Home » Adaptation Reviews » Adaptation Review: Anna Karenina (2012)

Adaptation Review: Anna Karenina (2012)

anna-karenina-poster03

In 1874, in the Imperial Russia, the aristocratic Anna Karenina travels from Saint Petersburg to Moscow to save the marriage of her brother Prince Oblonsky, who had had a love affair with his housemaid. Anna Karenina has a cold marriage with her husband, Count Alexei Karenin, and they have a son. Anna meets the cavalry officer Count Vronsky at the train station and they feel attracted by each other. Soon she learns that Vronsky will propose Kitty, who is the younger sister of her sister-in-law Dolly. Anna satisfactorily resolves the infidelity case of her brother and Kitty invites her to stay for the ball. However, Anna Karenina and Vronsky dance in the ball, calling the attention of the conservative society. Soon they have a love affair that will lead Anna Karenina to a tragic fate. (source: IMDb)


The Philosophy of Anna Karenina

If so many men, so many minds, certainly so many hearts, so many kinds of love. – Leo Tolstoy

 

Kutipan diatas merangkum apa yang ingin disampaikan sang pengarang dalam Anna Karenina. Di dalam kisah Anna Karenina ada cinta dalam berbagai jenis dan bentuknya; yang dalam bahasa Yunani dikenal melalui empat istilah: STORGE, EROS, PHILEO, dan AGAPE. Di dalam film, cinta kasih orang tua terhadap anak-anaknya dan sebaliknya (Storge) ditunjukkan oleh Anna terhadap putranya Seriozha dan juga oleh beberapa karakter lain. Asmara antara pria dan wanita (Eros) nampak dalam hubungan terlarang Anna dan Vronsky. Kasih antara sahabat atau saudara (Phileo) ditunjukkan oleh dua orang yang berbeda karakter, Oblonsky dan Levin, yang dikisahkan tetap berteman baik meski memiliki prinsip yang berbeda. Dan yang terakhir, kasih Agape yang selfless dan rela berkorban ditunjukkan oleh karakter Kitty yang rela melayani seseorang yang dianggap hina oleh masyarakat.

Turning the Book Into a Work of Art

Kemewahan versus kesederhanaan, kehidupan bangsawan versus kehidupan petani, serta kesetiaan versus ketidaksetiaan yang disorot dalam kisah Anna Karenina diterjemahkan ke dalam film dengan apik oleh sutradara Joe Wright. Dari awal saya mendengar bahwa adaptasi film terbaru Anna Karenina akan digarap oleh Joe Wright, saya sangat excited dan tidak sabar untuk segera menontonnya. Ini karena saya menikmati dua film garapannya yang lain, Pride and Prejudice (2005) dan Atonement (2007) yang kebetulan kedua-duanya juga merupakan adaptasi dari novel. Dan benar saja, Joe Wright sekali lagi memesona saya lewat Anna Karenina. Terutama karena film Anna Karenina disuguhkan dalam visual yang unik—penonton seakan-akan melihat film di dalam setting teater—atau malah sebaliknya, teater dalam film? Yang manapun itu, visual art, sinematografi, setting, dan juga desain kostum dalam Anna Karenina sungguh-sungguh stunning, didukung pula oleh penulisan skenario oleh Tom Stoppard dan soundtrack lagu folk Rusia. Namun setting teater dalam film juga seakan menjadi bumerang bagi film ini, karena beberapa adegan tampak didramatisir secara berlebihan dan menjadi sangat ”opera sabun”. Namun bagi penggemar period drama, menurut saya Anna Karenina cukup memanjakan selera.

anna-karenina-picture02

anna-karenina04

Cast Review

Sekarang saya mau mengomentari cast-nya. Saya pernah berkata bahwa saya bosan melihat Keira Knightley. I mean, I saw her in so many movies already. Dan jelas-jelas Keira adalah aktris favorit Joe Wright, karena selain dalam Anna Karenina, ia juga muncul dalam dua film yang sebutkan tadi, Pride and Prejudice dan Atonement. I have to say that despite her appearances, she didn’t disappoint in this movie. Satu saja kekurangan Keira, yaitu terlalu kurus! Dan setelah ini sepertinya saya akan absen menonton film-film yang ada Keira Knightley di dalamnya, sampai entah kapan…

anna-karenina-poster04

Kemudian saya dikejutkan oleh Jude Law yang kali ini memerankan Karenin suami Anna, sosok seorang pria berumur yang serius dan kaku, seseorang yang menjaga betul martabat keluarganya. They made Jude Law look unattractive. Jude Law, ladies and gentlemen.

anna-karenina-poster05

Aaron Taylor-Johnson yang memerankan Count Vronsky, malah menurut saya kurang greget aktingnya. Walaupun Aaron dan Keira cukup sukses membangun tensi dalam adegan demi adegan sampai akhirnya mereka resmi menjadi pasangan selingkuh, but I don’t think they look good together…

anna-karenina-poster06

 Dalam film ini juga ada aktor favorit saya, Matthew Macfadyen, yang memerankan Oblonsky, kakak Anna yang tukang selingkuh (bedanya sama Anna yang cuma selingkuh satu kali, Oblonsky selingkuh berkali-kali). Penampilan Matthew di Anna Karenina nggak banget, tambun dan berkumis gede. Tapi cocok lah ya dengan peran Oblonsky yang dibawakannya. Dan akting Matthew dalam film ini sungguh-sungguh lucu dan komikal, nggak jadi sebel deh padahal doi tukang selingkuh. 😛

Ada juga Domhnall Gleeson yang kita kenal sebagai Bill Weasley dalam franchise film Harry Potter. Domhnall berperan sebagai Levin, sahabat Oblonsky yang jatuh cinta kepada Kitty, adik ipar Oblonsky. Kisah cinta Levin dan Kitty sungguh kontras dengan kisah cinta Anna dan Vronsky yang berakhir tragis. Levin awalnya ditolak oleh Kitty, namun berbagai kejadian mendewasakan karakter Kitty dan pada akhirnya ia menerima cinta Levin. Domhnall cukup sukses menghidupkan karakter Levin yang pekerja keras, sederhana, dan setia, chemistrynya dengan Alicia Vikander pemeran Kitty juga dapet. What a sweet couple. Tapi saya penasaran mengapa tidak ada kissing scene sama sekali untuk mereka? Apakah untuk menegaskan “cinta murni” (kalau memang bisa dikatakan begitu) yang mereka miliki? Oh whatever, I want a sweet kissing scene between Levin and Kitty, because honestly, Anna and Vronsky made me sick.

anna-karenina09

Memorable Quotes:

Anna: “If you have any thought for me you will give me back my peace!”
Vronsky: “ There can be no peace for us, only misery, and the greatest happiness.”

Levin: “Kitty is of the heavens, an angel. And I am of the earth. But then I thought and thought, and there’s no life for me without her.”

Vronsky: “I love you.”
Anna: “Why?”
Vronsky: “ You can’t ask why about love.”

Last Words

Jangan kaget kalau mendengar beberapa penggal dialog dalam bahasa Prancis, karena kehidupan kaum aristokrat di Rusia pada akhir abad 19 memang sangat dipengaruhi oleh Prancis. Saya suka bagaimana sutradara Joe Wright menggambarkan kehidupan sosial kaum aristokrat Rusia pada zaman itu seperti di atas panggung sandiwara dan bagaimana Levin “keluar” dari panggung sandiwara tersebut sebagai satu-satunya karakter utama yang menggambarkan kemurnian dan kedekatan dengan dunia nyata. Anna Karenina mendapat 4 nominasi dalam Oscar 2013 namun sayangnya hanya membawa pulang 1 piala Oscar untuk kategori Best Achievement in Costume Design. Film berdurasi 2 jam 9 menit ini punya beberapa titik bosan seperti layaknya film drama pada umumnya, namun tetap merupakan sebuah work of art yang sayang untuk dilewatkan.

Gambar-gambar yang digunakan dalam post ini diambil dari sini.

Average rating on IMDb: 6,7 out of 10 Anna Karenina (2012) on IMDb
//

My rating: 7,5 out of 10

Awards: Won 2013 Academy Awards for Best Achievement in Costume Design (for Jacqueline Durran). Nominated for Best Achievement in Cinematography, Best Achievement in Production Design, and Best Achievement in Music Written for Motion Pictures (Original Score). Won 2013 BAFTA Film Award for Best Costume Design. Won 2013 Critics Choice Award for Best Art Direction and Best Costume Design.

Details:

“Anna Karenina”, released September 2012 (UK)
Adapted by Joe Wright from the novel by Leo Tolstoy, Screenplay written by Tom Stoppard
Starring Keira Knightley, Jude Law, Aaron Taylor-Johnson, Matthew Macfadyen, Kelly Macdonald, Domhnall Gleeson, Alicia Vikander, Ruth Wilson, Olivia Williams, Oskar McNamara
Runtime 129 min.

Books Into Movies Monthly Meme Button 1

N.B. : Saya memang hanya pernah membaca Anna Karenina versi simplified (baca reviewnya di sini), dan sejauh yang saya ingat plot di dalam buku yang saya baca sama persis dengan plot di dalam film. Bisa jadi ada perbedaan antara adegan di film dengan adegan aslinya di buku versi unabridged. Post movie review Anna Karenina ini juga disertakan dalam Books Into Movies Monthly Meme yang diadakan oleh blog HobbyBuku’s Classic.

Advertisements

13 thoughts on “Adaptation Review: Anna Karenina (2012)

  1. Loh, loh uda release ya filmnyaaa? *kemana aja woooy*’

    Aku uda baca bukunya sih sebenernya, dan ga suka dg gaya bahasanya
    #plakk *emang buka genre favorit*

  2. Pingback: Jangan Membaca | MY SURYA

  3. Pingback: ahmadbayu130

  4. Pingback: hollywood: Siapa mereka sebelum bergelar artis? | Abgrara's Weblog

  5. Pingback: Hafidzfaithjokamz

  6. Pingback: PUSAT JUAL KOPI MIRACLE | pusatjualkopimiracle

  7. At first I did not want to watch the movies, my first impression on Anna Karenina are really terrible, but then ‘the curiosities’ makes me ‘pick-up’ and watched it last night, well then, surprise-surprise, that’s all I can say 😀 (P.S. I just knew those moustache cannot hide the man behind it, even without read all cast and crew, I already knew who plays Stiva 😀 those big-smile of him hahaha-so riddiculous)

  8. Pingback: Soal Ham dan Pemberangusan: Sekitar Polemik Pramoedya Lekra vs Manikebu | RetakanKata

  9. Aku sebenarnya nggak terlalu menghayati cerita Anna Karenina dalam versi tulisan. Awalnya juga agak ragu mau nonton ini karena takutnya makin nggak ngerti. Tapi justru aku mau nonton karena ini diperankan oleh Keira. I really admire her British accent hehehe. Eh tapi iya juga sih, dia emang kekurusan di situ haha, dan aku juga nggak sreg lihat peran dia dan Vronsky a.k.a Aaron soalnya itu bikin aku cemburu sama Aaron. Waktu itu belum nyadar kalau Aaron ternyata udah jadi suami orang di dunia nyata. 😄

    Berkat film ini aku jadi bisa lebih mengambil kesimpulan cerita Anna Karenina dari Leo Tolstoy. Musikalnya aku pun suka tapi aku malah kurang sreg sama konsep teaternya. Ya itu, terlalu dramatis. Aku pernah baca kalau 2 minggu sebelum mulai syuting baru diputuskan untuk membuat film ini dengan konsep teater. Awalnya nggak begitu.

    Little bit dissapointed karena nggak ada kiss scene dari Kitty and her spouse. Tapi sudah cukup terobati dengan intensnya emosi saat mereka main acak huruf pake dadu itu. So sweet. 🙂

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s