Home » Book Reviews » 5 star review » Harry Potter and the Half-Blood Prince – J.K. Rowling

Harry Potter and the Half-Blood Prince – J.K. Rowling

HP6Kali ini Lord Voldemort dengan terang-terangan menunjukkan bahwa dirinya telah kembali. Suasana yang penuh teror mencekam masyarakat sihir. Teror ini bahkan dirasakan oleh para Muggle juga, yang mana di dunia mereka terjadi berbagai malapetaka aneh. Para Muggle juga merasakan hawa keputusasaan yang disebarkan oleh para Dementor, walaupun tidak bisa melihatnya. Sementara itu, ketika Harry Potter kembali ke Hogwarts, terjadi perubahan signifikan dalam jajaran staf sekolah sihir tersebut. Severus Snape akhirnya mendapatkan jabatan yang selama ini diidamkannya, menjadi guru Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam, sementara posisinya sebagai guru Ramuan digantikan oleh Horace Slughorn, kawan lama Dumbledore yang gendut seperti beruang laut. Di tahun keenam ini, Harry Potter mendapatkan “pelajaran tambahan” yang luar biasa dari Dumbledore sendiri. Dumbledore mengajak Harry menyelidiki benda-benda terkutuk yang disebut Horcrux yang konon dibuat oleh penyihir jahat untuk menyimpan cabikan jiwanya. Ia curiga bahwa Voldemort telah memastikan bahwa dirinya tak bisa dibunuh dengan membuat Horcrux, bahkan mungkin lebih dari satu. Dan untuk menyelidiki Horcrux ini, Harry dibawa oleh Dumbledore menelusuri masa lalu Voldemort melalui Pensieve.

Ada lagi yang spesial di tahun keenam ini, bahwa selain Harry menjadi Kapten Quidditch, ia juga mendadak menjadi murid nomor satu dalam pelajaran Ramuan, berkat buku tua Pembuatan-Ramuan Tingkat Lanjut penuh coretan pemiliknya, yang memanggil dirinya dengan sebutan Pangeran Berdarah-Campuran. Harry sukses besar dalam pelajaran Ramuan berkat bantuan sang Pangeran, walaupun Hermione yang curiga sama sekali tidak mendukung bahwa Harry sangat terbantu oleh buku tua itu. Siapakah Pangeran Berdarah-Campuran itu tetap menjadi misteri besar bagi Harry, Ron, dan Hermione, sampai fakta bahwa Draco Malfoy telah menjadi Pelahap Maut dan dibebani misi sangat penting oleh Voldemort sendiri membentang di depan mata mereka. Penyelidikan dan pencarian akan Horcrux pun ternyata sangat membahayakan nyawa mereka yang cukup nekat untuk melakukannya… Murid-murid Hogwarts berada dalam bahaya… karena di dalam Hogwarts ada pengkhianat. Akhir dari segalanya sudah semakin dekat.

 ***

Seperti yang sudah saya sebutkan di review buku Harry Potter sebelumnya, saya jauh lebih menikmati Half-Blood Prince ketimbang Order of the Phoenix. Di buku ini beban Harry boleh dikatakan sedikit berkurang. Memang ia dibebani tanggung jawab yang lebih besar dengan menjadi Kapten Quidditch, belum lagi pelajaran tambahan dari Dumbledore dan serangan detensi bertubi-tubi dari Snape, tapi setidaknya penderitaan akibat bekas luka kutukannya tidak seberat di buku kelima. JKR juga memperkenalkan karakter baru Horace Slughorn dalam buku ini, tipe orang yang suka membangun koneksi dengan orang-orang penting dan menikmati segala keuntungan yang bisa diperolehnya melalui orang-orang tersebut. Di tahun keenam ini Harry kembali merasakan jatuh cinta, sementara Ron dan Hermione harus mengalami hubungan pasang surut akibat satu cewek bernama Lavender Brown, dan, Ron sendiri. Beberapa adegan cinta-cintaan ini cukup menyegarkan bagi saya setelah dibuat stres dan pusing tujuh keliling oleh buku kelima. Dan memang, ending buku keenam ini cukup menyesakkan dan masih menyisakan misteri besar yang harus dipecahkan oleh Harry, Ron dan Hermione. Namun itu bagian cerita yang lain.

Memorable Quote:

Penting, kata Dumbledore, untuk melawan, dan melawan lagi, dan terus melawan, karena hanya dengan begitulah kejahatan bisa dijauhkan, meskipun tak pernah bisa dibasmi…

How true. Mungkin kita saat ini tidak sedang melawan sihir jahat, tapi bukankah kejahatan ada di mana saja dan kapan saja? Bukan hanya pembunuh dan perampok bersenjata yang saya maksudkan, tapi kemarahan, iri hati, dendam, nafsu duniawi, kebohongan, kesombongan; singkatnya segala kejahatan yang ada di dalam diri kita? Saya percaya itulah kejahatan yang pertama-tama harus kita lawan, yakni kejahatan yang ada dalam diri kita sendiri, sebelum kita melawan segala bentuk kejahatan yang lain.

Detail buku:

Harry Potter dan Pangeran Berdarah-Campuran (judul asli: Harry Potter and the Half-Blood Prince), oleh J.K. Rowling
Diterjemahkan ke bahasa Indonesia oleh Listiana Srisanti
816 halaman, diterbitkan Januari 2006 oleh Gramedia Pustaka Utama (pertama kali diterbitkan tahun 2005)
My rating: ♥ ♥ ♥ ♥ ♥

9th review for  What’s in a Name Reading Challenge 2013 | 5th review for Read Big Challenge

hotter potter logo-1

Advertisements

4 thoughts on “Harry Potter and the Half-Blood Prince – J.K. Rowling

  1. Pingback: Hotter Potter: Wrap-Up & Winners Announcement | Surgabukuku

  2. Pingback: Wrap-Up of Reading Challenges 2013 | Surgabukuku

  3. Pingback: Read Big! Challenge Wrap-Up Post | Surgabukuku

  4. Aku pengen banget buku ini. Aku udah pernah nonton filmnya sih, tapi aku pengen baca bukunya soalnya aku belum pernah baca. Ceritanya menarik. Pasti gak kalah bagus sama filmnya. Aku pengen ngerasain berpetualang dengan membaca buku ini. Beneran deh

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s