Home » Adaptation Reviews » Movie Review: Midnight in Paris

Movie Review: Midnight in Paris

*** SPOILER ALERT ***

Sebelum anda protes mengapa ada movie review di dalam surgabukuku, ijinkan saya mengatakan bahwa film yang satu ini masih erat hubungannya dengan buku, atau lebih tepatnya orang-orang ternama di dunia literatur.

Meet Gil Pender (diperankan Owen Wilson), seorang screenwriter film-film Hollywood, yang sedang berlibur ke Paris bersama tunangannya, Inez (Rachel McAdams) dan kedua orang tua Inez. Gil yang sedang menggumuli karya perdananya sebagai seorang novelis ingin benar-benar berhenti dan menikmati keindahan kota Paris untuk mencari inspirasi, namun Inez hanya ingin bersenang-senang. Ketika mereka bertemu teman lama Inez, Paul (Michael Sheen) dan kekasihnya, Inez pun pergi clubbing dengan pasangan itu sementara Gil memutuskan untuk jalan kaki pulang ke hotel.

Tengah malam itu hal yang paling aneh terjadi. Sebuah mobil kuno berhenti dan rombongan yang ada di dalamnya membawa Gil ke sebuah pesta di mana ia bertemu Cole Porter serta F. Scott Fitzgerald dan istrinya, Zelda Fitzgerald. Entah bagaimana, Gil telah melakukan time travel ke Paris di tahun 1920-an. Selanjutnya ia bertemu dengan beberapa orang terkenal lain, misalnya Ernest Hemingway yang karismatik (Corey Stoll), Gertrude Stein (Kathy Bates), Pablo Picasso beserta wanita simpanannya, Adriana (Marion Cotillard), Salvador Dali (Adrien Brody), serta T.S. Eliot. Gil yang tak memercayai keberuntungannya yang serba tak masuk akal, akhirnya malah ngobrol-ngobrol dengan Hemingway, mendapati draf novelnya dikoreksi oleh Ms. Stein, dan terpesona oleh kecantikan dan semangat Adriana.

Liat deh tampang bingung Gil 😀

Beginilah nasihat yang Gil terima dari Gertrude Stein:

“The artist’s job is not to succumb to despair, but to find an antidote to the emptiness of existence. You have a clear and lively voice, don’t be such a defeatist.”

Dalam petualangannya ke tahun 1920-an, Gil akhirnya paham bahwa Golden Age selalu berada di masa lalu. Bagi Gil yang hidup di tahun 2010, Golden Age adalah tahun 1920-an, sementara Golden Age bagi Adriana, yang menekuni bidang costume design, adalah tahun 1890-an, dimana seniman-seniman besar seperti Henri de Toulouse-Lautrec, Edgar Degas dan Paul Gauguin hidup. Jika Gil tetap berada di tahun 1920-an, dengan demikian masa itu menjadi masa kini baginya dan bukan lagi Golden Age.

Ini adalah sebagian kecil yang saya dapatkan dari film yang menarik ini. Saya bilang menarik, bukan hanya karena mengambil setting Paris, The City of Light yang tersohor. Paris yang keindahannya bahkan menyihir orang Indonesia untuk menulis buku dan membuat film yang bersetting kota tersebut (ingat Eiffel, I’m In Love yang sempat digilai para remaja?). Deretan aktor dan aktris yang mengisi cast Midnight in Paris pun tak mengecewakan, meskipun jujur saja saya kurang menyukai Owen Wilson karena menurut saya dia kurang “bunglon” sebagai seorang aktor. Namun kekurangan ini digerus begitu saja oleh para co-star yang aktingnya sungguh-sungguh jempolan. Ditambah lagi, “bonus” aktor yaitu sang first lady negeri Prancis Carla Bruni, yang ikut meramaikan cast dengan berperan sebagai museum guide.


clockwise: Gil & Inez (Owen Wilson & Rachel McAdams), Gertrude Stein (Kathy Bates), Adriana (Marion Cotillard), Salvador Dali (Adrien Brody)

clockwise: Paul & museum guide (Michael Sheen & Carla Bruni), F.Scott & Zelda Fitzgerald (Tom Hiddleston & Allison Pill), Ernest Hemingway (Corey Stoll), Pablo Picasso (Marcial Di Fonzo Bo)

Film yang terpilih menjadi film pembuka 2011 Cannes Film Festival ini mengeksplor tema tentang nostalgia, modernisme, dan eksistensialisme (sumber: Wikipedia), dan menawarkan ide bahwa Paris adalah kota yang tepat untuk dihuni oleh seorang seniman; penulis, penyair, pelukis, perancang, musisi. Sebagaimana frase yang digunakan Hemingway untuk menggambarkan Paris; “a moveable feast”.

Secara keseluruhan, film besutan Woody Allen ini patut ditonton oleh pecinta kota Paris, pecinta seni dan sastra, dan mungkin kita yang mencari hiburan segar dalam film-film yang, truly un-Hollywood. 😉

Midnight in Paris (2011) on IMDb
// Midnight in Paris movie trailer :

Advertisements

4 thoughts on “Movie Review: Midnight in Paris

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s