The Adventures of Tom Sawyer – Mark Twain

tom sawyer

[Review in Bahasa Indonesia and English]

Seluruh kepribadian seorang Tom Sawyer bisa disingkat dalam dua kata: anak bandel. Lihat saja bagaimana ia mengerjai temannya Ben Rogers yang sedang lewat sambil menggigit apel ketika Tom sedang melabur pagar di hari Sabtu di musim panas (hukuman dari Bibi Polly karena kenakalannya). Dengan siasat cerdik, akhirnya Ben yang bekerja melabur pagar sementara Tom bersantai dan menghabiskan apelnya. Lihat saja bagaimana dengan siasat cerdik lainnya, Tom berhasil mendapatkan sebuah Alkitab tanpa harus menghapalkan isinya, seperti yang telah anak-anak lainnya lakukan. Dan lihat saja bagaimana Tom dan sahabatnya Huckleberry Finn nekat mendatangi pemakaman pada tengah malam gara-gara percaya takhayul, dan tidak sengaja menjadi saksi sebuah perampokan makam dan sebuah pembunuhan. Dan tidak hanya itu… ternyata gerombolan penjahat itu menyembunyikan sejumlah harta rampasan entah dimana. Biarpun merasa takut setengah mati terhadap Joe Indian yang melakukan pembunuhan di makam, Tom dan Huck berniat untuk menemukan harta itu. Juga ada cerita petualangan Tom dan kawan-kawan bermain “menjadi bajak laut”, dan juga kisah cinta monyet yang bikin gemes antara Tom dan anak perempuan hakim setempat, Becky Thatcher.

Ya, Tom memang anak bandel. Tapi, jangan berpikiran buruk dulu ketika mendengar kata “anak bandel.” Tom sesungguhnya hanya seorang bocah lelaki yang, ehm… agak kelebihan energi? Suka berkhayal? Punya rasa ingin tahu yang besar (alias kepo)? Pemberani (bahkan cenderung nekat)? Tukang cari perhatian? Yah, sesungguhnya jika kita membaca kisah Tom, pasti kita bisa menemukan sebagian dari diri kita saat masih kecil. Saat masih kecil kita juga suka kelebihan energi, suka berkhayal, suka kepo, kadang-kadang nekat dan suka cari perhatian. Sungguh, ini salah satu buku yang membuat saya kangen akan masa kecil.

Google doodle tanggal 30 November 2011, memperingati HUT Mark Twain ke-176

Google doodle tanggal 30 November 2011, memperingati HUT Mark Twain ke-176

Moral of the story? Kalau seorang anak bandel, belum tentu berarti ia jahat. Hanya memang perlu pendekatan khusus untuk meladeni anak seperti ini (pendekatan yang bagaimana? Saya sendiri nggak tahu, belum pernah punya anak sih! :D). Yang jelas membatasi seorang anak secara berlebihan sama sekali bukan solusinya. Kalau kata iklan sabun cuci “nggak kotor, nggak belajar!” demikian juga kalau seorang anak sedikit-sedikit tidak boleh ini tidak boleh itu, maka ketika ia tumbuh besar bisa jadi ia menjadi penakut, kurang kreatif, atau kurang pergaulan. Saya suka dengan karakter Bibi Polly yang di satu sisi sangat tegas dan ketat terhadap Tom, tapi sebenarnya ia sangat menyayangi anak lelaki tersebut.

1360676368606

bookmarknya lucu!

Ada beberapa versi terjemahan The Adventures of Tom Sawyer yang diterbitkan beberapa penerbit yang berbeda di Indonesia, namun pilihan saya jatuh kepada versi Penerbit Atria semata-mata karena (jujur saja) covernya yang lebih menarik dari 2 versi Tom Sawyer terbitan penerbit lain. Cover versi Atria lebih berwarna dan menarik di mata anak-anak, dan ilustrasi Tom di cover dan bookmark betul-betul punya ekspresi “bandel”. Terjemahannya tidak mengecewakan, hanya saja ada kesalahan di halaman 118, “Tom dan Sid” seharusnya “Tom dan Huck”. Sayangnya, Atria tidak menerbitkan terjemahan The Adventures of Huckleberry Finn yang boleh dibilang adalah sekuel dari Tom Sawyer (walaupun masing-masing buku bisa dibaca secara independen). Mark Twain sukses besar dalam menggali pikiran seorang bocah lelaki dan menuangkannya di atas kertas. Saya suka banget gaya penulisannya yang witty. Secara keseluruhan, buku ini sangat menghibur baik untuk anak-anak maupun orang dewasa. Karena ada sedikit konten kekerasan di dalamnya, dan belum lagi berbagai macam kebandelan Tom, maka menurut saya buku ini cocok dibaca anak-anak berusia 11 tahun ke atas.

Detail buku:

The Adventures of Tom Sawyer, oleh Mark Twain
386 halaman, diterbitkan September 2010 oleh Penerbit Atria (pertama kali diterbitkan tahun 1876)
My rating: ♥ ♥ ♥ ♥

 


Review in English:

Tom Sawyer. What a naughty little boy. Just see how he tricked his friend Ben Rogers who was passing by when Tom was painting the fence. It was a punishment from Aunt Polly that Tom must do, but with a clever trick Tom got Ben to do his work while he ate Ben’s apple. And just see how Tom managed to get a Bible without having to memorize its verses, like other children did. And just see how belief in superstition made Tom and his friend Huckleberry Finn came to a graveyard in midnight just in time to be witnesses of a grave robbery, and a murder. That’s not all, the grave robbers turned out to keep a hidden treasure somewhere, and despite being afraid of Joe Indian who committed the murder, they made up a plan to search for the treasure. There was also the story about Tom and his friends’ adventure as “pirates” and the story about Tom’s crush, the cute and irresistible Becky Thatcher.

Moral of the story? A naughty boy doesn’t necessarily mean that he’s evil. Kids will be kids, sometimes they have too much energy, too much imagination, too much curiosity, too much nerve, and they need attention. Reading this made me miss childhood very much, and I can find myself in Tom: I was once had too much energy, imagination, and curiosity, and even though I didn’t have Tom’s nerve, I was once an ultimate attention-seeker. Honest. Hahaha. Overall, The Adventures of Tom Sawyer is a really entertaining read to both children and adults. Btw, I love the cover of the Indonesian version I read. You can see Tom’s naughty face on it. Do you agree?


21st review for The Classics Club Project | 3rd review for What’s In a Name Reading Challenge 2013  | 2nd review for New Authors Reading Challenge 2013 | 1st review for 2013 TBR Pile Challenge | 1st review for Fun Year with Children’s Literature event | 2nd review for Back to the Classics 2013

Advertisements