Home » Ini dan Itu » Artikel Buku » Character Thursday [9]: Anna Karenina

Character Thursday [9]: Anna Karenina

Mulai minggu lalu, feature Character Thursday di blog Fanda Classiclit punya wajah baru, juga format baru yang memuat poin-poin yang semakin memudahkan kita untuk mendalami sebuah karakter dalam karya fiksi.

 

Nah, minggu ini saya mau membahas karakter utama dari salah satu novel mahakarya sastrawan Rusia Leo Tolstoy, yaitu Anna Karenina. Warning: versi yang saya baca bukan versi yang unabridged tapi hanya versi yang simplified saja, sehingga tulisan di bawah mungkin tidak menggambarkan keseluruhan dari karakter Anna Karenina.

*** SPOILER ALERT! ***

  • Are they protagonist or antagonist?

Anna Karenina adalah karakter protagonis di dalam novel.

  • Who are they? What was their role in the book?

Anna adalah seorang wanita aristokrat yang cantik, berpendidikan, dan mempunyai semangat tinggi yang hidup di Rusia pada abad ke-19. Ia juga dikenal luas dalam pergaulan kaum kelas atas. Anna  menikahi Alexei Karenin, seorang pejabat pemerintahan yang berkarakter dingin dan kaku, dan jauh lebih tua darinya. Walaupun pernikahan mereka tidak bahagia, Karenin dan Anna dikaruniai seorang putra, Seriozha. Saat Anna berselingkuh dengan Count Vronsky, seorang perwira militer yang gagah dan tampan, ia tercabik antara cintanya kepada Vronsky dan kepada putranya. Di satu sisi, bersama Vronsky ia merasakan kebahagiaan yang tidak dirasakannya saat bersama Karenin, namun di sisi lain ia juga sangat mencintai putranya sehingga tidak rela berpisah darinya.

  • What was your strongest impression on the character(s)? You can quote the dialogue or narration you got the impression from.

Terlepas dari situasi yang menjepitnya, Anna memilih untuk berpegang pada prinsip pribadinya dan tidak membiarkan dirinya hidup dalam kepalsuan. Walaupun ia mengalami pengucilan sosial sebagai sanksi atas perselingkuhannya, Anna tetap berkemauan keras untuk menampakkan dirinya di tengah masyarakat, misalnya dengan pergi ke pertunjukan opera. Hal ini berkebalikan dengan kakak lelakinya, Oblonsky, yang juga terlibat perzinahan namun tidak sekalipun ia membiarkan publik tahu bahwa ia melakukan perbuatan yang tercela.

Selain itu, meskipun dalam keadaan yang tercela, Anna tetap menunjukkan watak yang apa adanya dan masih menunjukkan penghormatan kepada suaminya, saat ia sekarat dan memohon maaf dari Karenin.

“Inilah yang ingin kukatakan padamu. Ada wanita lain di dalam diriku, aku takut padanya; itu adalah dia yang sedang jatuh cinta pada lelaki lain. Aku bukan wanita itu. Sekarang inilah diriku yang sebenarnya, seutuhnya. Aku sekarat sekarang, aku tahu siapa aku ini. Aku hanya menginginkan satu hal—maafkan aku, maafkan aku sepenuhnya!”

Adegan ini cukup menyayat hati, apalagi ketika Karenin dengan lapang dada memberikan maafnya, menunjukkan bahwa sekalipun ia pria yang dingin, ia masih punya hati nurani.

  • How do they develop throughout the book?

Walaupun menyala-nyala pada awalnya, lambat laun cinta antara Anna dan Vronsky pudar juga. Anna yang sebelumnya berpendirian kuat pada prinsip dan kata hatinya, secara psikologis mulai goyah. Ia mencurigai bahwa Vronsky menemui wanita lain dan merasa semakin insecure, apalagi dengan keadaan yang serba tidak menentu: ia belum bercerai dengan Karenin dan ia tidak memiliki hak asuh terhadap putranya. Karena belum bercerai maka Anna pun tidak bisa meresmikan hubungan dengan Vronsky. Diperhadapkan dengan segala situasi ini, Anna pun memilih jalan keluar terakhir yang membebaskannya dari segala penderitaan yang dialaminya.

“Apa yang ia cari sebenarnya dari diriku?” begitu pikirnya. “Bukan cinta, namun hanya sebuah kebanggaan karena berhasil mendapatkanku. Dia telah mengambil segala yang ia dapatkan dariku, dan aku sekarang tidak mau lagi diperalat olehnya.” (…) “Dia adalah segalanya bagiku, dan aku ingin ia memberikan segalanya untukku, namun ia semakin menjauh dariku. Dia telah menghentikan cintanya untukku, dan di mana cinta berakhir, benci akan dimulai.” (…) “Jika aku bisa bercerai dan menjadi isterinya, itu tidak akan mengubah apa pun—tidak akan ada perasaan baru yang timbul.”

  • What lessons or influences you got from them?

Pelajaran yang bisa diambil dari Anna, hanya satu kalimat pendek dan sederhana sih. Don’t be like her! Alias, jangan menjadi seperti dia! Di dalam buku yang saya baca, tidak terlalu dijelaskan mengenai awal pernikahan Anna dan Karenin, namun saya bisa menebak bahwa pernikahan mereka adalah pernikahan yang direncanakan, dan tidak melibatkan cinta. Inilah yang menjadi akar masalah mengapa akhirnya Anna jatuh ke dalam pelukan Vronsky. Mau tahu akan jadi bagaimana jika suatu pernikahan tidak dilandasi rasa cinta yang kuat? Coba bacalah Anna Karenina! 🙂

Keira Knightley as Anna Karenina

Dalam adaptasi Anna Karenina yang akan rilis November 2012 nanti, karakter Anna diperankan oleh Keira Knightley. Menurut saya sih Keira cocok memerankan Anna, meskipun saya sudah agak bosan melihat Keira, film yang dibintanginya udah banyak banget sih! 😀

 Nah, siapa Character Thursday-mu minggu ini?

Advertisements

21 thoughts on “Character Thursday [9]: Anna Karenina

  1. Seeing the thickness of the unabridged version, I don’t feel like reading it at all. At least not now. Besides, I find it difficult to understand Russian literature (seriously). But I’m looking forward to the film, especially because I like Keira in vintage/historical fashion.

  2. nama-namanya yang rumit yang bikin agak males baca buku ini, hehe..tapi film dengan Keira sebagai Anna kayaknya wajib tonton nih

    • Kalo di versi simplified-nya, nama-nama tokohnya jadi ikutan simpel…. misalnya, Princess Darya “Dolly” Alexandrovna Oblonskaya jadi cuma dipanggil Dolly, Prince Stepan “Stiva” Arkadyevich Oblonsky jadi cuma dipanggil Stiva ato Oblonsky 😀

      Setuju, filmnya wajib ditonton 😉

  3. Wah kalo buat saya sih, pelajaran utama dari Anna Karenina tuh “love is not enough, because life will get in the way”. Buat mempertahankan suatu hubungan tuh ternyata emang gak cukup cinta doang, tapi sangat butuh komitmen dan pengorbanan… dan sayangnya Anna milih untuk mengorbankan anaknya :(.

    • Buah. Akhirnya ketauan kalo orang Indonesia 😀 daritadi aku bertanya-tanya, “Tien” kan Indonesia banget tapi ngomong Inggrisnya “tinggi”, trus banyak bacaan CCP yang aku gak familier pula. Hehehe. salam kenal, mbak Tien! (boleh panggil mbak? soalnya ada beberapa yang gak mau dipanggil mbak maunya nama aja)

    • Oyaaah? aku cuma baca versi simplified nya nih, belom berani baca yang unabridged, takut mandek di tengah2, hehehe. Di buku yang kubaca kok katanya tampan yah. 😀

  4. Weh, kerasa tua dipanggil mbak, ha ha ha… I don’t mind, I probably am older!
    soalnya gw dah 17 taon di Oz n skarang jd lebih nyaman ngomong Inggris, rasanya tulis Indo koq kaya agak aneh sedikit gitu… it’s probably good practice for me 😉
    CCP itu apa yah?

  5. Vronsky itu memang katanya gegah & tampan tapi juga botak! Mungkin dulu itu standardnya laen?
    Barusan selasai baca minggu kemarin – ada read along jadi ada semangat baca bareng. Pokoknya sekitar 1/4 pertama itu paling susah baca, sesudah itu lumayan agak gampang lah.

  6. Pingback: Review: Anna Karenina, Simplified Version « Surgabukuku

  7. Min boleh tahu tentang kediktatoran? dan apa dampak negatif paling signifikan dari kediktatoran terhadap wiston? buat bahan skripsi saya

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s