leo Tolstoy

Di Mana Ada Cinta, Di Sana Tuhan Ada – Leo Tolstoy

”Tidak pernah akan ada saat di mana orang tidak perlu saling mengasihi.”

– 1 Korintus 13:8, terjemahan Bahasa Indonesia sehari-hari

***

Manusia diciptakan sebagai makhluk yang mencintai, karena Tuhan sendiri adalah pribadi yang penuh dengan cinta. Di Mana Ada Cinta, Di Sana Tuhan Ada, demikian judul kumpulan cerita pendek karya Leo Tolstoy ini. Melalui lima cerpen karyanya, pembaca akan diajak merenungkan apakah hidup mereka telah diisi dengan cinta tanpa pamrih kepada sesama.

Tuhan Akan Bertamu ke Rumahku!

Martin Avdeich adalah tokoh utama dalam cerpen pertama yang berjudul sama dengan buku ini. Martin adalah seorang pengrajin sepatu yang telah ditinggal mati oleh istrinya, dan begitu pula anak-anak mereka tidak ada yang bertahan hidup, kecuali seorang bocah lelaki yang dipanggilnya Kapiton. Ketika Kapiton jatuh sakit dan akhirnya juga meninggal dunia, Martin terpuruk dalam keputusasaan dan meninggalkan Tuhan.
Sejak kedatangan tamu seorang biarawan yang menasihatinya untuk hidup bagi Tuhan, hidup Martin pun berubah, ia mulai rajin membaca Kitab Suci dan menjadi seorang pribadi yang menyenangkan.
Suatu malam Martin bermimpi mendengar Tuhan berbicara bahwa Ia akan bertamu ke rumah Martin. Keesokan harinya, dengan hati berdebar-debar ia menanti di tokonya. Ternyata yang muncul adalah seorang lelaki tua yang kedinginan, seorang perempuan yang menggendong anaknya, dan seorang perempuan tua penjual apel. Lalu dimana Tuhan yang begitu dinantikan oleh Martin? Pada akhirnya Martin pun memahami bahwa Di Mana Ada Cinta, Di Sana Tuhan Ada.

Aku Mengampuni Engkau

Cerpen kedua yang berjudul Tuhan Tahu, tapi Menunggu bercerita tentang seorang saudagar muda bernama Aksionov, yang difitnah melakukan pembunuhan kepada seorang temannya. Aksionov dihukum dera atas kejahatan yang tak dilakukannya itu, kemudian selama dua puluh enam tahun ia menjalani kerja paksa di Siberia. Di penjara ia bertemu dengan pelaku pembunuhan temannya yang sebenarnya. Dan ia pun dihadapkan kepada pilihan untuk mengampuni orang itu atau tidak.

Haus akan Ajaran Tuhan

Perjalanan seorang uskup yang hendak berlayar ke suatu biara yang jauh mengawali cerpen ketiga yang berjudul Tiga Pertapa. Ketika sedang berlayar sang uskup mendengar cerita tentang keberadaan tiga orang pertapa yang tinggal di pulau tidak bernama. Sang uskup pun turun di pulau tersebut dan mengajarkan doa dan pemahaman tentang Kitab Suci kepada tiga lelaki tua yang bijaksana itu.

Hati yang Rela Berkorban demi Orang Lain

Cerpen keempat dan terpanjang di dalam buku ini berjudul Majikan dan Pelayan. Cerpen ini mengisahkan perjalanan seorang pedagang bernama Vasili dengan pelayannya, Nikita, pada suatu malam berbadai salju. Vasili yang aslinya seorang yang berwatak egois dan hanya memikirkan soal keuntungan yang bisa didapatnya lewat berdagang, tersentuh akan kesungguhan yang ditunjukkan pelayannya dalam menyertai sang majikan dalam perjalanan yang dapat membawa maut bagi mereka berdua. Di akhir dari perjalanan itu hanya seorang dari antara mereka berdua yang hidup, sementara yang satunya rela melepaskan hidupnya supaya rekannya tidak mati.

Apalah Arti Ibadahmu?

Dua Lelaki Tua adalah cerpen kelima dan terakhir di dalam buku ini, yang bercerita tentang Efim dan Elisha, dua orang lelaki tua yang bersahabat dan hendak pergi berziarah ke kota suci Yerusalem. Di perjalanan menuju Yerusalem, mereka sampai di suatu daerah yang terkena wabah penyakit dan penduduknya hanya tinggal menunggu maut. Elisha yang awalnya hanya hendak minta air kepada mereka, digerakkan oleh rasa belas kasihan dan membantu orang-orang itu, dengan pikiran bahwa ia bisa segera menyusul Efim. Namun kemudian ia bertanya pada dirinya sendiri, ”Apa gunanya menyeberang lautan untuk mencari Tuhan, bila selama itu aku kehilangan kebenaran yang ada di dalam diriku?” Elisha tinggal beberapa hari di situ dan berbuat lebih banyak lagi untuk orang-orang itu, sehingga ia tidak lagi menyusul Efim, melainkan langsung pulang ke rumahnya dari tempat itu. Sementara itu, Efim terus melanjutkan perjalanannya dan sampai ke Yerusalem. Ia beribadah kepada Tuhan di sana dan menyangka bahwa ia melihat Elisha ada di sana, sedang beribadah kepada Tuhan sama seperti dirinya.
Sepulangnya Efim ke rumahnya, ia mendapati bahwa ternyata Elisha tidak pernah menginjakkan kaki ke Yerusalem, namun ia juga telah beribadah kepada Tuhan, dengan cara menolong sesama yang membutuhkan pertolongannya.

Cerita ini mengingatkan saya pada lagu Kidung Jemaat yang berbunyi demikian:

“Apalah arti ibadahmu kepada Tuhan, bila tiada rela sujud dan sungkur?
Apalah arti ibadahmu kepada Tuhan, bila tiada hati tulus dan syukur.
Ibadah sejati jadikanlah persembahan. Ibadah sejati kasihilah sesamamu!
Ibadah sejati yang berkenan bagi Tuhan, jujur dan tulus ibadah murni bagi Tuhan.”

###

Itulah kelima cerita pendek yang tertuang di dalam Di Mana Ada Cinta, Di Sana Tuhan Ada, kumpulan cerpen terbaik karya sastrawan besar Rusia, Leo Tolstoy (1828-1910), yang dikenal lewat dua karyanya yang dahsyat, War and Peace (1863) dan Anna Karenina (1873). Buah tulisannya sederhana, namun sarat nilai-nilai religius dan moral yang membawa pembacanya pada perenungan diri sebagai ciptaan Tuhan yang diciptakan untuk mengasihi dan melakukan pekerjaan baik hingga akhir hayat.

Detail buku:

“Di Mana Ada Cinta, Di Sana Tuhan Ada” oleh Leo Tolstoy
197 halaman, diterbitkan Februari 2011 oleh Serambi Ilmu Semesta
My rating: ♥ ♥ ♥ ♥

Advertisements

6 thoughts on “Di Mana Ada Cinta, Di Sana Tuhan Ada – Leo Tolstoy

  1. Swear! sebelum saya meng-klik link komentar pun saya sudah berniat menulis bahwa saya memilih cerita yang pertama. Saya belum pernah baca bukunya tapi sepertinya cerita pertama adalah cerita yang paling mewakili judul buku ya. terima kasih

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s