Home » Book Reviews » 5 star review » Harry Potter and the Deathly Hallows – J.K. Rowling

Harry Potter and the Deathly Hallows – J.K. Rowling

HP7Tujuh. Kaum penyihir di dalam buku Harry Potter menganggapnya sebagai angka yang mengandung kekuatan magis. Beberapa orang di dunia nyata menganggapnya sebagai angka keberuntungan. Beberapa fans Harry Potter bahkan mengatakan bahwa ketujuh buku Harry Potter adalah tujuh Horcrux yang dibuat seorang J.K. Rowling untuk menyimpan bagian-bagian jiwanya, sehingga beliau bisa hidup selamanya.

Terlepas dari setuju atau tidak setujunya kamu mengenai beberapa pernyataan di atas, tujuh adalah angka yang dipilih J.K. Rowling untuk menuntaskan petualangan Anak Laki-laki Yang Bertahan Hidup. Tujuh adalah angka yang dipilih JKR untuk mengatakan: Final. Selesai.

Snitch dan pedang Gryffindor untuk Harry, Deluminator untuk Ron, dan buku Kisah-kisah Beedle Si Juru Cerita untuk Hermione. Itulah barang-barang yang diwariskan Dumbledore kepada mereka bertiga. Setelah kematian Dumbledore yang tak terduga di akhir tahun ajaran lalu, Harry memutuskan untuk tidak kembali ke Hogwarts, melainkan menjalankan misi yang dibebankan Dumbledore padanya; mencari dan membinasakan Horcrux. Namun sebelum Harry bisa melaksanakan misi itu, terlebih dahulu ia harus tinggal di Privet Drive sampai ulang tahunnya yang ketujuh belas, saat ia akil balig dan sudah tidak memiliki Jejak. Pemindahannya dari Privet Drive ke markas Orde Phoenix sangat berbahaya, dan biarpun sudah direncanakan sematang mungkin, pemindahan itu harus ditebus dengan harga sebelah kuping George dan nyawa Mad-Eye Moody. Mereka tak punya waktu lama untuk berkabung, karena pernikahan Bill Weasley dan Fleur Delacour akan dilaksanakan sebentar lagi. Semua orang juga berbahagia karena Lupin dan Tonks pun telah menikah. Namun semua penyihir yang menentang Voldemort berada dalam bahaya yang paling serius selama bertahun-tahun ini. Kementerian Sihir telah jatuh dalam kekuasaan Pelahap Maut, seperti juga Azkaban. Setelah penyerangan yang terjadi di pernikahan Bill-Fleur, Harry, Ron, dan Hermione berada dalam pelarian, bersembunyi dan membuat rencana-rencana untuk menemukan dan membinasakan Horcrux-Horcrux. Horcrux pertama yang mereka buru adalah liontin Slytherin, yang ternyata berada di tangan Dolores Umbridge. Mereka pun menyusup ke dalam Kementerian Sihir untuk mendapatkan liontin tersebut. Setelah misi pertama berhasil, mereka dilanda kemandekan karena mereka sama sekali tidak tahu dimana Horcrux selanjutnya berada, dan tidak mempunyai senjata untuk menghancurkannya. Selanjutnya melalui buku Kisah-kisah Beedle Si Juru Cerita yang diwariskan Dumbledore kepada Hermione, mereka berhasil mengorek tentang keberadaan Deathly Hallows, tiga benda penakluk kematian yaitu Tongkat Sihir Elder, Batu Kebangkitan, dan Jubah Gaib. Apakah jika ketiga benda tersebut benar-benar disatukan, siapapun yang memilikinya akan memiliki kekuatan tak terhingga? Apakah Dumbledore memaksudkan mereka untuk mencari ketiga Hallow untuk melawan Voldemort alih-alih membinasakan setiap Horcrux yang masih ada? Harry harus membuat keputusan. Dan merekapun melakukan banyak perjalanan luar biasa berbahaya untuk menuntaskan misi mereka, dengan Hogwarts sebagai tujuan final. Pertempuran yang terakhir, penentuan yang manakah yang akan menang, Baik atau Jahat. Yang satu tak bisa hidup sementara yang lain bertahan… kata ramalan. Dan inilah akhirnya.

Buku ini merupakan buku Harry Potter yang paling brilian, menegangkan, dan penuh kejutan. Sebuah akhir yang luar biasa. Saya mengalami beberapa déjà vu dalam buku ini:

“Itu lambangnya, aku langsung mengenalinya. Grindelvald mengukirnya di dinding di Durmstrang vaktu dia masih murid di sana. Beberapa idiot menyalinnya ke buku dan pakaian mereka, untuk membuat orang lain shock, membuat mereka lebih impresif—“ –> bukankah mengingatkan kepada lambang swastika milik Nazi?

Patung Sihir itu Sakti di Kementerian Sihir, yang disangga ribuan sosok manusia tak berbusana yang dipelintir dan dipres—melambangkan posisi Muggle di mata rezim sihir anti-Muggle. –> bukankah mengingatkan pada kesenjangan sosial yang memisahkan sebagian manusia sebagai warga kelas satu dan lainnya sebagai warga kelas dua? Mereka yang tidak dianggap karena tidak memiliki harta, atau berasal dari ras yang dipandang rendah?

Harta di lemari besi pasangan Lestrange di Gringotts yang berkelontangan menggandakan diri –> suatu warning bahwa yang ada di ujung keserakahan adalah maut? Memang Harry, Hermione, dan Ron masuk ke situ bukan untuk mencuri harta sebanyak-banyaknya, namun toh mereka ikut merasakan bentuk hukuman kepada orang yang serakah—ditenggelamkan oleh harta yang dicurinya.

Itu hanya beberapa simbol yang berhasil saya tangkap dari keseluruhan buku ini, sementara kutipan favorit saya jatuh pada:

“Dan apa pendapatmu, Royal, tentang para pendengar yang menjawab bahwa dalam keadaan berbahaya seperti ini, seharusnya ‘penyihir diutamakan’?”

“Menurutku hanya satu langkah lagi saja dari ‘penyihir diutamakan’ ke ‘darah-murni diutamakan’ dan kemudian ke ‘Pelahap Maut’,” jawab Kingsley. “Kita semua manusia, kan. Setiap nyawa manusia sama nilainya, dan sama-sama layak diselamatkan.”

Kingsley for President! Eh, Minister for Magic. Nilai-nilai humanitas seperti ini yang membuat saya mencintai seri Harry Potter. Bukan karena sihir, tapi karena cinta, kekuatan terbesar yang pernah ada, “yang tak pernah dipahami Voldemort,” kata Dumbledore.

Detail buku:

Harry Potter dan Relikui Kematian (judul asli: Harry Potter and the Deathly Hallows), oleh J.K. Rowling
Diterjemahkan ke bahasa Indonesia oleh Listiana Srisanti
1008 halaman, diterbitkan Januari 2008 oleh Gramedia Pustaka Utama (pertama kali diterbitkan tahun 2007)
My rating: ♥ ♥ ♥ ♥ ♥

10th review for  What’s in a Name Reading Challenge 2013 | 6th review for Read Big Challenge

Review ini diterbitkan tanggal 31 Juli 2013 dalam rangka memperingati hari ulang tahun J.K. Rowling, dan juga karakter ciptaan beliau, Harry Potter.

Happy birthday, Madam Rowling, and happy birthday, Harry!

***

hotter potter logo-1

Fiuh. Ini review terakhir saya untuk event Hotter Potter, dan tidak terasa event ini juga akan segera berakhir. Ada rasa sedih karena harus berpisah dengan Harry dan kawan-kawan, tapi juga lega karena setelah ini saya bisa meluangkan lebih banyak waktu untuk membaca buku-buku lain yang sudah tertimbun sekian lama, hahaha. Nah, setelah melakukan pertimbangan, saya memutuskan untuk memperpanjang batas waktu posting review untuk event Hotter Potter. Silakan masukkan link postingmu seperti biasa pada Linky yang tersedia. Catatan: review-review buku Harry Potter sebelumnya yang belum dimasukkan dalam linky, boleh dimasukkan dalam Linky di bawah ini dengan catatan mendapat 1 point untuk penentuan pemenang Lucky HotPot. (Review-review yang disubmit tepat waktu ke Linky masing-masing mendapatkan 2 point).

(Click on the blue frog and then “add your link”.) Linky akan dibuka sampai hari Minggu, 25 Agustus 2013 pukul 23.59 WIB.

Saya juga mengajak semua peserta event Hotter Potter untuk membuat Wrap-Up Post yang berisi: link semua review dan meme yang kamu buat untuk event Hotter Potter, beserta kesan-kesan mengikuti event ini. Pelajaran apa yang kamu dapatkan dari Harry dan kawan-kawan? Jika kamu membaca ulang seri ini, apa yang akhirnya bisa kamu pahami? Apakah ada perasaan yang berbeda dengan pada saat kamu membacanya pertama kali?

Setiap Wrap-Up Post akan mendapatkan 2 poin tambahan untuk pengundian hadiah Lucky HotPot. Masukkan link Wrap-Up Postmu pada Linky di bawah ini. Deadlinenya sama, yaitu hari Minggu, 25 Agustus 2013 pukul 23.59 WIB.

N.B.: Pemenang Hotter Potter meme bulan Juli akan diumumkan sekitar minggu ketiga bulan Agustus, sementara pemenang Best Reviewer Award dan Lucky Hotpot akan diumumkan sekitar awal September.

Untuk saat ini, saya ingin menutup post ini dengan ucapan: terima kasih atas partisipasi teman-teman semua! Cheers!

Advertisements

13 thoughts on “Harry Potter and the Deathly Hallows – J.K. Rowling

  1. Pingback: Hotter Potter: Wrap-Up & Winners Announcement | Surgabukuku

  2. Pingback: Book Kaleidoscope 2013: Top 5 Favorite Books | Surgabukuku

  3. Pingback: Wrap-Up of Reading Challenges 2013 | Surgabukuku

  4. Pingback: Read Big! Challenge Wrap-Up Post | Surgabukuku

  5. Wow! Reviewnya keren banget! Aku udah nonton film-nya tapi masih part 1. Gara-gara baca reviewnya jadi pengen beli bukunya, tapi lagi-lagi nggak boleh sama ortu. Sebelum baca review ini aku nggak nyanka kalau bukunya tebel banget! Aku setuju banget sama kata-kata ini > Patung Sihir itu Sakti di Kementerian Sihir, yang disangga ribuan sosok manusia tak berbusana yang dipelintir dan dipres—melambangkan posisi Muggle di mata rezim sihir anti-Muggle.–> bukankah mengingatkan pada kesenjangan sosial yang memisahkan sebagian manusia sebagai warga kelas satu dan lainnya sebagai warga kelas dua? Mereka yang tidak dianggap karena tidak memiliki harta, atau berasal dari ras yang dipandang rendah?
    Awalnya aku nggak nyadar tentang hal ini. Thanks atas infonya, makin rajin bikin review ya.. 😀

  6. Halo, Kakak 🙂

    Pertama tahu Harry Potter sih gara-gara stasiun tv nanyangin film-filmnya, dan ternyata film ini diadaptasi dari novel. Dulu benar-benar ga ada rasa tertarik ama ini seri. Tapi lama-lama malah pengin baca, hehe.. tapi yaitu masalah anak sma untuk punya seri novel dari HP adalah duit haha.. Mahal banget sih, dan novelnya tebel banget…

    Iya aku juga setuju sama review kakak, dilihat di film nya emang seri terakhirnya ini lebih mendebarkan.. apalagi persahabatan tiga tokoh utama sempet goyah… dan perjuangan Harry di seri ini benar-benar bikin hati dag-dig-du seeeerr..

    Dan setelah tahu halamannya yang setebal itu, bacanya berapa lama ya -mikirkeras-

  7. Dari ketujuh seri Harry Potter, yang pertama kali kubaca justru seri terakhirnya ini. Entah bagaimana sejarahnya kok bisa begitu, aku juga lupa. Tapi yang jelas waktu itu aku belum begitu tahu dan suka serial ini. Filmnya yang sudah kutonton juga baru satu atau dua. Jadinya waktu baca agak bingung sama tokoh-tokoh yang ada di dalamnya. Namun karena novel ini yang begitu menakjubkan, aku jadi mulai suka dan mencari tahu lebih banyak tentang Harry Potter.

  8. Meski psotingan lama, kurang afdhol kalau nggak komentar tentang salah satu buku seri favorit saya. Saya suka sekali review ini karena berhasil mengungkap nilai yang tak tersurat langsung lewat jalan cerita.

    Petualangan, persahabatan, dan konflik perebutan “kekuasaan” antara dua kubu sihir ternyata menyimpan beberapa hal yang luput saya tangkap. 🙂

  9. seri penutup yang menegangkan. seperti kata kakak “Buku ini merupakan buku Harry Potter yang paling brilian, menegangkan, dan penuh kejutan. Sebuah akhir yang luar biasa. Saya mengalami beberapa déjà vu dalam buku ini” endingnya bener2 menegangkan dan penuh kejutan… karena kakak bilang mengalami dejavu dari seri terakhir ini saya jadi penasaran dan mencari infonya
    Harry potter merupakan cerita yang menemani kehidupan masa remajaku dan aku sangat menikmati menonton tiap movienya, memang belum baca novelnya sih cuma baca2 reviewnya aja apalagi review kakak nih bagus. Banyak pelajaran berharga yang didapatkan dari novel ini

  10. Dari awal baca buku pertama sewaktu masih SD sampai buku terakhir ini waktu udah SMA, hanya satu kata untuk tante Jo dan seri Harry Potter: Perfect!
    Sukaaaa banget sama buku terakhir ini, apalagi pas bab yang menceritakan tentang prof Snape dan Lily. Reviewnya berasa spoiler di awal ya, hehe.

  11. Mengikuti Harry Potter sejak awal sampai akhir memang sebuah pengalaman yang mendebarkan juga mengasyikkan.

    Pokoknya karya JK Rowling berhasil membawa saya pada labirin panjang. Beruntunglah akhirnya ada pintu keluar yang memancarkan cahaya. Pokoknya saya sangat suka dengan Harry Potter. Memang tidak semua buku saya membacanya, karena di desa saya akses buku agak susah, seingat saya membaca sampai di buku ke 4. itupun dari meminjam. Tapi saya tetap mengikuti dengan menonton filmnya, meski saya tahu antara membaca langsung dan visual dalam film pasti beda. Pokonya Harry potter sebuah maha karya yang mengagumkan.

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s