Home » Events » 1001 Books » Anna Karenina – Leo Tolstoy, Simplified Version

Anna Karenina – Leo Tolstoy, Simplified Version

[Review in Bahasa Indonesia and English]

Berangkat dari kehidupan pernikahan yang tidak bahagia, wanita bangsawan yang cantik dan cerdas Anna Karenina terpikat oleh pesona Count Vronsky, seorang perwira militer yang gagah dan tampan. Mereka pun jatuh dalam perzinahan, sesuatu yang juga dilakukan Oblonsky, kakak laki-laki Anna, terhadap istrinya Dolly. Cerita bergulir dengan menguraikan perkembangan hubungan Anna dan Vronsky, bagaimana mereka memutuskan untuk hidup bersama meskipun Anna belum bercerai dari Karenin, suaminya. Juga pergumulan Anna yang rindu agar putranya, Seriozha, hidup bersamanya dan Vronsky. Dan salah satu hal yang terpenting adalah keteguhan hati Anna yang bertekad tetap memunculkan diri di tengah masyarakat walaupun secara sosial ia telah dikucilkan dan segala pembicaraan tentangnya selalui bernafaskan sentimen negatif. Sampai akhir cerita, Anna berjuang menghadapi segala situasi yang menghimpitnya—sampai pada suatu titik ia memutuskan bahwa ia tidak sanggup lagi.

Kisah tragis Anna dalam Anna Karenina yang dibingkai dalam setting Rusia abad ke-19 ini langsung disandingkan oleh penulis Leo Tolstoy dengan kisah Levin, sahabat Oblonsky, yang meskipun mengalami berbagai hambatan di awal hubungannya dengan perempuan yang dicintainya, Kitty, namun akhirnya mereka menikah dan menjalani kehidupan yang bahagia. Saya membaca versi simplified (disederhanakan) dari Anna Karenina ini karena ingin sekedar mengetahui jalan ceritanya, mumpung versi terbaru filmnya yang dibintangi Keira Knightley sedianya akan mulai tayang November nanti. Beberapa hal yang bisa saya pelajari dari versi sederhana Anna Karenina ini:

1. Pernikahan yang tidak didasari dengan cinta adalah sumber masalah. Pada zaman novel ini ditulis, memang pernikahan yang demikian lazim terjadi, sehingga Tolstoy mengangkat isu ini ke dalam suatu karya tulis yang menunjukkan apa akibatnya jika suatu pernikahan tidak didasari dengan cinta.

2. Deretan karakter dalam novel ini begitu manusiawi. Ambil saja contoh Anna. Pada satu sisi, keteguhan Anna patut diacungi jempol. Sebagai heroine (tokoh utama wanita) yang tidak biasa dalam sebuah novel, Anna memilih untuk berpegang pada prinsipnya sendiri dan menjalani hidup dengan caranya sendiri, walaupun masyarakat dan keadaan di sekitarnya tidak merestui. Anna juga bukanlah orang yang bebal, saat ia tengah sekarat pun ia memohon pengampunan dari Karenin, suaminya. Dan Karenin, walaupun digambarkan sebagai seorang pria yang kaku dan dingin, memaafkan Anna begitu rupa sampai-sampai saya berandai-andai akan bagaimana jadinya kalau Anna dan Karenin saling mencintai.

3. Ketika memutuskan untuk menghabiskan hidup dengan seseorang, cinta saja tidak cukup. Perlu ada pengabdian terhadap orang tersebut dan pengorbanan akan kepentingan-kepentingan pribadi. Dua hal ini adalah perwujudan yang lebih sempurna dari perasaan cinta. Sehingga ketika pasangan hidupmu tidak lagi rupawan ataupun menyenangkan, anda tetap akan berada di sisinya, tidak peduli apapun yang terjadi.

“Aku akan selalu mencintaimu, dan jika seseorang mencintai orang lain, ia akan mencintai keseluruhan dari orang itu apa adanya dan bukan hanya apa yang ia sukai dari orang itu.”

*

Tiga bintang untuk Anna Karenina yang meskipun dalam versi telah disederhanakan, tetap banyak nilai moral yang bisa diambil darinya. Apakah suatu saat nanti saya akan membaca Anna Karenina versi unabridged yang setebal bantal itu? Well, why not? 😉

Baca juga: ulasan karakter Anna Karenina

 

Detail buku:
Anna Karenina, oleh Leo Tolstoy
198 halaman, diterbitkan tahun 2005 oleh Penerbit Narasi (pertama kali diterbitkan tahun 1877)
My rating: ♥ ♥ ♥


Review in English:

This is a short review of the simplified version of Anna Karenina. Why the simplified version, you might ask? Well, I found it at a book fair the other day and I was just curious with the storyline of Anna Karenina, I thought that at least I should have read the simplified version before the recent adaptation is out next November. So I bought it and read it within 2 days only (it’s only 198 pages thick). And what I got was the tragic story of Anna, an attractive young woman living in the high society of 19th century Russia. Sick and tired of her cold and boring husband Karenin, Anna seek solace in the arms of a handsome young officer named Count Vronsky. As their affair was going on, Anna still was troubled by her love for her son and Karenin’s, Seriozha. Anna wanted Seriozha to live with her and Vronsky, but Karenin, still wasn’t divorcing Anna, wouldn’t let Seriozha go. In the meantime, Anna was secluded from society as a form of punishment for her act of adultery with Vronsky. But being a rather unusual heroine, Anna was determined to keep her place in society, even though her presence was unwanted and disdained.

The oh-so-glamorous trailer of Anna Karenina (coming up December 2012)

Even though this was only a simplified version, there are a lot of moral values I can take from Anna Karenina. First, marriage without love is the source of trouble. Second, the characters of this novel were so human with their flaws. I was especially impressed in Anna’s determination to live her life in her own way, no matter how disgraced her life was, no matter what society said and think of her. The moment when Anna was dying and begging for forgiveness from Karenin drove me to tears and I wished that she loved her husband instead, so that any of the terrible things wouldn’t happen to her! But hey, there wouldn’t be the Anna Karenina we all know today if she did. Lastly, when you decided to spend your life with someone, love is not enough. You need to devote yourself to your partner and sacrifice your personal matters, so that one day if your partner is no longer pretty or nice, you will still be at his/her side and never leave no matter what happens. So, I gave three out of five stars for the simplified version of Anna Karenina. Will I read the unabridged version someday? Well, why not? I’m honestly tempted to do so.

11th review for The Classics Club Project, 7th review for The Classic Bribe

Advertisements

34 thoughts on “Anna Karenina – Leo Tolstoy, Simplified Version

  1. sepertinya kalau baca karya klasik ini butuh energi ekstra yaah..duuh seandainya dari zaman sekolah dulu sudah belajar karya klasik dunia, pasti melahap karya-karya klasik nggak mengalami kendala. Mungkin untuk anna karenina ini aku nonton filmnya dulu deh 🙂

  2. udah lama banget liat Anna Karenina di Gramedia.
    Entah kenapa nggak tergerak sekalipun untuk dibawa pulang.
    Selalu mikir isinya berat.
    Apalagi liat nama Leo Tolstoy.
    *padahal baca War and Peace aja blom*

  3. Kayaknya masterpiece-nya Tolstoy memang yang War and Peace. Aku sekarang lagi baca – baca short storiesnya Tolstoy. Dan kesan saya pada sastrawan-sastrawan Rusia adalah mereka memiliki kepekaan sosial yang sangat tinggi selain juga memiliki kecerdasan intrapersonal yang menawan. Sudah baca God Sees the Truth But Wait-nya Tolstoy? Aku jadi merinding setelah membacanya.
    Kalau menurut saya, untuk dapat membaca karya sastra mereka yang ‘berat’ kita perlu membacanya secara bertahap. Mulai dari membaca cerita pendek karya mereka lalu membaca karya sastra yang versi ringkas seperti ini, baru membaca karya lengkap mereka yang setebal bantal. Seratus bintang untuk Tolstoy!

  4. This is an incredible book. I hope you have a chance to read an unabridged version one day. For me the real power of the story lies in Anna and Levin’s paraelle journeys and Levin’s story is usually cut from abridged versions.

  5. Pingback: Weekly Round up for August 14, 2012 « The Classics Club

  6. This is a fine review and you have helped to pique my interest in reaing the unabridged version which I have heard so much about. Anna Karenina is on my Classics list too and I am still combing booksotres in Ghana for a copy to buy. Thanks for sharing

  7. Pingback: What We Did Last Summer – The Classic Bribe Wrap-Up |

  8. Pingback: A Classics Challenge 2012: December Prompt & Wrap-Up « Surgabukuku

  9. Pingback: Name In A Book Reading Challenge 2012 – Wrap-Up! « Surgabukuku

  10. Pingback: Movie Review: Anna Karenina (2012) | Surgabukuku

  11. I’m not quite satisfied with the characters, and those tragic ending makes me really dislike Anna. Btw, there is another new translation editon on this book, I just watched it at bookstore last week.

  12. aku sudah beli novelnya sama yang hadji murad juga, tapi baru dua duanya baru aku pajang aja,
    karena aku juga lagi mbaca “catatan dari bawah tanah” karya fyodor dostoyevsky aja belum kelar kelar udah hampir 3 bulan,
    filmnya anna karenina juga udah punya tapi belum juga aku liat.
    entah kenapa.
    saa
    sastra adalah sisi lembut yang kelam dari dunia.

  13. Karya klasik yang pernah saya baca adalah Romeo & Juliet karya Shakespeare, itupun gak selesai karena bingung sama terjemahannya. Next time, mungkin sebaiknya saya baca Anna Karenina ini. This seems interesting. Semoga saya ‘betah’ bacanya. 🙂

  14. This is awesome book with unexpected ending. Tragic… But I love it! Dan semua buku Leo Tolstoy memang bagus. Cara dia mengungkapkan semua detail baik karakter, suasana, benda dengan kata-kata yang indah menjadikan buku-bukunya paling banyak diminati para book lovers terutama sastra kuno. 🙂

  15. Aku baca karya pertama tolstoy itu yg ressurection, halaman pertama baca yg langsung kayak ktmu belahan jiwa, dialah penulis pertama yg bener2 wah, satu2nya rasaku (mungkin krna kita sehati kali, sama2 gak ngerti dmna letak kejeniusan tulisan shakespeare, haha). Dari ressurection akhirnya aku nyari semua bukunya yg lain, anna karenina aku punya berapa versi terjemahan b.inggris dan indonesia, tapi interpretasi mereka beda2, yg plg bagus itu terjemahan garnet itu. Aku sampe niat blajar bhsa rusia supaya bisa baca naskah aslinya. Aku beli juga itu yg simplified versionnya 193 hal, lumayan sih, waktu ke toko buku time ketemu lg penerjemah lain inggris E. B Greenwood dan beli lagi, itu cuma 900 hlm, aslinya garnet sampe 2000-an halman, tp feelnya memang kalah jauh dibanding constance garnett, dan yg plg mndekati pemikiran Tolstoy itu terjemahannya Garnett, jd klo mw baca yg itu aja. Tp udah baca belom nih unabridged versionnya, gmna reviewnya?

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s