Home » Book Reviews » 5 star review » Pulang – Leila S. Chudori

Pulang – Leila S. Chudori

pulangLSCDalam cerita yang tertuang pada novel Pulang, penulis menarik garis linier antara 3 peristiwa bersejarah: G 30 S PKI tahun 1965 di Indonesia, revolusi mahasiswa di Paris, Prancis pada Mei 1968, dan tragedi kerusuhan Mei 1998 yang menandai runtuhnya rezim Orde Baru di Indonesia.

Peristiwa 1965 atau yang disebut G 30 S PKI dalam buku-buku sejarah Indonesia mungkin adalah bagian dari sejarah Indonesia yang paling kelam, sekaligus paling kabur. Partai Komunis Indonesia (PKI) konon mendalangi peristiwa percobaan kudeta terhadap Presiden Soekarno, menciptakan suasana penuh kekacauan di Indonesia, dan pada puncaknya, enam orang jenderal diculik dan dibunuh. Pasca-tragedi, rezim Orde Baru di bawah pimpinan Presiden Soeharto mengerahkan segenap upaya untuk membersihkan Indonesia dari PKI dan segala yang berbau komunis. Upaya yang pengaruhnya terasa sampai sekarang. Semua orang yang pernah terlibat dengan PKI dipenjara dengan status tapol (tahanan politik). Bahkan sanak keluarga dan orang-orang yang dekat dengan para tapol ini tidak lolos dari kejaran dan interogasi aparat.

Pulang adalah kisah suka duka para eksil politik yang melarikan diri ke luar negeri karena sudah diharamkan menginjak tanah air sendiri. Empat pria yang menyebut diri mereka Empat Pilar Tanah Air: Nugroho, Tjai, Risjaf, dan Dimas Suryo melarikan diri dari Indonesia dan luntang-lantung di Kuba, Cina, dan Benua Eropa sampai akhirnya memutuskan untuk menetap di Paris. Melalui surat-menyurat dan telegram, mereka terus memantau teman-teman di Indonesia yang harus menderita karena dikejar dan diinterogasi aparat. Kabar bahwa salah satu rekan karib mereka, Hananto Prawiro, ditangkap setelah bersembuyi beberapa waktu membuat mereka bersedih hati. Sesungguhnya, perempuan yang dinikahi oleh Hananto, Surti Anandari, adalah mantan kekasih Dimas. Dimas tidak bisa melupakan Surti, meski wanita ini telah melahirkan tiga orang anak bagi Hananto. Setelah menetap di Paris Dimas pun menikahi seorang wanita Prancis bernama Vivienne Deveraux dan mempunyai seorang putri yang mereka namakan Lintang Utara. Tinggal di negara yang asing ternyata tidak menyurutkan cinta Dimas Suryo dan kawan-kawan terhadap Indonesia. Buktinya, sejak kecil Lintang sudah dicekoki ayahnya dengan kisah-kisah-kisah wayang Ramayana dan Mahabharata, belum lagi literatur Indonesia di samping buku-buku lain yang juga dimiliki oleh Dimas. Selain itu, Dimas juga jago masak. Karena keahliannya itulah ia dan tiga rekannya memutuskan untuk mendirikan Restoran Tanah Air yang menawarkan berbagai masakan Indonesia di Paris. Lintang Utara pun beranjak dewasa, dan untuk menyelesaikan pendidikan Sinematografi di Universitas Sorbonne, ia harus membuat film dokumenter tentang Indonesia. Lintang harus pergi ke Indonesia, padahal kondisi Indonesia sedang kacau. Krisis ekonomi sedang parah-parahnya dan para mahasiswa berorasi dimana-mana untuk mendesak Soeharto mundur. Dengan bantuan Alam, putra bungsu Hananto, dan Bimo putra Nugroho serta beberapa kawan lain, Lintang berusaha dengan sekuat tenaga untuk mengerjakan tugas akhirnya, walaupun terancam oleh bahaya.

Belum banyak buku fiksi Indonesia yang saya baca, tapi mungkin Pulang adalah salah satu yang terbaik. Cerita mengalir begitu saja dan terasa nyata sehingga saya lupa kalau saya sedang membaca novel. Diksinya indah, blak-blakan di beberapa bagian, dan saya bisa sungguh-sungguh merasakan keberadaan dan emosi para karakter utama. Saya suka betapa novel ini begitu Indonesia (termasuk pemilihan nama-nama tokoh yang Indonesia banget), padahal banyak petikan percakapan dalam bahasa Prancis juga. Saya suka Dimas Suryo yang doyan melahap literatur klasik, sesuatu yang juga ia tularkan pada putri tunggalnya. Satu-satunya yang membuat novel ini kurang lengkap, mungkin, adalah film dokumenter karya Lintang yang tidak disebut-sebut lagi pada akhir buku. Saya sangat ingin menonton film itu. Nah, saya sudah bilang tadi kan kalau saya lupa kalau Pulang hanya sebuah novel? Bagi yang ingin mencoba baca buku ini, jangan takut karena buku ini “kelihatan” berat, sebenarnya nggak seberat itu kok.

Rasanya sulit sekali untuk menunjukkan di dalam review, apa yang membuat buku ini begitu bagus di mata saya. Walaupun buku ini kental nuansa romance-nya, bagi saya itu tak menjadi masalah karena konflik batin yang dialami Dimas Suryo dan Lintang juga mendominasi buku. Kerinduan mereka untuk “pulang” lah yang menurut saya menjadi porsi terbesar dalam buku ini dan mampu disampaikan penulis dengan baik. Yang jelas, novel ini bukan merayakan korban (seperti kata Maria Hartiningsih, wartawan Kompas pada halaman endorsement) apalagi memberikan jawaban, namun memandang satu bagian sejarah Indonesia dari kacamata yang lain, dan menggambarkan seperti apa dampaknya dalam kehidupan mereka yang terlibat langsung, sampai dengan masa kini. Yang jelas, novel ini membuat saya makin mencintai Indonesia. Novel ini membuat saya ingin menelusuri kembali sejarah Indonesia, walaupun mungkin apa yang saya baca tidak bisa mutlak dipercayai sebagai suatu kebenaran.

#postingbareng Blogger Buku Indonesia (BBI) bulan Februari 2014 tema Historical Fiction Indonesia


Detail buku:

Pulang, oleh Leila S. Chudori
464 halaman, diterbitkan Desember 2012 oleh Kepustakaan Populer Gramedia (Penerbit KPG)
My rating: ♥ ♥ ♥ ♥ ♥

Advertisements

46 thoughts on “Pulang – Leila S. Chudori

  1. Jadi seluruh tokohnya fiktif, dan ‘pergesekan’ mereka dengan sejarah hanya karena kebetulan korban tak langsung ya? Jadi bukan penelusuran sejarahnya? Hmm….gak jadi deh masukin ini ke wishlist hisfic…

    • Tokoh2nya terinspirasi para eksil politik sungguhan yang mendirikan restoran Indonesia di Prancis. Memang bener mereka korban tidak langsung… tapi ya tetep kisah mereka bikin miris.

  2. aku penasaran sangat dengan buku ini 🙂 terutama isu tahanan politik yang terkatung di negara orang… kebetulan pernah kenal sama serombongan bapak2 bernasib sama waktu aku tinggal di belanda dulu… dan persis banget, biarpun merit sama org asing, anaknya juga dinamakan dengan nama yg indonesia banget :)) semoga aku juga suka sama novel ini 🙂

  3. Aku juga udah coba baca buku ini, tapi kekentalan romance-nya itu yang bikin gak nahan sih mel…untungnya kamu bisa tahan yaa jadi bisa suka..kalo aku karna romance-nya itu yg bkin aku gagal baca buku ini berkali-kali 😀

  4. Belum baca. Saya kira hanya melulu soal politik., jadi nggak seberat penampakan luarnya ya mbak?Ternyata romancenya kental. Berarti benar kata pepatah. Don’t judge a book by it’s cover.
    Semoga bisa difilmin supaya keinginan mbak terwujud.
    Nama tokohnya lucu ya? Lintang Utara. Kirain Lintang sipaaaa gitu ….
    Jadi penasaran pengen baca. Hmmm kalau cetak ulang mungkin covernya diganti kali ya mbak. Jadi biar kesannya nggak terlalu “berat” he he.
    Nice review. Kayaknya reviewnya lumayan panjang dari review-review yang lain.

  5. Nemu banyak review novel PULANG tahun lalu jadi kepengin baca Latar belakang di buku ini mengenai sejarah Indonesia (belum pernah baca yg latar belakangnya sejarah) dan genre romance yg kental (genre favorit) jadi salah dua kepengin baca novel ini. Covernya kesannya ‘berat’ yah tapi dijelasin di review ini kalo ceritanya ngga berat dan bahkan ngga nyangka kalo ini sebuah novel. Mmm pasti penulisnya bisa bgt menggabungkan sejarah dengan konflik yang okeh dan tentunya penulisan yg mengalir seperti keran air

  6. Ah, saya ingin sekali baca buku ini!
    Ngga banyak lho buku fiksi sekarang yang membicarakan sejarah Indonesia.
    Kebetulan, saya lahir tahun 1998, jadi saya tidak ikut merasakan bagaimana pedihnya rakyat Indonesia pada masa-masa itu; penjajahan, kerusuhan-kerusuhan, krisis ekonomi, dan banyak lagi yang saya tidak tahu.
    Saya suka pelajaran sejarah, karena banyak pembelajaran dan pengetahuan masa lalu yang kita tidak ketahui. Dilihat dari review Kakak ini, sangat kental sejarahnya ya? Ah, saya jadi semakin penasaran. Ingin menyelami bagaimana pedihnya rakyat Indonesia pada waktu waktu itu (walaupun cuma dengan tulisan) apalagi yang eksil politik sampai harus ke luar negri karena sudah diharamkan menginjak tanah air tercintanya sendiri. Sebegitu pedihkah masa-masa sebelum saya lahir–bahkan sebelum ibu saya mengandung–itu? Ya allah, brarti benar-benar pedih ya.

  7. Halo Mel, salam kenal ya.

    Entah ini cuma kebetulan atau emang sudah takdir, *drama amat sih* sejak masuk tahun 2014, novel Pulang karya Leila S.Chudori sudah menjadi salah satu must-buy-list saya. Cuma karena keuangan belum memungkinkan, sampai memasuki Maret, saya belum bisa beli. How poor I am. *curcol*

    Nah, pas dapat postingan Giveaway Hop BBI di blog kamu ini, terus baca ketentuan dan hadiahnya “Paket buku senilai max IDR 100.000” satu-satunya buku yang terpikir di kepala saya adalah Pulang – Leila S.Chudori. Dan yang lebih kebetulan lagi, blog kamu juga mereview buku ini. Ini bukan cuma kebetulan biasa, bukan? 😀

    And for God’s sake, I’m dying to read this book since you put a line “Belum banyak buku fiksi Indonesia yang saya baca, tapi mungkin Pulang adalah salah satu yang terbaik.” on your review. Saya penyuka kisah cinta. Yeah, I am shallow. Saya selalu suka sebuah novel dengan ide cerita politik & sejarah yang diramu dalam kisah cinta. Apalagi kisah yang ditulis oleh seorang penulis senior paling poluler. You got me, right?
    So, please wish me luck. Semoga kami (saya & Pulang) berjodoh pada akhirnya.
    Aamiin!
    Oh iya, terima kasih untuk tidak spoiler dalam review-mu ini, Mel. Jadi saya tidak kehilangan suprise effect-nya. You’re a great reviewer. 🙂

  8. Ah, hampir lupa, saya sudah baca novel yang genre & kisahnya hampir samadengan Pulang. Notasi,judulnya. Sudah baca? Saya review disini: dianmayasariazis.wordpress.com/2013/11/09/fridays-recommendation-notasi-suatu-hari-aku-akan/
    In case, you wanna take a look perhaps. 🙂

  9. Sudah lama pengen baca buku ini, tapi belum sempat aja belinya ^^ Selain memang penasaran ma review orang-orang yang rata-rata mengatakan buku ini bagus juga pengen tahu mengapa buku ini memenangkan KLA dan mengapa juga ada yang menentang buku ini sebagai pemenang ^^

    Kalau menurut mbak sendiri, apakah buku ini pantas memenangkan KLA?

    Dan pada akhirnya apa makna “pulang” yang diceritakan di novel ini dan apa makna “pulang” yang mbak dapatkan setelah membaca buku ini?

  10. Liat covernya awalnya ya okelah, tapi waktu baca banyak review yang bilang bukunya bagus jadi nglirik. Plus cerita dan latar sejarahnya yang bikin aku makin penasaran karena ini buku yang ‘aku banget’.

  11. Novel yang bercerita masalah politik jaman sejarah itu selalu bikin aku penasaran buat baca. Ketika baca novel sejarah pasti pikiran kita dibuat larut masuk kedalam cerita tersebut. Meskipun tokoh dan juga cerita dibuat fiktif, gak akan menggurangi esensi 3 garis besar peristiwa bersejarah yang diangkat, yaitu G 30 S PKI tahun 1965 di Indonesia, revolusi mahasiswa di Paris, Prancis pada Mei 1968, dan tragedi kerusuhan Mei 1998.

  12. Selalu suka tentang sejarah Indonesia, termasuk tragedi 30 september atau tragedi tahun 1998. Karena pada tahun itu aku belum lahir dan tahun 1998 pun masih kecil, makanya aku penasaran dengan cerita yang berhubungan dengan tragedi-tragedi tersebut. Mungkin banyak buku-buku sejarah ataupun politik yang mengangkat tema tahun 1998, tapi bagiku buku seperti itu terlalu “berat”. Maka dari itu aku mensiasatinya dengan mencari novel yang mengangkat tema peristiwa tahun 1998.
    Novel Pulang inilah salah satu jawabannya 🙂
    Selain mengangkat tema sejarah Indonesia, sesuai review kakak, novel ini juga kental unsur romance yang membuat buku ini tidak masuk dalam kategori buku “berat” *i do love romance* dan tambah pengin baca buku ini u,u
    Apalagi dari review kakak dan komentar-komentar lainnya, kelihatan banget kalo dari buku ini kita bisa dapet banyak pengetahuan dan manfaat 🙂

  13. Aduhhh, bukunya bikin mupeng, masuk wistlist nihhh, suka cerita-cerita fiksi yang berlatar sejarah seperti ini, apalagi ini sejarah Indonesia, pastinya jauh lebih keren dari cerita-ceritanya Agatha Christi, he heh he 🙂
    Bisa masuk ke masa lampau dan kisah lain seseorang di balik tragedi besar G30S/PKI,,, 🙂 🙂

  14. Dari dulu pengen banget baca ini!!! Selain karena rating yg bagus di goodreads & review ini, ada temen yg emang udah merekomendasikan novel ini. Sayangnya belum sempet beli / pinjem karena timbunan buku lain di rumah huhuhu. Aku selalu tertarik dengan novel yg berkaitan dengan Indonesia, apalagi setting novel ini kembali ke masa lalu, yeay! 😀
    anyway, nice review kak! ❤

  15. Saya adalah mahasiswi jurusan Sastra Indonesia, dan berapa bulan lalu saya ditugaskan untuk membaca serta meriview buku ini. Krna saat itu saya tidak punya dana yg ckup untuk membeli buku ini, saya pun meminjamnya. Tp saya sangat tertarik untuk memilikinya, aaaa semoga giveaway yg sedang kk selenggarakan dpt mewujudkan mimpi saya untuk memiliki buku ini! *loh kok malah curhat* hahaha 🙂

  16. dari jaman dahulu kala (oke, ini lebay) aku udah pengen banget buku ini. aku selalu excited sama historical fic. lah ini malah ada romens nya, genre favoritku sepanjang masa. oke, ini perfect.
    aku juga tertarik sama masa-masa pergantian rezim itu sih, suka juga sama intrik-intrik di belakangnya (walaupun nggak ngerti juga). gimana ya, ya pokoknya aku suka sama hisfic lah. muehehe.

  17. Aku pengen banget buku ini dari kemaren-kemaren, tapi pas aku cari di toko buku udah gaada:( Dari review kakak, aku udah ngebayangin buku ini seru banget. Sejarah dicampur kentalnya romance:) nama tokohnya juga indonesia banget:) gak terlalu muluk-muluk. disini juga kita bisa tau sejarah G 30 S PKI dll. makasih reviewnya ya kak

  18. waktu SS 2013 kemaren banyak yang dapet buku ini deh… jadi penasaran pengen baca… udah punya Amba (walaupun belum baca), kaya’nya klo punya Pulang, seru juga kali yaa bwat dibaca urut2an… 😉

  19. Halo mbak mel! 🙂
    td cari dg keywords leila : g30s/pki. ketemu alamat web mbak mel persis dibawah laman goodread *cmiiw yowes lgsg diklik saja. awalnya penasaran dg novel Pulang karena bukan apa-apa-sih cuman td ada kelas apresiasi prosa fiksi, trus pak dosen ceritalah ttg 2 novel beken yg salah satunya karya mbak Leila ini. dan makin penasaran ada apa dibalik novel bergenre hisfic #danbarutausebutannyahisfichehehe adakah twist2 surprisenya? …hmm mari sy tunggu =D

  20. saya penasaran sekali baca buku ini, tapi belum sempat untuk beli.
    sekitar bulan november 2013, saya dan 9 orang teman yang belajar menulis flash fiction di salah satu grup kepenulisan di fb, disuruh membuat flash fiction berdasarkan kisah yang ada di buku ini. karena saya nggak punya bukunya, saya mengandalkan review dari beberapa blogger yang sudah membaca buku ini. kisah tentang seseorang yang ingin dikubur di indonesia. begitukan kira-kira?
    jujur, saya penasarannya karena beberapa reviewer mengatakan tema yang diambil sangat berani untuk sebuah novel yang terbit di saat kondisi indonesia sedang tidak baik seperti sekarang ini. alasan lainnya, ya karena pengarangnya Laila S. Chudori. hehehe..

  21. Pingback: Howdy? I’m Having Reviewer’s Block :( | Surgabukuku

  22. Sejak lama penasaran pada Pulang, tapi belum juga berhasil membawa novel ini pulang. Meski penasaran, saya tidak pernah membaca resensinya, rasa penasaran itu muncul karena judulnya dan sinopsisnya. Dan sekarang, setelah saya membaca resensi Kak Mel, rasa penasaran itu semakin membuncah dan memaksa saya untuk segera pulang bersama Pulang. *lalu dicekik dompet*

  23. suka banget sama ulasannya, singkat tapi jelas.
    sejak dulu pengin banget bisa baca dan punya bukunya, karena aku suka sama tema ceritanya yaitu tentang sejarah, apalagi ini sejarah indonesia. Aku tipe orang yang susah menyerap sejarah dari zaman sekolah dulu,heheh, tapi dengan adanya buku fiksi gini jadi pengin banyak tau dan belajar soal sejarah sebenarnya.
    Buku ini kayaknya udah mulai susah dicari ya 😦 padahal pengin banget punya bukunya.

  24. Abis baca review ini makin nyesel kemaren pas masih ada di toko buku nggak langsung dibeli –” sekarang udah susah nyarinya nih buku. Saya bukan termasuk penggemar buku soal sejarah sik, tapi kayaknya buku ini menarik buat dibaca.

  25. Halo, Kak salam kenal ^^

    Buku ini sering berseliweran di linimasa saya, baik berupa kutipan maupun review tentang bukunya. Membaca review Kakak, saya jadi benar-benar tertarik membacanya apalagi setelah mengetahui latarnya 🙂

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s