Home » Events » 1001 Books » Petualangan Sherlock Holmes – Sir Arthur Conan Doyle, Part I

Petualangan Sherlock Holmes – Sir Arthur Conan Doyle, Part I

Untuk pertama kalinya, review satu buku saya jadikan dua bagian. Karena kebetulan buku ini adalah kumpulan cerpen, maka tidak ada salahnya bila saya membahas satu per satu cerpen yang ada di dalam kumcer Petualangan Sherlock Holmes ini. Enam cerpen pertama dari kedua belas cerpen yang ada dalam Petualangan Sherlock Holmes inilah yang akan saya bahas dalam review bagian pertama ini.

 1. Skandal di Bohemia (judul asli: A Scandal in Bohemia)

Cerpen Sherlock Holmes pertama yang pernah diterbitkan ini membuka perkenalan pertama saya dengan Sherlock Holmes dengan cukup mulus. Melalui kacamata Watson, saya tidak hanya jadi tahu tentang reputasi dan kebiasaan-kebiasaan Holmes, tetapi juga sosok wanita yang dikaguminya. Cukup pribadi untuk perkenalan pertama, bukan? Ya, sosok wanita istimewa itu adalah Irene Adler, mantan penyanyi opera, petualang asmara, dan seorang wanita yang luar biasa cantik. Ms. Adler terlibat hubungan rahasia dengan Raja Bohemia, dan sang raja yang akan menikah, menghendaki agar bukti-bukti hubungan gelapnya dengan wanita itu direnggut dari tangan Irene. Sang raja meminta bantuan detektif kita untuk menjalankan rencana ini dan… peristiwa ini merupakan satu-satunya peristiwa di mana Sherlock Holmes dikelabui oleh seorang wanita.

 2. Kasus Identitas (judul asli: A Case of Identity)

Suatu malam, apartemen Holmes di Baker Street kedatangan seorang wanita muda yang bingung, bernama Mary Sutherland. Miss Mary mengaku bahwa tunangannya, Mr. Hosmer Angel telah menghilang tepat di hari pernikahannya dengan Mary. Adapun Mary adalah seorang wanita muda yang berpenghasilan cukup, dan ayah tirinya (yang hanya lebih tua 5 tahun dari dirinya) menentang keras hubungannya dengan Mr. Angel, sehingga pernikahan diantara Mary dan Mr. Angel harus dilaksanakan secara diam-diam. Lalu sekarang ketika sang tunangan misterius itu menghilang, apa yang harus dilakukan Mary? Sherlock Holmes membongkar misteri ini dengan cukup mudah, tanpa “merenggut angan-angan indah dari seorang gadis”; sebagaimana yang dikutipnya dari seorang penyair Persia bernama Hafiz.

 3. Perkumpulan Orang Berambut Merah (judul asli: The Adventure of the Red-Headed League)

I wonder why Ron Weasley wasn’t in this story! Hahaha. Setiap kali membaca tentang orang berambut merah menyala, mau tak mau saya teringat akan Ron Weasley. Kebetulan pengarang yang menciptakan karakter Ron dan pengarang yang menulis cerpen ini berasal dari negara yang sama. Tokoh utama berambut merah dalam cerpen ini adalah Mr. Jabez Wilson, seorang pedagang paruh baya dengan penghasilan pas-pasan yang memiliki tempat usaha di salah satu sudut kumuh kota London. Suatu hari, ia mendengar tentang lowongan yang dipasang “Perkumpulan Orang Berambut Merah” yang mencari pegawai untuk melakukan pekerjaan ringan, namun dengan gaji yang cukup besar. Asisten Mr. Wilson, Vincent Spaulding, mendorong Mr. Wilson untuk melamar pekerjaan itu, dan benar saja, dengan sangat mudah ia diterima. Ia melakukan pekerjaan untuk Perkumpulan Orang Berambut Merah untuk beberapa minggu, dengan menyalin Encyclopedia Britannica. Betapa kagetnya ia ketika suatu hari perkumpulan itu dikabarkan bubar begitu saja. Memang, Mr. Wilson tidak rugi apa-apa, karena toh ia sudah mendapatkan penghasilan tambahan untuk beberapa minggu, dan tambahan pengetahuan dari hasil menyalin ensiklopedi, namun ia tidak rela pekerjaan bagus ini hilang begitu saja, dan Sherlock Holmes pun tertarik akan kasus yang aneh ini. Benar saja, memang ada “udang di balik batu” dari perkumpulan aneh ini, sesuatu yang tidak terpikirkan oleh Mr. Wilson, atau orang-orang lain.

 4. Misteri di Boscombe Valley (judul asli: The Boscombe Valley Mystery)

Seorang petani yang tinggal di daerah pedesaan di Herefordshire terbunuh dengan tangan dingin, dan tersangka utama pembunuhan ini adalah putranya sendiri. Bagaimana mungkin? Sementara semua bukti dan kesaksian menunjuk kepada si pemuda, James McCarthy muda, dan vonis hampir pasti menyatakan bahwa ia bersalah; sementara itu Sherlock Holmes kembali menyusuri tempat kejadian perkara dan menemukan fakta-fakta kecil yang bisa jadi menunjukkan bahwa bukan si pemuda pelakunya… Cerpen yang satu ini menarik karena di sini kita bisa melihat bagaimana Conan Doyle memutarbalikkan asumsi para tokoh yang beranggapan bahwa James McCarthy pasti bersalah, ternyata malah sama sekali keliru.

 5. Lima Butir Biji Jeruk (judul asli: The Five Orange Pips)

Cerpen favorit saya dari enam cerpen pertama dalam Petualangan Sherlock Holmes. Kasus yang ditangani Holmes yang satu ini benar-benar aneh dan misterius. Tiga pembunuhan yang terjadi semuanya ditandai dengan datangnya amplop berisi lima butir biji jeruk yang sudah kering, dan tulisan K.K.K. berwarna merah di bagian dalam amplop. Anehnya lagi, kematian ketiga orang tersebut tampak seperti bunuh diri atau kecelakaan, padahal sesungguhnya adalah pembunuhan. Cerpen ini memuat sejarah singkat tentang perkumpulan Ku Klux Klan yang mempunyai reputasi dan agenda yang sadis dan mengerikan. Dan walaupun endingnya menggantung, cerpen yang satu ini cukup membuat saya penasaran dan tegang karena kisahnya, dan saya jadi ingin membaca lebih banyak tentang perkumpulan Ku Klux Klan yang membuat jantung terasa dingin itu.

 6. Pria Berbibir Miring (judul asli: The Man With the Twisted Lip)

Ketika hendak menjemput Isa Whitney, suami dari teman istrinya, Dr. Watson terkaget-kaget ketika menjumpai teman baiknya, Sherlock Holmes sedang berada di dalam pondok candu yang sama dengan Mr. Whitney. Ternyata Holmes sedang menyelidiki kasus di mana seorang pria, Neville St. Clair, dilaporkan belum pulang ke rumah selama dua hari. Namun, istrinya sempat melihatnya di atas atap pondok candu, namun kemudian menghilang begitu saja seperti ditarik seseorang dari belakang. Mereka hanya menemukan sebagian pakaian Mr. St. Clair dari hasil pemeriksaan di lantai atas pondok candu itu, sementara jasnya baru ditemukan belakangan. Seorang pengemis bernama Hugh Boone tinggal di lantai atas pondok candu itu, ia mempunyai bekas luka mengerikan pada wajahnya yang menyebabkan pinggiran bibir atasnya tertarik ke atas kalau wajahnya sedang bergerak-gerak. Bagaimana keterlibatan si pengemis dalam peristiwa hilangnya Mr. St. Clair? Lalu dimanakah pria itu sebenarnya?

***

Sejauh ini, kumcer Petualangan Sherlock Holmes layak diganjar tiga bintang. Beberapa cerpen memang agak datar dan membosankan, namun beberapa lainnya berhasil memukau saya dengan cara brilian Sherlock Holmes memecahkan kasus dan perhatiannya kepada detail-detail kecil yang dianggap orang tak penting. Seandainya saya bertemu dengan Sherlock Holmes saat review ini terbit, ia pasti akan memperhatikan lingkaran hitam dibawah kedua mata saya yang menunjukkan bahwa saya sering tidur larut malam dan jari telunjuk kanan saya yang kelihatan lebih berotot daripada jari-jari yang lain karena keseringan digunakan memencet-mencet mouse; tapi saya harus berhenti menulis sekarang.

Review ini diposting bersama-sama dengan beberapa BBI-ers dalam rangka merayakan HUT Sir Arthur Conan Doyle yang ke-153 (22 Mei 1859-22 Mei 2012)

Happy birthday, Sir Arthur Conan Doyle!

Dan sampai jumpa di bagian kedua review ini! 😉

Baca juga:
Mini biografi Sir Arthur Conan Doyle
Event Baca Klasik Mei 2012: Sherlock Quest
Sherlock Classics Quest Game
Petualangan Sherlock Holmes, Review Part II & Conclusion

Advertisements

10 thoughts on “Petualangan Sherlock Holmes – Sir Arthur Conan Doyle, Part I

  1. Hahahaha…masih ketawa kena judul “Pria Berbibir Miring” itu…
    Sama deh, ada yang kasusnya rada membosankan, tapi ada juga yg seru bin tegang. Tapi yg jelas sudah dibuka dengan manis oleh Miss Irene Adler. Jadi mikir2…wajahnya Irene yg selalu disebut dengan ‘The’ Woman oleh Holmes itu kira2 kayak siapa yah?

  2. eh bakal dibahas semua cerpennya? kereeen..
    aku ngerasa karena terlalu singkat, kadang cerita ceritanya kurang seru, makanya susah kalo direview semuaa..>_<

  3. favoritku adalah pria berbibir miring jadi iget aja ada BBM yang mengatakan kalau jadi pengemis yang laris itu pendapatannya melebihi pegawai kantor dan bahkan bisa lebih kaya 😛

  4. Pingback: A Classics Challenge 2012: December Prompt & Wrap-Up « Surgabukuku

  5. Pingback: Name In A Book Reading Challenge 2012 – Wrap-Up! « Surgabukuku

  6. Pingback: Review: Petualangan Sherlock Holmes, Part II & Conclusion « Surgabukuku

  7. Setiap novel Sherlock Holmes selalu memberikan kesan tersendiri untukku. Tak hanya menghadirkan intrik cerita yang menarik dan selalu tak terduga, tapi juga memberikan pelajaran baik. Pemikiran Holmes yang idealis selalu memberikanku pandangan baru dalam menyikapi sesuatu.
    Well, aku sudah membaca beberapa dari serial Sherlock Holmes. Dan aku harap bisa membaca serial yang satu ini.

  8. Dulu saya selalu melewati membaca buku Sherlock Holmes. alasannya simple, saya tidak begitu suka novel terjemahan. Tapi karena beberapa kakak-kakak di komunitas baca menyarankan saya untuk membaca buku tsb dan saat itu saya juga mendapat kiriman buku Sherlock Holmes dr salah satu penerbit, akhirnya saya memetuskan untuk membacanya

    saya benar-benar menikmati cara Sir Arthur Conan Doyle bercerita, caranya memainkan plot cerita. Berbeda dengan kakak yg menyukai cerpen Lima Butir Biji Jeruk, saya malah perlu membaca 3kali untuk memahami cerita tersebut.

    saya juga menyukai cara kakak bercerita. membaca review kakak saya seolah flasback dg novel ini. semua pas tp masih menyembunyikan beberapa unsur cerita untuk kejutan

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s