Home » Events » 1001 Books » A Christmas Carol – Charles Dickens, and The Classics Club’s December meme

A Christmas Carol – Charles Dickens, and The Classics Club’s December meme

Christmas Books by Charles Dickens

[Review in Bahasa Indonesia and English (plus the answer to The Classics Club’s December meme question!)]

A Christmas Carol mungkin adalah cerita Natal yang paling diingat sepanjang masa, kecuali kisah tentang kelahiran Juruselamat itu sendiri. Ebenezer Scrooge adalah seorang pria tua yang hidup di London di era Victoria. Satu fakta mencengangkan mengenai Mr. Scrooge selain bahwa ia luar biasa kikir, adalah bahwa ia membenci Natal. Berikut adalah petikan percakapan Scrooge dengan sang keponakan Fred:

“A merry Christmas, uncle! God save you!” cried a cheerful voice. It was the voice of Scrooge’s nephew, who came upon him so quickly as this was the first intimation he had of his approach.

“Bah!” said Scrooge. “Humbug!”

“Christmas a humbug, uncle!” said Scrooge’s nephew. “You don’t mean that, I am sure?”

“I do,” said Scrooge. “Merry Christmas! What right have you to be merry? What reason have you to be merry? You’re poor enough.”

“Come then,” returned the nephew gaily. “What right have you to be dismal? What reason have you to be morose? You’re rich enough.”

Malam itu, di Malam Natal, hantu Marley menampakkan diri kepada Scrooge. Marley adalah partner kerja Scrooge yang telah meninggal dunia. Hantu Marley memperingatkan bahwa Scrooge akan didatangi oleh tiga sosok hantu; Hantu Natal Masa Lalu (Ghost of Christmas Past), Hantu Natal Masa Kini (Ghost of Christmas Present), dan Hantu Natal Masa Depan (Ghost of Christmas Yet to Come). Setiap hantu akan membawa Scrooge dalam perjalanan menembus waktu dan tempat, di mana ia akan memperoleh pelajaran untuk mengubah dirinya, bagaimana ia bersikap terhadap orang lain, dan bagaimana ia menggunakan uang yang dimilikinya untuk membantu mereka yang miskin. Cerita yang pendek, mudah ditebak (kurang lebih karena kita sudah mendengarnya disampaikan dalam berbagai versi yang lebih mudah dicerna) dan ditulis dalam gaya cerita khas Dickens yang kadang memusingkan (saya membacanya dalam bahasa Inggris), namun A Christmas Carol tetaplah sebuah cerita yang tidak bisa didepak dari memori saya.

“I will honour Christmas in my heart, and try to keep it all the year. I will live in the Past, the Present, and the Future. The Spirits of all Three shall strive within me. I will not shut out the lessons that they teach.”

Sekedar info, perkenalan pertama saya dengan A Christmas Carol adalah melalui sebuah buku anak-anak dengan tokoh-tokoh Disney yaitu Miki Tikus dan kawan-kawan. Gober Bebek sebagai Ebenezer Scrooge, Miki sebagai Bob Crachit, Donal tentu saja jadi Fred sang keponakan, dan Hantu Marley adalah Gufi #brbngakakdulu 😄 Sayangnya saya tidak bisa menemukan buku yang berjudul asli Disney’s Mickey’s Christmas Carol ini di rak buku keluarga. Sepertinya sih sudah diwariskan ke salah satu keponakan saya.

christmas_carol movie

Versi adaptasi A Christmas Carol yang paling terkenal adalah film animasi yang dirilis tahun 2009 besutan Robert Zemeckis. Tidak kurang dari tiga nama beken ada dalam daftar pengisi suara. Yang pertama tidak lain adalah Jim Carrey sang aktor serba bisa, yang dalam film ini mengisi suara Scrooge (termasuk Scrooge kecil, Scrooge muda dan Scrooge tua) dan ketiga hantu (walaupun hantu ketiga rasanya nggak ngomong apa-apa). Kemudian Gary Oldman yang menyuarakan karakter karyawan Scrooge yang miskin tapi punya keluarga besar, Bob Crachit. Tidak hanya itu, pemeran Sirius Black di seri Harry Potter ini juga mengisi suara Marley dan Tiny Tim. Yang terakhir adalah Colin Firth yang mengisi suara keponakan Scrooge, Fred. Menurut saya film ini adalah adaptasi yang bagus, apalagi dialog-dialognya banyak yang sama persis dengan di buku. Entah kenapa rating film ini di IMDb hanya 6.8…?

Saya sebenarnya membaca A Christmas Carol sebagai bagian dari The Christmas Books yang memuat tiga cerita pendek bertema Natal karya Charles Dickens. Dua cerita lainnya berjudul The Chimes dan The Cricket on the Hearth. Namun saya masih malas baca dua cerita yang lain, jadi setor review untuk A Christmas Carol saja dulu yah. Empat bintang buat kisah pertobatan Scrooge! 🙂


Review in English + The Classics Club’s December meme:

A Christmas Carol is, no doubt, the most remembered story about Christmas other than the nativity story itself. Set in Victorian England, the story tells us about the old miser Ebenezer Scrooge, a stingy man who hated Christmas. Then at Christmas Eve, his late work partner Marley came to him in a shape of a ghost to warn him of the coming of three ghosts of Christmas: Ghost of Christmas Past, Ghost of Christmas Present, and Ghost of Christmas Yet to Come. They would take Scrooge in a journey beyond time and space, a journey to self redemption.

I love the animated adaptation of A Christmas Carol (2009) directed by Robert Zemeckis, with Jim Carrey as Scrooge. I think that this adaptation is good because the dialogues hadn’t been changed much from the book. However, I don’t know why the rating for this movie on IMDb is only 6.8.

My first acquaintance with A Christmas Carol was with a children book called Disney’s Mickey’s Christmas Carol, in which Scrooge McDuck was Ebenezer Scrooge (of course), Mickey Mouse was Bob Crachit, and Goofy was the ghost of Marley (sorry, I have to laugh at this. Hahahaha.) The book was given to me as a child. Unfortunately, I can’t find the book on the family’s bookshelves now, probably it has been given to one of my nephews and nieces. And this, to answer The Classics Club’s December meme question, was my favorite memory about A Christmas Carol.

christmascarol1

A scene from Disney’s Mickey’s Christmas Carol

Now, after reading the original story, though it was written in sometimes confusing Victorian style, made my love for it even bigger. Four stars for a Christmas story that will always remain in my memory.

Book details:

A Christmas Carol, by Charles Dickens, first published 1843
Read as a part of The Christmas Books, 234 pages, published 2007 by Penguin Popular Classics
My rating: ♥ ♥ ♥ ♥

18th review for The Classics Club Project


This post is also a late entry for the event Dickens in December. (Button below)

dickens-button-01-resized

Advertisements

10 thoughts on “A Christmas Carol – Charles Dickens, and The Classics Club’s December meme

  1. ini filmnya bagus banget mah >,< bukunya tebel apa tipis? kalau tipis mau baca yang versi bahasa inggris ahh… sekalian belajar bahasa inggris juga 😄

  2. Pingback: Dickens in December – Wrap up « Beauty is a Sleeping Cat

  3. Oh, even my first acquaintance with A Christmas Carol was through Disney. In fact, I spent a lot of my childhood refusing to accept that Ebenezer Scrooge wasn’t actually Scrooge McDuck and there was a real book that the Disney version was based on. It just seemed too much of a co-incidence!

  4. Pingback: Books in English Reading Challenge 2012 – Wrap-Up! « Surgabukuku

  5. Pingback: A Note by a Dickensian Wannabe « Surgabukuku

  6. Reviewnya kerennn.. pengen mbaca juga bukunya walaupun udah ketebak isinya tapi tetep pengen mbaca hehehe 😀 malahan pengen mbaca versi indo+inggris.. nilai moralnya bagusss.. filmnya juga bagus bgt hahaha.. makasih kak reviewnya membantu mencari buku-buku mendidik hehehe xD

  7. Yang pasti, tahu bukunya ya karena nonton filmnya. Secara ya, animasinya itu detil banget sampe kerutan mukanya. Apalagi pas temennya di peti mati, duh bawaannya deg deg-an. Etapi aku dapet english book yang terbitan jadoel banget. Bukunya aja udah sobek sana-sini tapi layak baca. Pas dibaca, waaa ketegangan malam2 yg dilalui scrooge bener2 persis kaya film. Sama2 bikin gemeteran.

    Dan entah kenapa, Dicken selalu menjadi fav author .

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s