Home » Authors » Sir Arthur Conan Doyle » Classic Author of May 2012: Sir Arthur Conan Doyle

Classic Author of May 2012: Sir Arthur Conan Doyle

Siapa tak kenal Sherlock Holmes? Sosok detektif bohemian yang diceritakan hidup di abad ke-19 Inggris ini begitu terkenal seantero dunia. Sekarang, mari kita berkenalan dengan “bapak” dari Sherlock Holmes, yaitu Sir Arthur Conan Doyle.

Pria bernama lengkap ARTHUR IGNATIUS CONAN DOYLE ini lahir di 11 Picardy Place, Edinburgh, Skotlandia, pada tanggal 22 Mei 1859. Beliau dilahirkan dalam keluarga Katolik Irlandia yang terbilang kaya. Ayahnya, Charles Altamont Doyle mempunyai ketergantungan parah terhadap alkohol sementara ibunya, Mary Foley Doyle, adalah seorang kutu buku dan pendongeng ulung yang memiliki bakat “sinking her voice to a horror-stricken whisper” saat mencapai titik puncak dalam pembacaan sebuah cerita. Doyle memiliki hubungan yang sangat dekat dengan ibunya, sehingga dalam biografinya beliau menggambarkan ibundanya seperti berikut: “In my early childhood, as far as I can remember anything at all, the vivid stories she would tell me stand out so clearly that they obscure the real facts of my life.”

Pengarang yang sekaligus berprofesi sebagai dokter ini mulai menulis cerita pendek ketika menempuh pendidikan kedokterannya di University of Edinburgh (1876-1881). Di universitas tersebut beliau bertemu dengan James Barrie dan Robert Louis Stevenson, namun sosok yang menjadi sasaran kekagumannya adalah salah seorang gurunya, Dr. Joseph Bell, yang nantinya menjadi inspirasi karakter Sherlock Holmes.

Selagi menempuh kuliah, Doyle mulai mengasah kemampuannya dalam menulis. Cerita pendek karyanya yang pertama kali diterbitkan berjudul “The Mystery of Sasassa Valley”, merupakan sebuah cerita yang mengambil setting Afrika Selatan, muncul dalam Chamber’s Edinburgh Journal pada tanggal 6 September 1879. Di bulan yang sama pada tanggal 20, artikel ilmiah pertamanya, “Gelsemium as a Poison” diterbitkan dalam British Medical Journal.

Pada tahun 1881, Doyle merayakan keberhasilannya dalam meraih gelar Bachelor of Medicine dan Master of Surgery dengan menggambar sketsa lucu-lucuan dirinya yang sedang menerima diploma, dan menambahkan teks di bawahnya: “Licensed to Kill.” Setelah lulus kuliah, Doyle bekerja sebagai dokter militer di kapal SS Mayumba yang menempuh perjalanan dari Liverpool ke daerah pantai barat Afrika.

Doyle menelurkan novel pertama Sherlock Holmes yang berjudul A Study in Scarlet pada tanggal 20 November 1886, diterbitkan oleh Ward Lock & Co, dan juga dimuat di Beeton’s Christmas Annual. Selanjutnya, sekuel dari A Study in Scarlet; The Sign of the Four, muncul dalam Lippincott’s Magazine pada bulan Februari 1890, sedangkan cerpen-cerpen Sherlock Holmes dimuat dalam Strand Magazine. Potret Sherlock Holmes digambar oleh Sidney Paget dengan mengambil saudara lelakinya yang tampan, Walter, sebagai model. Selanjutnya, novel-novel Sherlock Holmes diterbitkan secara berseri dalam Strand Magazine; The Hound of the Baskervilles pada bulan Agustus 1901, dan novel terakhir Sherlock Holmes, The Valley of Fear, mulai terbit pada awal tahun 1914.

Saat terjadinya Boer War di Afrika Selatan pada pergantian abad dari abad 19 ke abad 20, Doyle menulis artikel singkat berjudul The War in South Africa: Its Cause and Conduct yang menjelaskan peranan Inggris dalam Boer War, yang sebelumnya sempat dicerca oleh dunia. Inilah yang dianggap menjadi penyebab beliau dianugerahi gelar ksatria oleh Raja Edward VII pada tahun 1902.

Karakter Sherlock Holmes muncul dalam tidak kurang dari 56 cerita pendek dan 4 novel karya Conan Doyle, belum lagi muncul dalam banyak cerita dan novel karya pengarang-pengarang lain. Selain seri Sherlock Holmes yang tidak perlu dipertanyakan ketenarannya, Doyle juga menulis seri fiksi ilmiah Professor Challenger, novel sejarah, puisi, dan naskah sandiwara, yang beliau harapkan dapat menegakkan posisinya sebagai seorang pengarang yang “serius”. Salah satu novel dalam seri Professor Challenger yang terkenal adalah The Lost World (1912), yang menceritakan tentang petualangan dan penemuan flora dan fauna prasejarah di daerah terpencil dan misterius di Amerika Selatan. 81 tahun kemudian, “The Lost World” digunakan oleh pengarang Michael Crichton sebagai judul sekuel novel Jurassic Park.

Patung Sherlock Holmes di Picardy Place, Edinburgh

Sebuah patung Conan Doyle berdiri di Crowborough, sebagai penghargaan bagi beliau yang tinggal di daerah itu selama kurang lebih 23 tahun. Di Picardy Place, dekat rumah di mana Doyle dilahirkan, juga berdiri patung Sherlock Holmes.

Conan Doyle mempunyai lima orang anak. Dua orang dari istri pertamanya, Louisa Hawkins, yaitu Mary Louise dan Arthur Alleyne Kingsley. Setelah Louisa meninggal pada tahun 1906, beliau menikahi Jean Elizabeth Leckie, seorang perempuan yang multitalenta, dan mereka dikaruniai tiga orang anak yaitu Denis Percy Stewart, Adrian Malcolm, dan Jean Lena Annette.

Beliau meninggal dunia pada usia 71 tahun akibat serangan jantung pada 7 Juli 1930 di rumahnya, Windlesham, di Crowborough, East Sussex, dengan kata-kata terakhir yang ditujukan kepada istrinya; “You are wonderful.” Setelah sebelumnya dimakamkan di halaman Windlesham, jenazahnya dikebumikan bersama istrinya di pekarangan gereja Minstead di New Forest, Hampshire. Sebagian tulisan pada batu nisannya berbunyi, “Steel true/Blade straight/Arthur Conan Doyle/Knight/Patriot, Physician, and man of letters”.

Masih banyak detail menarik dari kehidupan Sir Arthur Conan Doyle yang tidak dimuat dalam artikel ini, misalnya ketertarikannya dalam Spiritualisme, keterlibatannya dalam reformasi Congo, studi spesialis mata yang ditempuhnya di Vienna, dan keputusannya untuk meninggalkan dunia medis demi menulis. Satu hal yang dapat kita catat mengenai beliau adalah; Sir Arthur Conan Doyle was so much more than just Sherlock Holmes, the fictional character he created.

“My mind rebels at stagnation. Give me problems, give me work, give me the most abstruse cryptogram, or the most intricate analysis, and I am in my own proper atmosphere. But I abhor the dull routine of existence. I crave for mental exaltation.” – Sir Arthur Conan Doyle

Dari berbagai sumber
Sebagian gambar diambil dari situs http://www.sherlockholmesonline.org/

***

Untuk merayakan HUT Sir Arthur Conan Doyle yang ke-153, selama bulan Mei Komunitas Baca Klasik menyelenggarakan event Sherlock Quest yaitu lomba review, quiz, dan game. Info lengkapnya bisa dibaca di sini. Review kumcer Petualangan Sherlock Holmes juga akan terbit di blog ini pada tanggal tersebut. Mari berkutat dengan misteri bersama Sherlock Holmes!

Advertisements

4 thoughts on “Classic Author of May 2012: Sir Arthur Conan Doyle

  1. Baru tahu kalau Michael Crichton mengambil judul The Lost World dari karyanya Doyle..
    Memang kisahnya Doyle sendiri begitu banyak ya, sampe bingung mau masukin yang mana. Banyak dan sama menariknya semua…

  2. Informasi yang sangat berguna. Saya baru tahu jika gambar yang pada saat itu adalah gambar Holmes, diambil dari gambar adiknya. Saya pikir, gambar Holmes terinspirasi dari dosennya Doyle, dr. Joseph. .

    Ijin salin bro. .
    Thx

  3. Pingback: Review: Petualangan Sherlock Holmes, Part 1 « Surgabukuku

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s