Home » Book Reviews » 4 star review » Girl with a Pearl Earring – Tracy Chevalier

Girl with a Pearl Earring – Tracy Chevalier

Mata seorang seniman—pelukis khususnya, sudah semestinya lebih tajam dari mata orang biasa. Tatkala seorang biasa melihat ke langit dan menatap awan, ia hanya akan melihat warna putih, namun seorang pelukis bisa melihat nuansa biru, kuning, dan bahkan hijau dari pemandangan itu. Awan yang selalu disebutkan putih, ternyata hanya memiliki sedikit unsur warna putih.

Griet, gadis pelayan berusia enam belas tahun, berbagi kemampuan melihat segala sesuatu dengan mata seorang seniman dengan majikannya, pelukis Johannes Vermeer. Vermeer (1632–1675) dikenal dengan lukisan-lukisannya yang selalu bersetting indoor dan sering memfokuskan pada potret masyarakat kelas menengah. Ia juga terkenal sangat lamban dalam menyelesaikan lukisannya, sehingga beberapa pihak menyebutnya pelukis yang tidak produktif. Kembali ke Griet, akibat kondisi keuangan keluarga yang sangat sulit setelah ayahnya tertimpa kecelakaan, suatu hari Griet dikirim ke rumah keluarga Vermeer untuk bekerja. Tugas utamanya adalah membersihkan studio sang pelukis tanpa merubah apa pun yang menjadi objek yang sedang dilukis oleh Vermeer. Ketika ia sampai di rumah keluarga Vermeer di Oud Langendijck, Papists’ Corner, ia mendapati seorang perempuan tua, seorang nyonya muda yang sedang mengandung, empat anak perempuan, satu bayi laki-laki, dan Tanneke pelayan Maria Thins. Maria Thins adalah perempuan tua yang tak lain adalah ibu Catharina, istri Vermeer yang sedang mengandung.

Di rumah itu Griet mengalami banyak hal, mulai dari pekerjaan rumah tangga yang menumpuk dan seakan tidak ada habisnya, perlakuan dari Tanneke yang angin-anginan, Catharina yang tidak menyukai Griet dan bersikap sok kuasa, dan hal-hal yang dilakukan Cornelia, salah satu anak perempuan yang masih berusia tujuh tahun, namun sudah menunjukkan kemampuan luar biasa untuk menjahati orang. Dan juga ada saat-saat ketika Griet berada di studio, tempat dimana ia merasa lebih tenang dan mampu melakukan pekerjaannya dengan baik. Lambat laun Vermeer meminta bantuan Griet untuk menggerus bahan-bahan yang akan dijadikan cat, dan Griet melaksanakannya secara diam-diam.

Satu peristiwa dimana Griet berjumpa dengan pelindung Vermeer yang bernama van Ruijven menjadi awal mula dijadikannya Griet salah satu model dalam lukisan Vermeer. Vermeer tidak melukisnya sebagai seorang pelayan, tidak juga sebagai wanita kaya; ia meminta Griet memakai mantel berwarna kuning dan membebat kepalanya dengan kain berwarna biru dan kuning. Ada satu hal yang kurang, satu hal yang bisa mencuri perhatian dari keseluruhan kesan lukisan. Jawaban atas pertanyaan ini terletak pada sepasang anting-anting mutiara yang dimiliki Catharina. Masalahnya, Catharina tidak akan terima jika anting-anting miliknya dipakai oleh seorang pelayan dan pelayan tersebut dijadikan model lukisan oleh suaminya.

Pemilihan Griet sebagai model lukisan Vermeer pun sudah menjadi kabar burung di kota tempatnya tinggal, Delft, dan ia terjepit dalam berbagai situasi yang tidak disukainya. Di satu sisi, fakta bahwa ia membantu tuannya akan memancing murka dari Catharina, ketika ia tahu. Apalagi dengan menjadi model dengan mengenakan anting-anting mutiara milik Catharina. Sedangkan Vermeer membuat lukisan itu atas permintaan dari pelindungnya, van Ruijven, yang sedari awal sudah menunjukkan niat tak senonoh terhadap Griet. Belum lagi keadaan ayah dan ibu Griet yang hidup serba miskin, dan harapan mereka agar Griet segera menikah dengan Pieter anak si tukang daging, demi masa depan yang lebih menjanjikan. Sementara itu Griet sebenarnya menaruh hati kepada tuannya. Saat Griet lari ke arah Market Square, ke lapangan dengan bintang berujung delapan di tengah-tengahnya, disanalah ia memutuskan arah hidupnya selanjutnya. Kemanakah ia akan pergi?

***

Girl with a Pearl Earring
by Johannes Vermeer, circa 1665

Ini karya Tracy Chevalier pertama yang saya baca dan saya benar-benar menyukainya. Kisah fiksi sejarah yang diangkat dari lukisan Girl with a Pearl Earring (Belanda: Het Meisje met de Parel) ini sebenarnya sederhana, namun dirangkai dengan cantik oleh pengarang dengan dukungan setting Belanda abad ke-17 dan dengan segala perilaku sosial yang sedang dipraktekkan pada masa itu. Saya suka dengan karakter Griet yang cerdas dan berani untuk ukuran seorang gadis pelayan, dan juga bagaimana pengarang membangun kedekatan antara Griet dan Vermeer dengan intensitas emosional yang awalnya ringan kemudian semakin meningkat. Antara Griet dan Vermeer terjadi sesuatu yang boleh dikatakan sexual tension, tetapi pembaca tidak akan mendapatkan pelampiasannya lewat suatu adegan fisik, melainkan merasakan gejolak emosi yang dirasakan Griet ketika berhadapan dengan tuannya. Ini adalah salah satu hal yang saya suka dari gaya penulisan Tracy Chevalier, selain bahwa beliau mampu membuat pembaca yang awam seni “melihat” dengan mata seorang seniman, dan bahwa beliau berhasil menghadirkan kota kecil Delft di abad-17 dengan begitu hidup.

Kekurangan buku ini hanya satu, kurang tebal! 😀 Saya sungguh ingin lebih memahami interaksi antara orang Protestan dan Katolik di Belanda pada abad-17, tapi hanya disinggung sekilas di buku ini. Disebutkan bahwa orang-orang Katolik di Belanda pada masa itu tergolong minoritas dan tidak membaur dengan orang-orang Protestan. Mengapa? Itu yang masih menjadi pertanyaan di benak saya. Diceritakan juga bahwa Griet, yang adalah seorang Protestan, merasa tidak nyaman melihat lukisan adegan penyaliban Yesus. Mengapa? Ah, rasanya saya ingin menikmati Girl with a Pearl Earring dalam kemasan yang lebih tebal dan lebih mendetail. Yang pasti, setelah karya ini, saya lebih dari mau untuk menikmati karya-karya Tracy Chevalier yang lain. Tapi masalahnya tetap sama, belum tahu kapan! Hehehe.

Empat mutiara buat buku ini. 😉

Detail buku:
Girl with a Pearl Earring (Gadis dengan Anting-anting Mutiara), oleh Tracy Chevalier
352 halaman, diterbitkan tahun 2003 oleh Penerbit Gramedia Pustaka Utama (pertama kali diterbitkan tahun 1999)
My rating: ♥ ♥ ♥ ♥

N.B.:

Yang pertama buat Nophie, makasih sudah meminjamkan buku ini, maaf ya kupinjam lamaaaa banget. 😀

Yang kedua buat mbak Hobby Buku, aku menyelesaikan membaca buku ini satu jam setelah tanggal 31 Agustus 2012, tapi review ini kuikutsertakan ke TBRR Historical Fiction Challenge untuk bulan Agustus, gak papa yah. Cuma satu jam kok molornya. :-p

Advertisements

9 thoughts on “Girl with a Pearl Earring – Tracy Chevalier

    • Kalo dari Wiki sih gini Ky:
      Tracy Chevalier wrote a historical novel, also entitled Girl with a Pearl Earring (1999), fictionalizing the circumstances of the painting’s creation. In the novel, Johannes Vermeer becomes close with a fictional servant named Griet (based on Chevalier’s close friend Georgia Kendall), whom he hires as an assistant and has sit for him as a painting model while wearing one of his wife’s pearl earrings.[4]

  1. Setuju, aku suka intensitas emosional dalam buku Chevalier yang ini, dan nuansa seninya ‘dapet’ juga. Dan aku juga suka pada lukisan Vermeer itu sendiri, hidup banget ya dan emosinya tertangkap, pas dengan kisah ini. Hebat memang tante Tracy!

  2. Pingback: [Reading Challenge 2012] Historical Fiction Challenge « Surgabukuku

  3. Pingback: TBRR Historical Fiction Challenge | Surgabukuku

  4. Dari dulu sangat penasaran sm buku ini, karena sering ngelihat lukisan vermeer itu di media apapun, cuma bukunya ga pernah dapet pas nyari… review mba mel cakep dan detail…. kayanya pernah difilm in jg ya mba ^^

  5. baca ini sekitar natal 2-3 tahun lalu 😀
    pas pertama lihat buku ini di tempat sewa buku, kirain lukisannya itu dibuat untuk buku ini :)) *dikeplak
    habis baca, baru ngeh kalau ini fiksionalisasi lukisan itu :))

    suka sama ceritanya dan gaya penulisannya di sini ^^
    pengin baca buku yang lain dari pengarang, tapi belum nemu .

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s