Home » Adaptation Reviews » Adaptation Review: Great Expectations (2011)

Adaptation Review: Great Expectations (2011)

Sinopsis:

Philip “Pip” Pirrip hanyalah seorang anak yatim piatu miskin yang nasibnya hendak diubah seratus delapan puluh derajat oleh takdir yang mempertemukannya dengan seorang buronan bernama Magwitch (Ray Winstone). Walaupun dibawah ancaman, Pip bersedia mengulurkan pertolongan untuk Magwitch yang sedang dikejar-kejar serombongan tentara. Dan ia melakukan sedikit lebih daripada apa yang diminta Magwitch.

Magwitch

Di hari yang sama, Uncle Pumblechook, seorang kerabat, datang ke tempat peleburan dimana Pip tinggal bersama kakak perempuannya yang jauh lebih tua dan suaminya yang adalah seorang pandai besi, Joe Gargery (Shaun Dooley). Uncle Pumblechook memberitakan kepada Mrs. Gargery alias Missus bahwa seorang Miss Havisham (Gillian Anderson) yang tinggal di Satis House mengharapkan seorang anak lelaki untuk datang ke rumahnya. Missus menyambut berita itu dengan penuh antisipasi bahwa peristiwa ini akan menjadi awal di mana Miss Havisham akan berkontribusi dalam pendidikan dan masa depan Pip dan secara tidak langsung mendukung keluarga Gargery dengan kekayaan yang dimilikinya.

Young Pip in front of Satis House

Maka datanglah Pip ke Satis House dan bertemu dengan Miss Havisham, yang konon ditinggalkan oleh calon suaminya di hari pernikahannya, dan sejak saat itu ia masih terus mengenakan gaun pengantinnya, tidak pernah mengenakan sepatu dan tidak pernah menyisir rambutnya. Ia juga membiarkan Satis House yang didiaminya kotor dengan debu dan berjamur karena lembap. Di Satis House, Pip juga bertemu dengan Estella, anak perempuan sebayanya yang diadopsi Miss Havisham. Pertemuannya dengan Miss Havisham dan Estella membuat Pip yang notabene lebih dewasa dari anak lelaki seumurnya merindukan bahwa kehidupannya akan menjadi jauh lebih baik daripada sekarang. Ia yang tadinya bercita-cita menjadi seorang pandai besi seperti Joe, mulai memikirkan profesi lain yang lebih “terhormat”.

Selang beberapa tahun, saat Pip (Douglas Booth) sudah menginjak usia dewasa, seorang bernama Mr. Jaggers (David Suchet) membawa kabar bahwa Pip memiliki seorang sponsor anonim yang memberikan uang yang banyak untuk Pip. Instruksi yang diberikan oleh Mr. Jaggers kepadanya jelas: Pip harus meninggalkan rumahnya dan pergi ke London di mana ia akan dididik menjadi seorang gentleman sejati; dan dia tidak boleh berusaha mencari tahu siapa sebenarnya sponsornya.

Pip and Estella

Pip berpikir pastilah Miss Havishamlah sponsornya, dan seiring dengan kehidupan barunya di London dan pertemuannya kembali dengan Estella (Vanessa Kirby), Pip mulai berpikir bahwa Miss Havisham telah merencanakan dari awal untuk menjodohkan dirinya dengan gadis itu. Padahal sebenarnya Miss Havisham memiliki tujuan yang lain, dan Estella yang dididik untuk bersikap dingin dan tak berperasaan hanyalah alatnya. Sementara Pip begitu larut dalam kehidupan barunya, Magwitch muncul kembali dengan cara yang tak terbayangkan. Saat Pip telah menggantungkan pengharapannya setinggi langit, bahwa ia akan bersatu dengan Estella, apakah nasib akan menjawabnya? Atau malah menghempaskannya ke tanah?

Kesan-kesan saya:

Memang lebih ideal menonton sebuah adaptasi film ataupun miniseri dari sebuah buku setelah habis membaca bukunya. Namun kadang-kadang kita tak punya waktu dan sarana untuk melakukannya. Karena itu, meski belum membaca Little Dorrit karya Charles Dickens, karena penasaran saya membeli DVDnya dan sudah menontonnya dan menulis reviewnya disini. Begitu pula dengan Great Expectations yang diadaptasi menjadi miniseri 3 episode oleh BBC yang ditayangkan di BBC One tanggal 27, 28, dan 29 Desember 2011 ini. Karya Dickens lain yang sudah saya tonton adaptasi filmnya adalah Nicholas Nickleby (tapi sepertinya saya tidak akan menulis reviewnya), dan ada satu adaptasi Oliver Twist besutan Roman Polanski yang dalam antrian mau ditonton.

Kembali ke Great Expectations, saya sangat suka adaptasi versi BBC ini. Yang pertama, karena saya memang penggemar period drama, yang sering juga disebut costume drama. Apa sih period drama?

Menurut Wikipedia, period drama adalah “… a piece in which elaborate costumes, sets and properties are featured in order to capture the ambience of a particular era. The term is usually used in the context of film and television.”

Jadi singkatnya period drama adalah film atau serial televisi yang memiliki latar belakang di masa lalu. Contoh period drama yang diangkat dari novel klasik misalnya Pride and Prejudice, The Count of Monte Cristo. Ada juga period drama autobiographical misalnya Becoming Jane dan Amazing Grace.

Alasan kedua, setting, sinematografi, dan costume design dalam miniseri ini cantik banget. Apa ini karena memang saya doyan nuansa suram dan foggy dalam sebuah film ya? Ah biarlah. Dari opening-nya saja Great Expectations sudah menawan banget. Berbagai scene, mulai yang melibatkan rawa-rawa, sungai, Satis House, pesta-pesta di London, semuanya so beautifully done. IMO loh ya. 😀

Miss Havisham. Creepy isn’t she?

Alasan ketiga, aktor-aktris yang bermain dalam miniseri ini kebanyakan tidak terkenal (bagi orang Indonesia yang umumnya lebih sering menonton film-film Hollywood) namun semuanya bermain bagus, bahkan yang pendatang baru sekalipun. Nama yang paling dikenal tentu saja Gillian Anderson yang bermain sebagai Miss Havisham. Ia paling diingat sebagai Agent Scully dalam serial sci-fi fenomenal The X-Files (yang ini juga favorit saya :D). Sebagai catatan, Gillian Anderson adalah seorang aktris berkebangsaan Amerika yang sebelumnya sudah dipercaya membawakan peran Lady Dedlock dalam adaptasi Bleak House versi BBC. Aktingnya tidak perlu diragukan. Nah, sekarang saya ingin menyorot beberapa aktor muda yang ikut berperan dalam Great Expectations. Kedua pemeran Pip dan Estella saat masih kanak-kanak, Oscar Kennedy dan Izzy Meikle-Small, aktingnya natural banget! Semua adegan mengalir begitu saja dan penonton pun lupa kalau yang sedang mereka lihat adalah sekumpulan aktor yang sedang berakting. Begitu juga dengan pemeran Pip dan Estella di usia dewasa, Douglas Booth dan Vanessa Kirby, sukses menghidupkan karakter masing-masing. Khususnya Vanessa Kirby yang memerankan Estella yang cold-hearted. Vanessa juga punya suara yang mendukung karakter yang ia perankan. Dan, aren’t they beautiful? Di bawah ini adalah foto tiga aktor muda dalam Great Expectations; Douglas Booth, Vanessa Kirby, dan Harry Lloyd yang memerankan sahabat Pip, Herbert Pocket. Coba deh amati Douglas Booth baik-baik. Kelihatan kayak personel boyband kan dia? Hahaha. If only he had starred in a Hollywood movie that is segmented for young people, he would be popular in Indonesia.

Left to right: Harry Lloyd, Vanessa Kirby, Douglas Booth

Alasan keempat dan terakhir. Skenarionya bagus. Saya memang belum membaca bukunya, jadi belum tahu bagian mana yang asli dari pengarang, dan yang mana improvisasi penulis skenario. Di bawah ini adalah beberapa line favorit saya:

Miss Havisham: “Perhaps it was beauty’s revenge, to stop his heart when he had stopped so many others. Do you think beauty is a destroyer of men, Pip?”

*

“Everything that was certain can change in a heartbeat.”

*

“Time stands still and yet everything turns to dust.”

*

Pip and Herbert: “It’s just… you know me before. And … I don’t want before to follow me here.”

“I don’t want before to follow me, either. Let’s start again.”

*

Estella to Miss Havisham: “I am what you designed me to be. I am your blade. You cannot now complain if you also feel the hurt.”

*

Estella: “Everyone’s meant to love me. But I don’t love back. I do not have a heart.”

*

Miss Havisham: “The agony is exquisite, is it not? The broken heart. You think you will die, but you just keep living day after day, after terrible day.”

*

Joe to Pip: “There there. Best of friends as ever we were.”

Favorite moments (somehow it feels better to share these in English)

  • The father-and-son-alike relationship between Pip and Joe Gargery. Joe was only Pip’s brother-in-law, but he cared more for Pip than his wife did. At the end Pip came back to Joe in a broken condition, and Joe accepted him wholeheartedly and with arms wide open.
  • The scene by the river with Pip and Estella in episode 2. I don’t know if this was in the book. With her guardian fast asleep, Estella used the moment and took off her bonnet, her gloves, her stockings and her shoes and then went to the river. This scene marked that there is a part of Estella that was longing to be free. Deep, deep down she wanted to free her heart and soul.
  • The friendship between Pip and Herbert. The two first met in childhood when Herbert bullied Pip but he answered with a punch in Herbert’s face. Then they grew up into young men and became best friends. I am touched by Herbert’s humility to confess his faults and ask Pip to forgive him. This proves that what was bad in the past can be fixed in the present time, or in the future. If only you give it a chance.
  • The moment when, and after, Miss Havisham asked for Pip’s forgiveness. Ah, I shouldn’t spoil it! Watch it yourself. I can’t help but feeling pity for Miss Havisham. After all she had done to avenge her broken heart. I wish I could tell her, revenge won’t heal your heart! And she’s oh-so-creepy to her last breath!
  • The final scene. No words needed. Sweet without being sugary. Also, still keeps the audience guessing…

Nah, apakah setelah baca review saya yang panjang lebar ini anda jadi tertarik untuk menontonnya? Sayangnya, DVD dan VCD resmi dari miniseri ini belum keluar di Indonesia (setahu saya sih). Mari berharap supaya segera bisa didapatkan disini ya. Oya, akhir November nanti juga akan dirilis adaptasi film Great Expectations besutan Mike Newell (yang menyutradarai Harry Potter and the Goblet of Fire) dan penulis skenario David Nicholls. Pemeran utamanya antara lain Helena Bonham Carter sebagai Miss Havisham dan Ralph Fiennes sebagai Magwitch. Which one will be the best? I wonder!

***

Average rating on IMDb: 7.5 out of 10 Great Expectations (2011– ) on IMDb
My rating: 8 out of 10

Awards: Won 2012 BAFTA TV Awards for Best Photography and Lighting: Fiction, Best Production Design, Best Visual Effects. Nominated on 2012 Broadcasting Press Guild Award  for Best Actress (Gillian Anderson) and Best Drama Series. Nominated on 2012 Emmy Awards for Outstanding Art Direction, Outstanding Cinematography, Outstanding Costumes, Outstanding Main Title Design, and Outstanding Original Main Title Theme Music.

Details:

“Great Expectations” Miniseries by BBC, released December 2011.
Adapted by Sarah Phelps from the novel by Charles Dickens
Starring Gillian Anderson, Ray Winstone, David Suchet, Douglas Booth, Vanessa Kirby, Harry Lloyd, Jack Roth, Paul Rhys, Shaun Dooley, Claire Rushbrook, Tom Burke
3 episodes, total runtime 180 mins approx.

Advertisements

9 thoughts on “Adaptation Review: Great Expectations (2011)

  1. *baca dikit2 dari sela2 jari* sambil membayangkan Scully jadi Miss Havisham, hmm…. Mungkin cocok ya karena wajah Scully kan dingin gitu. Tapi aku blm baca bukunya sih, jd belum punya feel ttg Miss Havisham. Desember deh! pasti!

    • Hahaha bacanya ngintip2 yah? Aku baca artikel kalo Gillian Anderson ini dianggap terlalu muda buat meranin Miss Havisham, nah sama juga karena belom kenalan sama Miss Havisham di buku aku jadi gak bisa mutusin Gillian sukses apa nggak meranin tokoh eksentrik ini.

  2. MAOOO CARII!!!!
    Aku baru nonton versi Ethan Hawke-Gwyneth Paltrow. Itu juga bagus menurutku. Hehe. Tapi trus pas baca bukunya ga nyambung karena aslinya buku klasik jadi untuk sementara bukunya kutinggalin dulu. Kalo nonton yang period dramanya mungkin lebih nyambung baca bukunya ya. Kkk… Itu yang jadi Pip ganteng euy!!

  3. Pingback: A Note by a Dickensian Wannabe « Surgabukuku

  4. Pingback: Review: Great Expectations, by Charles Dickens | Surgabukuku

  5. Pingback: Intimidating Classics: The Classics Club November Meme | Surgabukuku

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s