Aku dan Buku – Busyra dkk

IMG_20180428_103150_856Aku dan Buku berisi kumpulan tulisan mereka yang mengaku pencinta, pecandu, dan penggila buku. Beberapa berkisah tentang awal mulanya mereka jatuh cinta dengan buku, beberapa lainnya menyorot pentingnya keberadaan taman baca dan perpustakaan demi keberlangsungan umat manusia sebagai makhluk yang membaca.

Melalui tulisannya, Nurina Widiani bercerita tentang kecintaannya terhadap genre romansa dan bagaimana genre yang kadang dipandang sebelah mata ini memampukannya jatuh cinta berkali-kali dan pada akhirnya mencurahkan cinta itu dalam dunia nyata.

Mbak Truly Rudiono bertanya-tanya mengapa tidak (belum?) ada asuransi untuk buku koleksi, terlebih yang langka. Sebagai kolektor lebih dari 200 edisi Little Women, pastilah ada kekhawatiran yg dirasakan mbak Truly terhadap koleksinya yang berharga, yang beberapa diantaranya buku dari tahun 1800-an.

Mas Teddy W. Kusuma pengelola POST Santa bercerita tentang seorang gaijin paruh baya yang mempunyai toko buku independen di Tokyo, dan bahwa toko buku independen memiliki apa yang tidak dimiliki toko buku besar yaitu karakter.

Sebuah esai Neil Gaiman yang diterjemahkan oleh Selviya Hanna tentang pentingnya perpustakaan, membaca, dan berimajinasi menutup buku ini. Melalui esainya, Neil Gaiman menyampaikan bahwa hampir semua hal yang kita nikmati sekarang ini, adalah hasil imajinasi para pendahulu kita di era yang telah lalu.

Kesimpulan yang dapat saya ambil: buku memang adalah salah satu penemuan terbaik yang pernah diciptakan. Buku memampukan kita memahami masa lalu dan mempersiapkan diri untuk masa depan. Kemampuan membaca dan terlebih lagi, untuk berimajinasi dan memahami apa yang dibaca, merupakan sesuatu yang wajib diteruskan kepada generasi berikutnya, demi kemanusiaan dan demi masa depan.

Daftar isi:

  1. Pengantar: Manusia Makhluk Membaca – Dion Yulianto (editor)
  2. Perpustakaan, Penggerak Literasi Tanpa Tanda Jasa – Busyra
  3. Aku, Si Generasi Milenial yang Doyan Beli Buku – Abduraafi Andrian
  4. Buku – Maura Finessa
  5. Asuransi Buku – Truly Rudiono
  6. Buku di Ujung Jarimu – Pauline Destinugrainy Kasi
  7. Gaijin Penjual Buku Terakhir – Teddy W. Kusuma
  8. Saya dan Romantisme – Nurina Widiani
  9. Buku, Teman Terbaik Seorang Introver – Alvina Ayuningtyas
  10. Mengapa masa depan kita bergantung pada perpustakaan, membaca, dan fantasi – Neil Gaiman, diterjemahkan oleh Selviya Hanna

Catatan tambahan: dari kesepuluh nama yang disebutkan di atas, hanya 1 orang yang saya tidak kenal. Saya sudah pernah tatap muka dengan 6 orang, dan bahkan saya juga pernah dapat job dari Selviya Hanna yang mengelola sebuah agen penerjemahan (dan sejak itu belum pernah bekerjasama lagi, saya curiga karena terjemahan saya jelek, LOL). Tapi, bukan karena saya kenal dengan sebagian besar kontributornya yang membuat saya merekomendasikan buku ini. (Silakan dibaca lagi reviewnya! :D) Oh ya, buku ini dapat dibeli melalui Instagram @ksatriabuku, @demabuku atau @dio_media. Keuntungan dari penjualannya akan disumbangkan untuk mendukung kegiatan literasi.


Detail buku:

Aku dan Buku, oleh Busyra, Abduraafi Andrian, Maura Finessa, Truly Rudiono, Teddy W. Kusuma, Nurina Widiani, Pauline Destinugrainy Kasi, Alvina Ayuningtyas, Selviya Hanna, Dion Yulianto (editor)

ISBN: 9786020947853

100 halaman, diterbitkan 2018 oleh Penerbit Bukukatta

My rating: ♥ ♥ ♥ ♥

Advertisements

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s