Home » Book Reviews » 4 star review » Sarah’s Key: Kunci ke Masa Lalu yang Tragis

Sarah’s Key: Kunci ke Masa Lalu yang Tragis

“Berhati-hatilah. Kau bermain-main dengan kotak Pandora. Terkadang, lebih baik tidak membukanya. Terkadang, lebih baik tidak tahu.”

Julia Jarmond, seorang wartawan perempuan Amerika setengah baya yang tinggal di Prancis, memegang kunci ke masa lalu ketika ia ditugasi meliput pengumpulan besar-besaran orang Yahudi di Vélodrome d’Hiver (Vel’ d’Hiv’), sebuah stadion tertutup di jantung kota Paris, 16 Juli 1942. Pengumpulan ini dilakukan oleh polisi Prancis, dengan sarana dan prasarana milik Prancis, atas perintah pendudukan Nazi.

Di dalam Vel’ d’Hiv’ inilah, 1.129 lelaki, 2.916 perempuan, dan 4.115 anak-anak dijejalkan dalam kondisi tidak manusiawi. Tempat itu panas dan pengap, tidak ada toilet dan tempat tidur, hampir tidak ada makanan dan air. Anak-anak Yahudi ini kemudian dipisahkan dari orangtua mereka, yang dikirim langsung ke Auschwitz untuk menerima kematian dalam kamar gas. Pada pertengahan Agustus, keputusan dari Berlin mengatakan bahwa nasib yang sama menanti anak-anak malang tersebut di Auschwitz.

Dari sekitar empat ribu anak-anak Yahudi yang dikumpulkan di Vel’ d’Hiv’, ada seorang anak perempuan sepuluh tahun bernama Sarah Starzynski. Pada malam terjadinya pengumpulan besar-besaran itu, Sarah telah mengunci adik lelakinya yang baru berumur empat tahun, Michel, di dalam lemari tersembunyi di apartemen keluarganya di rue de Saintonge. Ia bersumpah akan kembali untuk menjemput adiknya, bahkan ketika mereka dipindahkan dari Vel’ d’Hiv’ ke kamp Drancy, jauh dari kota Paris, Sarah meneguhkan hati untuk kabur dari Drancy dan menjemput adik semata wayangnya. Perjalanan dan jerih payah Sarah inilah yang berusaha dikorek oleh Julia sejak ia mengetahui bahwa apartemen tua nenek suaminya ternyata dulunya dihuni oleh keluarga Starzynski. Dari apartemen di rue de Saintonge itulah keluarga Starzynski diciduk oleh polisi Prancis, dan digiring ke Vel’ d’Hiv. Di dalam lemari yang tersembunyi di dalam dinding apartemen itulah, Sarah pernah menyembunyikan adik lelakinya, menguncinya disana dengan harapan bahwa dia akan aman, dan Sarah akan segera menjemputnya dan mereka akan bersama-sama lagi, juga dengan ayah dan ibunya, utuh dan bahagia.

Benang merah antara Sarah dan Julia yang terpaut waktu enam puluh tahun dijalin dalam kisah mendebarkan ini dengan alur bolak-balik masa lalu dan masa kini. Siap-siaplah emosi anda dijungkirbalikkan ketika membaca buku ini, ketika Julia melakukan penyelidikan terhadap nasib Sarah, saat ia menemukan fakta demi fakta, dan bagaimana penyelidikannya itu berdampak sedemikian rupa terhadap keluarga suaminya, keluarga Prancis tua bermarga Tézac, bagaimana hidup mereka semua tidak akan pernah sama lagi sejak kebenaran menyakitkan itu terungkap…

***

Jika dihadapkan dengan dua pilihan, antara mengetahui kebenaran, entah bagaimanapun menyakitkannya, atau menutup mata dan memilih untuk tidak tahu, manakah yang akan anda pilih?
Di satu sisi, kebenaran tetaplah hal yang terbaik. Namun di sisi lain, kadangkala kebenaran terlalu menyakitkan sehingga lebih baik tidak tahu.

Peristiwa 16 Juli 1942 di Vel’ d’Hiv’ di kota Paris adalah salah satu peristiwa terburuk di dalam sejarah Prancis. Menurut buku ini, kebanyakan orang Prancis menutup mata akan bagian sejarah negeri mereka yang satu ini, dan generasi muda Prancis hanya menerima secuil, kalau tidak sama sekali, pengetahuan tentang sejarah peristiwa Vel’ d’Hiv’ di bangku sekolah. Pada tahun 1995 , Presiden Prancis yang baru saja terpilih, Jacques Chirac, memberikan pidato yang secara resmi mengakui keterlibatan Prancis dalam pembunuhan dan deportasi orang-orang Yahudi di Eropa.

Sang penulis, Tatiana de Rosnay, boleh diberi pujian karena keberaniannya menulis fiksi sejarah yang didasarkan pada peristiwa yang dianggap borok memalukan dalam sejarah Prancis, dengan twist masa lalu versus masa kini. Sarah’s Key ditulis dengan cantik, mendetail, sekaligus dekat dan menyentuh. Emosi masing-masing karakter utama dapat sampai kepada pembaca dengan baik. Terjemahan ke bahasa Indonesia oleh Lily Endang Joeliani juga tidak buruk. Terlepas dari berbagai kelemahan, misalnya alur bolak-balik masa lalu-masa kini di dalam bab-bab pendek yang bagi saya agak melelahkan, dan ada beberapa hal mengenai cerita kehidupan Julia yang menurut saya tidak penting untuk disampaikan, cerita masih gampang ditebak ujungnya, serta cover yang, kalau boleh saya bilang, terlalu cantik, sama sekali tidak mewakili isi buku; Sarah’s Key adalah sebuah buku yang haunting dan memeras emosi. Empat bintang bagi karya yang didedikasikan penulis sebagai penghormatan bagi anak-anak Vel’ d’Hiv’. Bahwa pada 16 Juli 1942 ada 13 ribu orang Yahudi yang dikumpulkan di tempat itu, 4 ribu diantaranya adalah anak-anak tak bersalah, mereka yang menjerit menangis karena tak mengerti, terkurung mengenaskan di dalam tempat persinggahan sementara menuju kematian.

Sarah’s Key telah difilmkan tahun 2010 dengan aktris nominator Oscar Kristin Scott Thomas sebagai Julia Jarmond.

“Kadangkala aku bertanya-tanya berapa banyak anak, sepertinya, yang mengalami neraka itu dan bertahan hidup, dan sekarang harus terus hidup, tanpa orang-orang yang mereka cintai.

Begitu banyak penderitaan, begitu banyak rasa sakit. Sarah harus menyerahkan semua yang dimilikinya: keluarganya, namanya, agamanya.

Kami tidak pernah membicarakannya, tetapi aku tahu betapa dalam kehampaannya, betapa kejam kehilangan yang dialaminya.”


Zakhor, Al Tichkah.

Ingat. Jangan pernah lupa.

***

Links:
French President Jacques Chirac’s Speech at the Ceremonies to Commemorate “The Great Roundup” of July 16 and 17, 1942
YouTube video: Jacques Chirac – Discours du Vel’d’Hiv’ – 1995
Speech by M. Chirac at the official opening of the new exhibition, French pavilion of the Auschwitz-Birkenau Memorial and Museum, Auschwitz 27.01.2005
Behind the French Ruling on WWII Deportations of Jews (article by Bruce Crumley)
Chirac hailed for citing France’s role in Holocaust (article by Michel di Paz, Jewish Telegraphic Agency)

Detail buku:
“Sarah’s Key”, oleh Tatiana de Rosnay
356 halaman, diterbitkan 15 Agustus 2011 oleh Elex Media Komputindo
My rating: ♥ ♥ ♥ ♥

Advertisements

13 thoughts on “Sarah’s Key: Kunci ke Masa Lalu yang Tragis

  1. Aku nggak mempermasalahkan alur maju mundurnya.Mungkin karena udah dapat emosi dari Julia maupun Sarah. Yang menurutku jadi bagian paling penting dari sebuah buku.

    Hhmmm.. udah nonton filmnya?
    Dari sana keliatan banget bagaimana parahnya stadium sepeda itu.
    Walau gitu, aku masih lebih pilih bukunya.

    Thanks for all those links above 😉

    • Iya sih, mungkin karena aku yang nggak terbiasa aja. Buatku rasanya aneh baca cerita Sarah yang sengsara di kamp, trus tau2 loncat ke kehidupan Julia di metropolitan Paris. Filmnya sudah beli, tapi belom sempat ditonton… 😉
      Overall buku ini tetap bagus kok!
      You’re welcome ^^

  2. Bagus bukunya…tapi ada beberapa bagian dari kisah Julia yang aku harap nggak perlu dibahas, dan pengennya lebih banyak membahas Sarah aja =p

  3. aku sih fine2 aja dengan alur maju mundur. yang agak mengganggu emang tentang Julia yang banyak gak ‘penting’. sejujurnya aku lebih suka seandaianya porsi sarah yang jauh lebih banyak. pasti lebih mengaduk2 emosi.

    kalo dari cover, akucuma membayangkan itu adalah sarah & michael

  4. bener bgt klo soal cover..emang kurang sesuai dgn isinya..tpi klo ttg alur..aku kurang sepakat denganmu mel hehehe karena aku justru menikmati alur maju mundur itu tapi memang benar bhwa ada bbrapa bagian kehidupan julia yg gak penting rasanya utk diceritain 😀

  5. wah, aku baru tau ada filmnya juga *brbstreaming* tapi menurutku covernya meskipun cantik, tapi masih merepresentasikan isi bukunya kok. dan aku setuju banget buku ini sangat haunting, bener-bener kena banget di hati, aku sampe kena readingslump gara-gara agak ‘trauma’ baca kisahnya Sarah, apalagi endingnya… 😥

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s