Home » Ini dan Itu » Artikel Buku » Alternatif Belanja Buku Import: Open Trolley Bookstore

Alternatif Belanja Buku Import: Open Trolley Bookstore

Buku import. Yap, sudah kurang lebih dua tahun ini saya mencoba untuk membaca lebih banyak buku-buku berbahasa Inggris. Dan tahun 2012 yang lalu, saya membuat Books in English Reading Challenge untuk menantang diri sendiri membaca minimal satu buku berbahasa Inggris setiap bulannya. (Tahun ini reading challenge Books in English diadopsi oleh Mbak Peni di blog Ketimbun Buku). Nah, dengan demikian kebutuhan untuk membeli buku-buku import jadi makin besar. Biasanya sih saya membeli buku-buku import di toko buku online BookDepository.com yang free ongkos kirim ke Indonesia, BetterWorldBooks.com (free ongkir juga tapi harga-harganya lebih mahal daripada Bookdepository), Periplus (offline bookstore), atau toko buku seperti Books and Books yang menyediakan buku import second.

opentrolley logo

Kemudian beberapa waktu yang lalu saya mendapatkan e-mail tawaran dari Open Trolley Bookstore, toko buku import online yang berbasis di Jakarta dan Singapura, untuk memanfaatkan voucher sejumlah Rp 50.000,- (lima puluh ribu rupiah) ditambah free ongkir sebagai perkenalan. Wow, lumayan! Begitu pikir saya. Saya pun melakukan transaksi dengan memanfaatkan voucher tersebut, dan di bawah ini adalah plus dan minus Open Trolley Bookstore berdasarkan pengalaman saya berbelanja.

Plus:

  • Interface website-nya bagus, nggak kalah dari toko buku online internasional sekelas Amazon dan BookDepository. Informasi mengenai cara berbelanja, biaya dan waktu pengiriman, metode pembayaran, dan cara pengemasan buku dijelaskan dengan lengkap.
  • Koleksinya cukup lengkap dan genre buku yang ditawarkan beragam. Bahkan ada item non-books seperti stationery, accessories, sampai church supplies dan toys & games.
  • Banyak alternatif metode pembayaran, antara lain dengan credit card, bank transfer melalui ATM atau  internet banking, dan juga melalui Paypal. Sayangnya kemarin saya memilih buku yang harganya di bawah nilai voucher, jadi saya nggak bisa mengomentari proses pembayaran untuk transaksi di Open Trolley. Maybe next time lah ya. 🙂
  • Packagingnya rapi dan safe banget. Buku di-bubble-wrap, lalu dimasukkan dalam karton, baru kemudian dimasukkan dalam kantong plastik kurir RPX (BTW saya baru tahu tentang jasa kurir ini, dan ketika saya membuka websitenya untuk tracking AWB saya surprised, karena detail banget! Satu lagi poin plus.)

20130403_143559

20130403_143725

20130403_143807

Informasi tracking RPX yang komplit banget

Informasi tracking RPX yang komplit banget

  • Pelayanan Customer Carenya informatif dan bisa diandalkan. Kalau ada pertanyaan dan keluhan, bisa disampaikan melalui e-mail atau via telepon. Setiap progress transaksi, mulai dari pemesanan buku, sampai status pengiriman dan nomor lacak diinformasikan kepada pembeli melalui e-mail. Kebetulan buku yang saya pilih statusnya low-stock sehingga harus di-backorder, yang mau nggak mau memakan waktu agak lama untuk dipesan kembali ke gudang. Saya melakukan order pada tanggal 21 Maret 2013 dan pada tanggal 2 April saya mendapat e-mail kalau buku yang saya pesan sudah dispatched (diambil oleh kurir), dan voila! Tepat besoknya, tanggal 3 April 2013, saya menerima paket buku yang saya pesan. Dengan status buku low-stock, saya hanya perlu menunggu tidak lebih dari 2 (dua) minggu, sesuai dengan perkiraan dari Open Trolley! Yay!

Minus:

  • Yang jelas pertimbangan pertama dari seorang konsumen, yaitu HARGA! Yap, kalau dibandingkan dengan toko-toko buku lain, harga yang ditawarkan Open Trolley cenderung mahal. Misalnya, untuk buku The Secret Garden mass market paperback terbitan Signet Classics (ISBN13: 9780451528834) yang saya beli di Open Trolley seharga Rp 49.000,-, buku dengan edisi yang sama bisa diperoleh di Bookdepository dengan harga USD 3,93. Sedangkan buku To Kill a Mockingbird mass market paperback (ISBN13: 9780446310789) di Open Trolley harganya Rp 89.000,- sementara di Bookdepository bisa didapatkan dengan harga USD 7,59. Sementara harga buku mass market paperback di Periplus seingat saya berkisar antara Rp 70.000-Rp 85.000. Untungnya saya penggemar novel-novel klasik dan masih bisa mendapatkan buku-buku dengan harga cukup ramah kantong untuk genre itu. 🙂
  • Ongkos kirim flat dihitung per order, bukan per kg berat buku. Ongkir flat ke Surabaya Rp 18.000,- per order, dengan waktu pengiriman 8-14 hari kerja. Menguntungkan bagi yang sekali order langsung beli banyak buku (setara 2 kg atau lebih), dan sebaliknya bagi yang biasanya cuma beli 2-3 buku sekali order (termasuk saya) ya rugi kalau kena ongkir sebesar itu.
  • Buku yang saya beli adalah The Secret Garden karya Frances Hodgson Burnett terbitan Signet Classics, ISBN13: 9780451528834. Nah, The Secret Garden yang saya terima covernya bernuansa hijau, berbeda dengan gambar cover yang ada di website Open Trolley. Dugaan saya, mungkin karena buku tersebut sudah dicetak ulang dengan cover baru dan stok buku dengan cover yang lama sudah tidak tersedia, namun di website belum diupdate. Untuk kali ini saya masih bisa maklum sih…karena cover yang baru cukup manis juga warna hijaunya. Tapi karena saya lumayan pemilih untuk urusan cover buku, kali selanjutnya mungkin saya akan kecewa kalau buku yang saya terima berbeda covernya dengan gambar cover yang ada di website…
The Secret Garden di website Open Trolley. Covernya berbeda dengan buku yang saya terima.

The Secret Garden di website Open Trolley. Covernya berbeda dengan buku yang saya terima.

Itu saja yang bisa saya bagikan tentang pengalaman berbelanja di Open Trolley. Overall, layanan Open Trolley bookstore sudah cukup memuaskan, hanya saja mungkin bisa dipertimbangkan untuk memberi konsumen harga produk yang lebih terjangkau, sehingga konsumen nggak perlu berpikir panjang untuk belanja buku di Open Trolley. Terima kasih buat Open Trolley yang sudah memberikan kesempatan belanja dengan voucher dan free ongkir! 😉

Tertarik belanja di Open Trolley? Langsung klik aja http://opentrolley.co.id/ !

Advertisements

35 thoughts on “Alternatif Belanja Buku Import: Open Trolley Bookstore

  1. Emang harus banyak Mel belinya 😀
    Kalau harga, sebanding lah ma Periplus, bahkan ada yang beberapa lebih murah dari Kino.
    Masalah ma TBD itu, emang tergantung kesabaran kita aja sih 😛

    • Hahaha kalo aku belinya hampir selalu “nyicil” 😀 di TBD pun gitu, pertama2 beli 4 buku, lama2 jadi 2 buku dan 1 buku aja hahaha…
      aku sih rela nunggu agak lama asalkan harganya murah :p

  2. baru aja order buku di bookdepository.com (semoga cepet datang hehe) kayaknya aku lebih suka web ini daripada open trolley. di open trolley kota tujuan pengirimannya ga ada kota tempat tinggalku soalnya..

  3. permisi mau nanya kalau pesan buku di bookdepository biasanya berapa lama sampainya? saya baru pertama kali mau coba pesen buku berbasis diluar negri soalnya hehe

  4. maaf mo nanya , u/ pembayaran di bookdepository.com ( visa / mastercard ) nya itu credit card ya?
    aku udh ngisi form shiiping , kndala di cardnya ( mastercard yg sy punya adalh debit card) , bingung CVV numbernya yg mn??? ^nangisss bommbayyyyy…….^ help me plisssss

    salam kenal, ifa -bekasi

  5. Untuk website opentrolley biasanya ada promo gitu nggak ya? Pengen beli buku dalam jumlah banyak soalnya, sekalian nungguin promo kalau ada…

  6. Hi, toko buku impor ada juga yang lain. Kayak Periplus, kinokuniya, dan BooksBeyond. Kalo periplus, diakhir tahun biasanya ngasih diskon ampe 50%, dan menariknya banyak temen gue yang aktif di twitter bilang bisa order langsung lewat twitter atau websitenya Periplus.com. Kalo kinokuniya, ruangannya gede, cozy kayak rumah, walau tak banyak tokonya. Kalo soal pesan online, kayaknya belum ada. Ehmmm, harga agak sedikit mahal. Kalo book&Beyond tidak terlalu sering sieh. Bisa tanya juga lewat twitter kok untuk ordernya. Lagi promo diskon tuh! Oh iya satu lagi, ada toko buku import juga di bandara bali namanya WHSmith. Jual buku impor sieh tapi ngak banyak referensi judulnya. Sempet keliling hunting, tapi ndak jadi beli!

  7. Halo kak, thank you reviewnya, kalo untuk toko buku online lainnya seperti periplus, books depositorynya ada reviewnya gak? Plus-minusnya. Bahas juga dunk kak, biar kita tahu^^

    • G sih suka Periplus ya. Both online maupun tokonya. Plus nya : Online Periplus itu lengkap bgt. 22 juta judul!! G sempet cek dia jual bahkan jual buku Babyblues kesukaan g ( komik strip yang ada di Kompas tiap minggu ) Padahal selama ini g selalu susah payah nitip ke org yg mau ke Sing, ga taunya Periplus jual, lebih murah pula ( T_T ) Plusnya di online : lengkap banget, bahkan sampe buku yang dicetak tahun 1800 juga ada. Harga juga lbh murah dibanding web web lain. Packingnya manteb. Kalo utk tokonya : lengkap koleksi buku baru n bestsellernya. Minusnya : berhubung tokonya kecil, buku – buku lama ga dijual disana. Kalau untuk online nya minusnya : bukunya harus import dulu dari luar, jadi nyampenya 12-20 hari kerja. Agak lama, tapi kita happy n puas krn dpt bukunya.
      Kalo Book Depository juga OK. Koleksinya juga mayan lengkap. Plus nya : No ongkos kirim, so beli berapapun, kemanapun ga masalah. Minusnya : Lamaaa….bisa 1 bulan baru sampe. And packingnya masih kalah jauh sama Periplus. Periplus pake box khusus ( yang bukanya bener2 perlu niat n usaha hehehe ), Bookdepository packingnya kadang dikasi bubble wrap,kadang enggak. Jadi pernah pas pesen, bukunya nyampe dgn tekukan yang mayan gede di ujungnya, hiks hiks…

  8. aku mau numpang tanya, tapi mungkin pertantaanku agak…. konyol. >_<
    alamat yang diisikan di address book alamat dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris?
    baru mau coba order buku impor. takut salah.

  9. Trims reviewnya. Pengen nyoba layanan OpenTrolley karena buku yang saya ingin beli cuma ada disitu. Biasanya saya lebih prefer Periplus karena cenderung lebih murah sih hehe 😀

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s