Home » Book Reviews » 3 star review » The Jungle Book – Rudyard Kipling, and a Wrap-Up for A Victorian Celebration!

The Jungle Book – Rudyard Kipling, and a Wrap-Up for A Victorian Celebration!

[Conclusion in English at the bottom of the post]

Ini review yang harusnya ditulis berbulan-bulan yang lalu, tapi better late than never kan ya? 😉

Awalnya sukar untuk menghilangkan kesan “Disney-ish” dalam benak saya terhadap buku ini, apalagi karena covernya memang mengadaptasi film kartun The Jungle Book versi Disney. Namun ketika saya mulai membacanya, saya pun larut dalam suatu Rimba ciptaan Rudyard Kipling yang begitu liar dan begitu nyata.

Buku yang memuat gabungan cerpen dan puisi ini dibuka dengan ditemukannya bayi manusia di hutan rimba, yang kita kenal dengan nama Mowgli. Dalam cerpen Mowgli dan Saudara Serigala, anak manusia yang dimangsa oleh Shere Khan si Harimau Pincang dibela mati-matian oleh Mama dan Papa Serigala, dan malah nantinya merekalah yang membesarkan Mowgli yang licin tak berbulu. Tumbuh besar di Bukit Batuan di tengah-tengah saudara-saudara serigala, Mowgli diajarkan bagaimana hidup di Rimba oleh Beruang Hitam Baloo dan Macan Kumbang Hitam Bagheera. Pada saatnya nanti (di cerpen Harimau Harimau), Mowgli harus berhadapan sendiri dengan Shere Khan, yang dari awal sudah menetapkan hati untuk menghabisi Mowgli. Di dalam cerita Mowgli juga bertemu dengan Kaa, si ular piton sepanjang tiga puluh kaki yang ditakuti kaum monyet, namun sebenarnya baik hati dan ikut andil menyelamatkan nyawa Mowgli.

“Kita ini satu darah, kau dan aku,” jawab Mowgli. “Aku berutang nyawa padamu, malam ini. Buruanku akan menjadi buruanmu jika kau lapar, wahai Kaa.”

Klimaks kisah Mowgli diceritakan dengan gemilang dalam adegan pertarungan menegangkan antara Mowgli dan Shere Khan. Di cerita yang lain, Mowgli dikisahkan kembali hidup di desa bersama dengan saudara-saudara manusianya, tetapi ia tidak merasa betah dan rindu kembali ke Rimba, rindu saudara-saudara serigalanya. Mowgli tidak mengerti sistem kasta yang berlaku di dunia manusia, sehingga ia gampang saja mengulurkan tangan untuk membantu seorang pembuat tembikar yang kastanya lebih rendah daripadanya.

Tidak semua bagian dari The Jungle Book berkisah tentang Mowgli. Dalam cerpen Anjing Laut Putih, Kipling menceritakan tentang Kotick, seekor bayi anjing laut berkulit putih, di tengah suasana migrasi para anjing laut. Saat Kotick sudah lebih dewasa, ia berkeinginan untuk mencari pulau yang baru untuk migrasi yang jauh dari manusia. Walau sempat menemui pertentangan anjing laut-anjing laut lain, dengan berusaha keras akhirnya ia mampu mewujudkan cita-citanya.

Beirkutnya cerpen “Rikki-Tikki-Tavi” yang menceritakan petualangan Rikki-tikki-tavi, seekor mongoose, yang berjuang melindungi tuannya, keluarga manusia yang terdiri dari ayah, ibu, dan seorang anak laki-laki bernama Teddy, dari serangan ular kobra Nag dan Nagaina. Buku ditutup dengan cerpen Toomai Sang Penakluk Gajah. Toomai Mungil dikisahkan sangat beruntung karena bisa menyaksikan Tarian Para Gajah di jantung Bukit Garo, sesuatu yang tidak pernah disaksikan manusia manapun sebelumnya!

Dari semua puisi di buku ini, yang dibawah ini termasuk favorit saya (“Perburuan Kaa”)

Macan cintai tutulnya,
Banteng bangga pada tanduknya.
Waspadalah, bagaimana ia sembunyi
itulah kekuatannya.
Kau tahu sapi bisa menendangmu,
tanduk tebal Sambhur menerjangmu
Tak perlu kami kau beritahu,
kami tahu sedari sepuluh musim lalu.
Jangan sakiti anak si hewan liar,
anggaplah ia saudara
Walau kecil dan montok,
Beruanglah ibunda mereka
“Tak ada yang kalahkan kami!” ujar si kecil
bangga saat pertama berburu
Rimba begitu luas dan ia begitu mungil.
Ajari ia diam dan tak sok tahu.

Walaupun berkisah tentang binatang, ada banyak nilai moral yang bisa diambil pembaca dari fabel ini. Misalnya tentang persaudaraan serigala yang begitu erat dan kuat, juga Hukum Rimba yang diceritakan adil bagi semua pihak. Tiga bintang bagi Rimba ciptaan Rudyard Kipling. Juga karena terjemahan oleh Anggun Prameswari yang enak dibaca. Jujur saja sebenarnya saya kurang suka cover “Disney-ish” buku ini, tapi OK lah kalau memang menyasar ke segmen anak-anak.

Detail buku:
“The Jungle Book”, oleh Rudyard Kipling
246 halaman, diterbitkan Oktober 2011 oleh Penerbit Atria (pertama kali diterbitkan tahun 1894)
My rating: ♥ ♥ ♥


 

Conclusion:

 At first it was hard to get rid the “Disney-ish” aura from this book. But as I started reading, I found that the author is drowning me into a world, to be more specific a Jungle, where it all felt wild and strangely real. This book contains short stories and poems, which the first short story introduced us to Mowgli, a son of man that was raised by wolves in the Jungle. In order to defeat his enemy, the tiger Shere Khan, Mowgli was being taught how to to live in the jungle and to fight by Bagheera the black panther and Baloo the bear. There are other stories that don’t tell readers about Mowgli, like The White Seal, Rikki-Tikki-Tavi, and Toomai of the Elephants. This work of fable has a moral tone that we humans could learn from. Take the strong bond of brotherhood of the wolves, and how The Rule of the Jungle is fair to every living being in it. Overall, I gave three stars for Rudyard Kipling’s The Jungle Book.

10th review for The Classics Club Project, 4th review for A Victorian Celebration, 6th review for The Classic Bribe


This post also marks my wrap-up for A Victorian Celebration.

From the 9 books I intended to read at the beginning of the event, I was only able to finish 5:

The Happy Prince by Oscar Wilde

Little Lord Fauntleroy by Frances Hodgson Burnett

Just So Stories by Rudyard Kipling

The Jungle Book by Rudyard Kipling

And one non-English Victorian novel, which is Anna Karenina by Leo Tolstoy. I haven’t got enough time to write its review, along with a review of Great Expectations BBC miniseries (2011) that I intend to write also. I’ll be writing them very soon!

I also wrote one author focus on Rudyard Kipling (in Bahasa) for A Victorian Celebration. I’m glad I joined this event, even though I haven’t had enough time to finish all the books in my reading list, and honestly I’m still having difficulties in understanding some Victorian idioms (like those in Charlotte Brontë’s Villette). But well, that won’t keep me from reading more of them Victorian works! So you see, A Victorian Celebration isn’t over for me yet! 😉

Advertisements

6 thoughts on “The Jungle Book – Rudyard Kipling, and a Wrap-Up for A Victorian Celebration!

  1. Yep! A Victorian Celebration was fun indeed, but it was just the start, because during the event we have added enough Victorian books in our wishlist to be read for the whole year :))

  2. Pingback: What We Did Last Summer – The Classic Bribe Wrap-Up |

  3. Pingback: A Classics Challenge 2012: December Prompt & Wrap-Up « Surgabukuku

  4. Pingback: I’m joining A Victorian Celebration for June-July 2012! | Surgabukuku

  5. WOW kerennn abissss.. sebenernya saya suka novel tapi kalau mbaca cerpen juga suka sih.. cerpen di buku ini sepertinya (karena saya hanya mbaca dari review) sangatlah bagus.. itu ceritanya beda sm yg di film ya? kalau dilihat-lihat memang covernya kerenn isinya mungkin lebih hahaha 😀 penasaran juga sama buku satu iniii.. terimakasih reviewnya kakak sangat membantu 🙂

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s