My Ridiculous, Romantic Obsessions – Becca Wilhite

Sarah–tokoh utama dalam kisah ini–sama sekali bukan tipikal tokoh utama dalam novel-novel romatis. Dia tidak langsing, malah cenderung gemuk. Rambutnya tidak berkilau keemasan dan selembut sutra, tapi ikal dan liar seperti rambut Medusa. Sarah mengalami krisis pede akut jika berhadapan dengan cowok (ganteng). Dan dia membaca terlalu banyak novel roman, yang hanya membuat Prince Charming complex yang diidapnya ini makin parah.

Awalnya Chel, sahabat karibnya, yang memprovokasi Sarah untuk berkuliah di kampusnya. Di kampus ini, konon ada seorang manusia yang sangat terkenal, berjenis kelamin laki-laki, dan dia luar biasa tampan. Dia adalah Asisten Dosen dalam kelas sejarah seni. Sang Asisten Dosen, sebagaimana Sarah menggambarkannya, punya ketampanan ala orang Iran, laksana Dewa dari Timur Tengah. Tak dinyana, dalam kelas yang sama pula, Sarah bertemu dengan makhluk yang tak kalah tampannya dari sang Asisten Dosen. Sarah menyebutnya Adonis (salah satu dewa dalam mitologi Yunani yang melambangkan ketampanan). Dasar Sarah yang malang, ia gelagapan ketika harus menghadapi si Adonis yang sedang mengkoordinir kelompok belajar. Padahal Adonis–nama sebenarnya Ben :D–sebenarnya sangat-sangat baik.

Lama-kelamaan hubungan Sarah dan Ben semakin dekat. Ben mengantar Sarah pulang sehabis kelompok belajar, main ke apartemennya, mereka bermain gitar bersama, makan es krim bersama, dan Ben mengajak Sarah ke acara pernikahan kakaknya di rumah orang tuanya. Belum lagi Ben selalu mengirim SMS dan menelponnya. Sarah rasa-rasanya tak percaya semua ini. Bagaimana mungkin–Ben yang setampan dewa Yunani ini, bisa tertarik padanya–cewek aneh yang sama sekali tidak menarik? Tokoh utama dalam novel romantis sama sekali tidak mirip diriku, pikir Sarah. Mereka cantik, tinggi langsing, anggun, dan punya rambut berkilau seperti mutiara yang tergerai lembut sepanjang punggung. Mereka bisa membuat laki-laki manapun bertekuk lutut hanya dengan mengibaskan rambut atau mengerjap-ngerjapkan mata. Teman-temannya menyebut Sarah sedang pacaran dengan Ben, tapi dia menolak mempercayainya. Ben mulai merasa insecure karena Sarah tidak merespon segala perhatian yang diberikan Ben kepadanya. Sementara Sarah begitu takut bahwa semua ini hanya permainan, dan ia akan berakhir dipermalukan seperti pengalaman di masa lalu. Novel ini punya happy ending dan ceritanya cukup gampang ditebak, tapi seru juga mengikuti ke-o’on-an Sarah menuju happy endingnya, hehehe.

Ini bukan novel romantis biasa. Itu kalimat tagline yang tercetak di bagian atas cover buku. Dan kurang lebih saya setuju (walaupun saya sangat jarang membaca novel romantis :p), karena: 1. Buku ini mbanyol sangat, mampu bikin saya cekikikan sendiri ketika membacanya, cukup menghibur lah. 2. Tokoh utama perempuannya sama sekali bukan heroine, tapi cewek yang dorky dan o’on gak ketulungan terutama jika berhadapan dengan cowok. 3. Punya pesan moral yang bagus. Bahwa setiap cewek harus percaya diri dengan diri mereka masing-masing. Dan setiap cewek layak mendapatkan cowok yang pantas bagi mereka. And never take the one you love for granted, you might regret it. 4. Saya suka warna-warna di covernya. 5. Saya suka dengan tokoh Ben yang ‘sempurna tapi sebenarnya tidak sempurna-sempurna banget’. He was so lovable, dan resmi menjadi kandidat untuk masuk daftar Top 5 Book Crushes tahun 2012. LOL.

Karena saya membaca buku ini berbarengan dengan nonton film From Prada to Nada, malah kebayang Ben itu seperti salah satu aktor yang main di film itu, yang punya nama Nicholas D’Agosto :p

Ada satu kalimat di hal. 115 yang saya suka, tidak disangka bisa muncul dalam novel roman jaman sekarang ini:


“Kau tidak bisa membiarkan orang-orang ini–bahkan yang benar-benar asing–untuk melihatmu bersama Ben jika hubungan kalian sewaktu-waktu tidak berhasil. Kau benar-benar yakin bahwa seharusnya kau tidak boleh terlihat dalam situasi romantis dengan orang yang tidak akan menjadi suamimu.”

Tiga bintang untuk novel romantis nan konyol ini!

Detail buku:
“My Ridiculous, Romantic Obsessions”, oleh Becca Wilhite
270 halaman, diterbitkan Oktober 2011 oleh Penerbit Atria
My rating: ♥ ♥ ♥

Advertisements