Home » Adaptation Reviews » Adaptation Review: Les Misérables (2012)

Adaptation Review: Les Misérables (2012)

les-miserables-poster

Sebenarnya kurang tepat kalau disebut review juga sih. Saya hanya ingin berbagi pengalaman dan kesan-kesan setelah menonton film Les Misérables. (Mungkin) banyak diantara pembaca yang tahu bahwa Les Misérables adalah salah satu buku favorit saya, dan sejak saya pertama tahu akan ada film musikalnya, saya excited banget. Apalagi dari awal sudah beredar nama beken Hugh Jackman dan Anne Hathaway. Jadwal rilis Les Mis di Hollywood tepat pada hari Natal, 25 Desember 2012. Namun apa boleh dikata, Les Mis baru tayang di Indonesia hari Rabu, 16 Januari 2013. Dan kemarin, 17 Januari 2013, setelah penantian berbulan-bulan, akhirnya saya bisa menonton film ini. Yeay! Dalam tulisan ini, saya akan berusaha sebisa mungkin untuk tidak menyebarkan spoiler. Hehehe.

Saya sedikit ngetes si mbak kasir bioskop pada saat membeli tiket nonton. “Le misserab”, kata saya. Si mbak memandang saya dengan aneh, dan saya pun mengulangi, “Le misserab.”
“Les-mi-se-ra-bles?” tanya si mbak. Dengan senyum iseng saya menjawab, “Iya. Yang itu.” Hehehe, bukannya saya menyalahkan dia karena nggak tahu cara mengucapkan Les Misérables dengan benar. Banyak orang juga sama dengan si mbak (kecuali yang belajar bahasa Prancis), dan saya sendiri juga baru tahu bagaimana pengucapan Les Misérables yang benar setelah nonton video di YouTube.

Nah, mari lanjut. Saya agak malas menulis ulang sinopsis Les Mis, jadi baca yang di bawah ini saja yah.

Perancis abad ke-19, saat Jean Valjean (Hugh Jackman) dibebaskan dari penjara setelah 19 tahun mendekam karena mencuri sepotong roti, pembebasan bersyarat untuk menciptakan kehidupan baru untuk dirinya sendiri, ia harus menghindari Inspektur kejam Javert (Russell Crowe), yang telah ditunjuk untuk membawanya ke keadilan.
Delapan tahun berlalu, Valjean menggunakan identitas baru dan hidup membujang sebagai pemilik pabrik yang kaya serta sebagai Walikota Montreuil-sur-Mer. Fantine, salah satu wanita yang bekerja di pabriknya, adalah seorang ibu tunggal yang mengirimkan semua uang kepada orang-orang yang merawat putrinya kecil, Cosette. Ketika para pekerja mengetahui bahwa ia memiliki anak diluar nikah, mereka menuntut pengusiran Fantine.
Di jalanan, Fantine terjerumus dalam prostitusi untuk membiayai Cosette. Ia ditangkap namun Valjean menolongnya dan dan membawanya ke rumah sakit namun jiwa Fantine tak tertolong. Valjean berjanji untuk menemukan Cosette dan merawatnya, dimana semua itu mengubah hidup mereka selamanya.

Sinopsis diambil dari sini.

Dan sekarang kesan-kesan saya. Kalau ditanya bagus enggak, saya pasti menjawab bagus. Tapi banyak “tapi”nya. Yang pertama dan melingkupi keseluruhan film adalah karena saya sudah membaca bukunya dan menonton konsernya (saya menonton 25th Anniversary Concert Les Mis), I found no surprise in it at all. Sinematografi dan setting bagus, namun rasanya pergantian scene “dikebut”, terutama di awal-awal film. Ini bisa dimaklumi sih, sudah “dikebut” aja jadinya masih dua setengah jam, lha kalau nggak dikebut gimana? Sayangnya, karena “dikebut” ini penonton jadi tidak diberi banyak waktu untuk menikmati sinematografi dan setting. Make-up keren. Lihat saja bagaimana Hugh Jackman menjelma jadi tahanan 24601 dengan penampilan kasar dan jelek.

les-miserables-screenshot-6

Kemudian, para aktor. Mari kita list dulu siapa saja cast-nya: Hugh Jackman (Jean Valjean), Anne Hathaway (Fantine), Russell Crowe (Javert), Amanda Seyfriend (Cosette), Eddie Redmayne (Marius), Samantha Barks (Eponine), Helena Bonham Carter dan Sacha Baron Cohen (M. & Mme Thenardier). Semua bermain bagus, namun ada beberapa karakter yang lebih menonjol dari yang lainnya. Peran kecil yang mencuri perhatian adalah si bocah Gavroche. Akan tetapi kalau menilik cast dari segi kualitas suara, jelas menang cast di konser. Di konser suaranya lebih halus semua. Tapi semua adegan/nyanyian di Les Misérables direkam secara langsung saat syuting lho, bukan direkam di studio. Hebat yah? Eh sebentar, yang memerankan Father Myriel itu bukannya yang jadi Jean Valjean di musikal Les Mis tahun 1985 ya? Ternyata beneran itu Opa Colm Wilkinson, pemilik suara yang bisa bikin pendengarnya ”meleleh” (dalam air mata maksudnya).

Les Miserables cast and crew

Les Miserables cast and crew

Yang paling membuat saya WOW dari film Les Mis adalah Anne Hathaway yang memerankan Fantine. Di scene “I Dreamed a Dream” dia menyanyi sekaligus berakting amat sangat menderita. Ekspresinya itu lho, as though it was real! Damn, she was amazing. Layak banget sih Anne dapat Golden Globe, semoga dia dapat Oscar juga! Favorit saya yang kedua adalah Samantha Barks yang jadi Eponine. Tepat deh keputusan buat ngecast Samantha Barks yang jadi Eponine di 25th Anniversary Concert Les Mis. Wahai galau-ers, “On My Own” itu lagu galau yang amat sangat bagus lho. Just saying. 😀 Sedikit salah fokus, itu pinggang si Samantha kecil banget yak?

Minus-nya Les Mis, yang pertama saya temukan dalam tokoh Javert. Tadinya saya sempat menyangsikan kemampuan Russell Crowe dalam bernyanyi, tapi ternyata he wasn’t so bad at singing. Tapi, rasanya kok aktingnya datar-datar aja ya? Javert versi Russell Crowe nggak berhasil membuat saya “takut” sama dia seperti Jean Valjean takut sama dia. Saya lebih “takut” sama Javert versi Geoffrey Rush (Les Misérables 1998) yang punya wajah runcing dan tatapan mata sinis. Dulu waktu belum ketahuan siapa yang akan memerankan Javert, saya berandai-andai mungkin nggak yah Geoffrey Rush yang akan memerankannya lagi? Karena Tom Hooper dan Geoffrey sebelumnya sudah pernah kerjasama di The King’s Speech kan? Well, definitely Russell Crowe is not my Javert.

Javert: Russell Crowe vs. Geoffrey Rush

Javert: Russell Crowe vs. Geoffrey Rush

Dan yang kedua, sayangnya dalam film ini adegan yang benar-benar menguras emosi bisa dihitung jari. Yang pertama, scene ”I Dreamed a Dream” nya Fantine. Lalu ”On My Own” nya Eponine. Dan yang terakhir scene Finale. Di luar ketiga scene itu, kok rasanya agak flat dan hambar. Chemistry Jean Valjean-Javert sebagai musuh bebuyutan kurang dapet, demikian juga chemistry antara sepasang kekasih Cosette dan Marius.

Di bioskop tempat saya menonton Les Mis, studionya hanya terisi ¼ dari keseluruhan kursi yang ada. Sepertinya Les Mis ini bukan tipe film yang banyak penggemarnya ya. Sedikit warning, film ini hampir full berisi nyanyian. Kalaupun ada dialog yang ngomong itu hanya sepotong-sepotong saja. Warning lagi, siapkan tissue sebelum nonton. Film ini wajib tonton kalau kamu suka Les Mis (buku atau konsernya, atau keduanya), suka period drama, atau suka film musikal. Saya sendiri pasti akan membeli DVDnya supaya saya bisa nonton sekaligus sing-a-long keras-keras dirumah, hahaha! (Saat nonton di bioskop pun saya sudah ikut nyanyi, tapi nggak bisa keras-keras kan nanti di-hush penonton yang lain). 😛

Kalau pengen lihat-lihat screenshots, klik link ini.

Average rating on IMDb: 8.1 out of 10 Les Misérables (2012) on IMDb
My rating: 8 out of 10

Awards: Won 2013 Golden Globes for Best Motion Picture – Musical or Comedy, Best Performance by an Actor in a Motion Picture – Musical or Comedy (Hugh Jackman), Best Performance by an Actress in a Supporting Role in a Motion Picture (Anne Hathaway). Nominated on 2013 Academy Awards for Best Achievement in Costume Design, Best Achievement in Makeup and Hairstyling, Best Achievement in Music Written for Motion Pictures (Original Song), Best Achievement in Production Design, Best Achievement in Sound Mixing, Best Motion Picture of the Year, Best Performance by an Actor in a Leading Role (Hugh Jackman), and Best Performance by an Actress in a Supporting Role (Anne Hathaway).

Details:

“Les Misérables”, released December 2012.
Adapted by Tom Hooper from the novel by Victor Hugo and the Les Misérables musical by Claude-Michel Schönberg and Alain Boublil.
Starring Hugh Jackman, Anne Hathaway, Russell Crowe, Sacha Baron Cohen, Helena Bonham Carter, Amanda Seyfried, Eddie Redmayne, Samantha Barks, Aaron Tveit, Daniel Huttlestone, Colm Wilkinson.
Runtime 157 min.

Advertisements

13 thoughts on “Adaptation Review: Les Misérables (2012)

  1. Nah, dari awal aku juga merasa Russell Crowe wajahnya agak terlalu “baik” buat jadi Javert, mungkin harusnya Jack Nicholson ya? Tapi ketuaan mah kalo dia 😛

  2. woww..so fast review ini sudah terbit…*tepuk tangan* untuk melisa
    Anne Hathaway memang woww banget ekspresinya deh..salutt…dan yep Javert kurang cocok diperankan sama Russell Crowe..

  3. Wahh.. Udah nonton.. Aku belumm… 😥
    Mengingat versi trailer Anne Hathaway yg nyanyi “I dreamed a dream” itu aja udah bikin aku berkaca-kaca, kayaknya emang harus sedia tissue deh kalo nonton nanti.. Hhheuu..

    Btw, soal pronunciationnya, yg bener gimana sih? Ada yg bilang ‘le misserab’, ada juga yg ‘lei miserabl’.. kayaknya yg pertama tuh versi populernya ya? Jadi pengen belajar Prancis nih.. Hahaa

  4. Mbak, aku ga tega liat Gavroche mati~ *nangis guling-guling* Terus Enjolras… Enjolras…
    Tapi masih lebih seneng Javert, Valjean dan Enjolras yang di 25th Anniversary sih. Lebih gimana gitu.

    Colm Wilkinson jadi opa-opa unyu ya.. Lucuuuuuu~ Dan Samantha kayanya ga punya tulang rusuk. Kecil amat ya pinggangnya. Organ dalemnya muat gitu? *plak*

    Waktu nonton saya juga ikutan nyanyi dengan suara super pelan, dan rasanya ada cewek yang ikutan nyanyi Bring Him Home juga. Si mama yang nemenin nonton ampe bilang, “Kamu mah kayanya hafal semua lagunya ya?”

    Review galauku kutaruh di tumblr sih, kalo yang di blog kayanya yang serius aja. (dan belum ditulis) Haha.

  5. salah satu adegn yg paling berkesan adalah pas Javert taruh bintang penghargaan di dadanya gavroche :’).. saya belajar menerima diri sendiri dan masa lalu yang saya alami ketika menonton film ini 🙂

  6. Saya lebih suka versi 1998 sih jujurnya hehe… agak sakit kuping denger nyanyian dua jam lebih 🙂 tapi Anne Hathaway beneran mantaph! Saya nangis pas adegan itu haha… Saya setuju bgt kalo filmnya agak datar, tapi dari dulu saya suka bgt sama les miserables walau cuma pernah ntn filmnya jadi asik2 aja ntnnya… film ini memang minim penggemar, wkt saya ntn banyak org yg keluar dr ruangan bahkan film belum berjalan 3/4nya…

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s