Home » Book Reviews » 5 star review » Just So Stories – Rudyard Kipling

Just So Stories – Rudyard Kipling

[Conclusion in English at the bottom of the post]

Adakah buku yang membuatmu ingin mengulang kembali masa kanak-kanak? Setelah membaca buku yang satu ini, saya jadi berangan-angan kembali menjadi anak kecil, mendengarkan cerita-cerita ini dibacakan oleh ayah atau ibu saya sebagai dongeng pengantar tidur.

Kenapa paus tidak memakan manusia? Tahukah kamu bagaimana unta mendapatkan punuknya? Atau dari mana macan mendapatkan tutulnya? Mengapa gajah punya belalai yang panjang? Mengapa kanguru melompat dengan kaki belakangnya? Dan tahukah kamu tentang asal muasal alfabet? Pembaca akan dibuat geleng-geleng oleh kejeniusan Rudyard Kipling dalam buku setebal 160 halaman ini. Setiap cerpen dalam buku ini diakhiri dengan puisi  yang jenaka.

Berikut ini adalah dua belas judul cerpen yang terkandung dalam Just So Stories:

  1. Kenapa Paus Tidak Bisa Memakan Manusia (How the Whale Got His Throat)
  2. Bagaimana Unta Mendapat Punuknya (How the Camel Got His Hump)
  3. Kenapa Kulit Badak Penuh Lipatan (How the Rhinoceros Got His Skin)
  4. Dari Mana Macan Mendapat Tutulnya (How the Leopard Got His Spots)
  5. Kisah Si Anak Gajah (The Elephant’s Child)
  6. Tuntutan Seekor Kanguru (The Sing-song of Old Man Kangaroo)
  7. Asal-Muasal Armadilo (The Beginning of the Armadillos)
  8. Surat Bergambar (How the First Letter was Written)
  9. Bagaimana Alfabet Dirumuskan (How the Alphabet was Made)
  10. Kepiting dan Lautan Luas (The Crab that Played with the Sea)
  11. Kucing Penyendiri (The Cat that Walked by Himself)
  12. Entakan Kaki Kupu-Kupu (The Butterfly that Stamped)

Dua belas pourquoi stories (cerita yang mengisahkan asal-usul sesuatu) karya  Kipling dalam kumcer Just So Stories ini pertama kali terbit tahun 1902. Edisi asli Just So Stories juga dilengkapi dengan ilustrasi-ilustrasi goresan tangan Kipling sendiri. Sekarang, 110 tahun kemudian, Just So Stories bisa dinikmati dalam bahasa Indonesia (diterjemahkan oleh Maggie Tiojakin, yang juga menerjemahkan Kisah-kisah Tengah Malam dan Fiksi Lotus Vol. 1) lengkap dengan ilustrasi-ilustrasi yang digambar ulang oleh Staven Andersen.

Mengapa harus digambar ulang? Setelah membandingkan dengan ilustrasi karya Kipling yang asli, saya mengambil kesimpulan bahwa dengan ilustrasi-ilustrasi yang digambar ulang, Just So Stories tampil lebih segar dan menarik.

Perhatikan perbandingan ilustrasi asli karya Kipling dan reinterpretasi oleh Staven Andersen di bawah ini.

Ilustrasi oleh Rudyard Kipling

Ilustrasi oleh Staven Andersen

Kipling bahkan menyebutkan beberapa nama pulau di Indonesia pada cerpen Kepiting dan Lautan Luas.

”Kun?”* tanya Penyu.

”Payah kun,”** kata Penyihir Tua; dan ia meniup pasir dan bebatuan itu hingga jatuh ke laut dan menjadi gugusan pulau yang indah, dan yang bernama Kalimantan, Sulawesi, Sumatra, Jawa, berikut pulau lain yang berada di sekitar daerah kepulauan Malaka. Kalian bisa mencari lokasi ini di peta!

* ”Apakah benar begini?”
** ”Sudah cukup benar.”

Hetih Rusli sang editor boleh berkata bahwa Just So Stories adalah hasil ”proyek senang-senang” yang dikerjakan bersama dengan penerjemah dan ilustrator, namun hasilnya saya pun bersenang-senang dan sangat menikmati membaca buku ini dari awal hingga akhir. Saya bisa membuka buku ini lagi minggu depan, lima tahun lagi, atau sepuluh tahun lagi tanpa merasa bosan dengan isinya. Tiga bintang untuk kejeniusan om Rudyard Kipling, satu bintang untuk terjemahan mbak Maggie Tiojakin dan editan mbak Hetih Rusli yang apik, dan satu lagi bintang untuk Staven Andersen yang sudah menggoreskan ilustrasi-ilustrasi yang ciamik!

Rudyard Kipling (1865-1936) adalah novelis, cerpenis, penyair, dan jurnalis asal Inggris yang terkenal dengan kisah-kisah fabel dalam kumpulan cerita pendek The Jungle Book. Beliau meraih Hadiah Nobel Sastra pada tahun 1907. Lebih lanjut mengenai Rudyard Kipling baca di sini.

Detail buku:
“Just So Stories” (“Sekadar Cerita”), oleh Rudyard Kipling
160 halaman, diterbitkan Desember 2011 oleh Gramedia Pustaka Utama (pertama kali diterbitkan tahun 1902)
My rating: ♥ ♥ ♥ ♥ ♥

 


Conclusion:

Is there any book that makes you want to repeat childhood? After reading this book, I wish I could go back being a child and listen to my dad or mom reading aloud this book while I’m tucked in bed, getting ready to sleep. I just love these twelve hilarious pourquoi stories Rudyard Kipling wrote, along with the poems at the end of every short story.

This is the poem at the end of The Crab That Played with the Sea:

To Penang instead of Lagos,
Or a fat Shaw-Savill bore
Passengers to Singapore,
Or a White Star were to try a
Little trip to Sourabaya,
Or a B.S.A. went on
Past Natal to Cheribon,
Then great Mr. Lloyds would come
With a wire and drag them home!

Could it be that Kipling mentioned my hometown in this poem? Because here in Indonesia I live in a city called Surabaya. (wonder where in the world is Surabaya? Check out the map below!)

In this short story Kipling also mentioned a few islands of Indonesia as follows:

‘Kun?’ said All-the-Turtle-there-was.

‘Payah kun,’ said the Eldest Magician; and he breathed upon the sand and the rocks, where they had fallen in the sea, and they became the most beautiful islands of Borneo, Celebes, Sumatra, Java, and the rest of the Malay Archipelago, and you can look them out on the map!

I just love that.

In the Indonesian version of Just So Stories, Kipling’s original illustrations were re-interpreted by a local illustrator, Staven Andersen, and I must say that he did one hell of a job! (see the comparison at the middle of the post)

I could reread this book next week, five years from now, or ten years from now without feeling bored of its contents. Five stars for a book that I read with delightful enjoyment from the first until the last page.

Read Just So Stories online here –> http://boop.org/jan/justso/

9th review for The Classics Club Project, 3rd review for A Victorian Celebration, 5th review for The Classic Bribe

Advertisements

22 thoughts on “Just So Stories – Rudyard Kipling

  1. This is a great write up on Just So Stories. Thanks for sharing the photographs. It’s interesting to see art work from your country in this book. Welcome to the Reading Challenge.

  2. The mentioning of our islands (and especially “Surabaya”) is interesting! My first experience with Kipling was not very good (Kim), but I can’t judge an author just from one book, can’t I? So, I hope Jungle Book and Just So Stories would be more promising. 🙂

  3. Kipling is one of my favorites. I read his works as a youngster and they remain a staple in my reading stable. It always makes me happy to find someone else who loves his work too.

  4. Pingback: What We Did Last Summer – The Classic Bribe Wrap-Up |

  5. Pingback: A Classics Challenge 2012: December Prompt & Wrap-Up « Surgabukuku

  6. Pingback: Top 5 Best Book Covers 2012 « Surgabukuku

  7. Pingback: Top 5 Favorite Books 2012 « Surgabukuku

  8. Pingback: Review: The Jungle Book, and a Wrap-Up for A Victorian Celebration! « Surgabukuku

  9. Pingback: I’m joining A Victorian Celebration for June-July 2012! | Surgabukuku

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s