Home » Book Reviews » 3 star review » Things Fall Apart – Chinua Achebe

Things Fall Apart – Chinua Achebe

Buku itu ajaib! Kalau saya pernah menyebut buku sebagai mesin waktu yang bisa membawa pembaca ke masa lalu maupun masa depan, buku yang saya review saat ini mempunyai fungsi seperti “pintu ajaib” nya Doraemon. Ya, jika sebelumnya saya jalan-jalan ke Venezia, kali ini saya dibawa ke Benua Hitam, Afrika. Tepatnya Nigeria yang menjadi setting cerita novel Things Fall Apart karya Chinua Achebe ini.

Tokoh sentral Things Fall Apart adalah Okonkwo, seorang lelaki bangsa Ibo yang terkenal tangguh. Pada usia delapan belas tahun saja ia sudah berhasil mengalahkan Amalinze si Kucing, seorang pegulat yang tak terkalahkan selama tujuh tahun. Saat Okonkwo dewasa pun ia dikenal sebagai lelaki yang kuat dalam segala hal, sehingga ia memiliki tempat terhormat di Umuofia, desanya. Okonkwo yang memiliki tiga istri dan sebelas anak sesungguhnya sangat takut terhadap kegagalan dan kelemahan, ia takut bahwa dirinya akan menyerupai ayahnya, yang dianggap seorang pecundang oleh klan. Karena itu dia amat membenci segala sesuatu yang disukai ayahnya—hal-hal yang bersifat feminin.

Suatu hari, desa Umuofia gempar karena berita bahwa salah seorang perempuan Umuofia dibunuh oleh seseorang dari desa tetangga, Mbaino. Sebagai ganti rugi, Mbaino harus menyerahkan kepada Umuofia seorang perempuan yang masih perawan untuk diperistri lelaki yang istrinya terbunuh, dan seorang anak lelaki. Si bocah yang bernama Ikemefuna tinggal di rumah Okonkwo selama tiga tahun dan Okonkwo menyayanginya seperti anak sendiri. Namun suatu hari Agbala, Penguasa Gunung dan Gua (dewa yang disembah klan Ibo) menginginkannya sebagai persembahan. Meski sangat menyayangi Ikemefuna, Okonkwo-lah yang akhirnya membunuh bocah itu dengan tangannya sendiri, karena ia takut dianggap lemah.

Pada hari kematian Ezeudu, salah satu orang tertua di Umofia, terjadi suatu kecelakaan yang berakibat fatal. Upacara kematian Ezedudu diselenggarakan dengan megah oleh karena ia dipandang sebagai orang terhormat di desanya. Saat upacara berlangsung, senapan Okonkwo tiba-tiba meletus dan membunuh seorang anak lelaki keturunan Ezeudu. Sebagai hukuman atas kesalahan ini, Okonkwo dan keluarganya diasingkan ke tanah kelahiran ibu Okonkwo yang disebut Mbanta. Mereka harus tinggal disana selama tujuh tahun sebelum diperbolehkan kembali ke Umuofia.

Di Mbanta, Okonkwo menemukan ternyata para misionaris Kristen telah datang dan berusaha mengubah segala adat istiadat dan kepercayaan klan Ibo. Orang-orang Mbanta memberi para misionaris tempat untuk membangun gereja di Hutan Kematian, tempat yang mereka yakini akan mendatangkan ajal bagi para misionaris lancang itu. Hari demi hari berlalu dan ternyata, tidak seorangpun dari para misionaris tersebut yang mati. Anggota-anggota baru satu persatu bergabung dengan gereja itu, terutama mereka yang dianggap terbuang dan tidak punya tempat dalam klan. Orang-orang ini menemukan penghiburan di dalam gereja ketika pendeta mengatakan bahwa semua orang adalah sama di hadapan Tuhan.

Okonkwo semakin geram dengan keberadaan para misionaris itu apalagi ketika ia tahu bahwa anak sulungnya, Nwoye, telah menjadi seorang Kristen juga. Ketika ia kembali ke Umuofia, ia menemukan bahwa keadaan di Umuofia juga tidak terlalu berbeda dengan di Mbanta, karena para misionaris juga telah merambah ke sana, membangun gereja dan “menyesatkan” orang-orang Umuofia, serta berupaya membangun pemerintahan baru di negeri itu. Okonkwo dan para lelaki di klannya pun mulai mengadakan perlawanan menghadapi para misionaris yang telah memporakporandakan kedamaian di klan mereka.

###

Things Fall Apart memberi saya banyak wawasan baru mengenai adat istiadat dan budaya klan Ibo di Nigeria. Banyak dari adat istiadat Ibo yang akan membuat kita geleng-geleng kepala tak percaya, misalnya bahwa melahirkan bayi kembar adalah suatu “dosa” kepada Agbala, Penguasa Gunung dan Gua, dan karenanya bayi kembar itu harus dimusnahkan. Kemudian poligami yang dipraktekkan secara luas oleh para lelaki Ibo dan tampaknya tak ada yang keberatan tentang hal itu, mungkin juga karena budaya patriarkal yang telah mendarah daging yang membuat perempuan berada di tempat kedua. Dan masih banyak hal-hal lain dan pepatah-pepatah khas Afrika yang menarik di dalam buku ini yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu di dalam review.

Novel yang judulnya diambil dari puisi “The Second Coming” karya W.B. Yeats ini terbagi menjadi tiga bagian. Di bagian pertama banyak dijelaskan mengenai riwayat Okonkwo dan keluarganya, juga kita akan diajak mengikuti rapat suku, upacara pernikahan dan upacara kematian yang diselenggarakan menurut adat istiadat yang berlaku di Umuofia. Bagian kedua menceritakan apa yang terjadi saat Okonkwo sekeluarga dibuang ke Mbanta, dan bagian ketiga menceritakan kisah saat mereka kembali ke Umuofia.

Tentang Pengarang

Chinua Achebe

Sang pengarang, Chinua Achebe, lahir pada tahun 1930 dalam sebuah keluarga Kristen injili di Ogidi, Nigeria Timur, adalah seorang akademisi universitas yang pernah belajar ilmu kedokteran dan sastra, menekuni bidang broadcasting dan menulis berbagai novel, cerita pendek, esai, dan buku anak-anak. Ia dianugerahi berbagai gelar pendidikan dari berbagai penjuru dunia. Things Fall Apart, novel pertamanya yang ditulis dalam bahasa Inggris dan terbit pertama kali pada tahun 1958, diakui sebagai batu penjuru bagi sastra Afrika. Novel-novelnya yang lain juga memenangi berbagai penghargaan, dan Achebe meraih penghargaan Man Booker International Prize for Fiction pada tahun 2007.

###

Detail buku:

“Things Fall Apart” oleh Chinua Achebe
274 halaman, diterbitkan Juli 2007 oleh Penerbit Hikmah (Mizan Publika)
My rating: ♥ ♥ ♥

Advertisements

One thought on “Things Fall Apart – Chinua Achebe

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s