Cinders – Michelle Davidson Argyle

CindersCinders by Michelle Davidson Argyle

My rating: 3 of 5 stars

Goodreads First Reads Winner!

I would like to thank Michelle D. Argyle who sent the autographed copy of her book all the way to Indonesia. 🙂

***

###

A Cinderella story… like never told before.

Cinders is an adult fantasy fiction and a debut by author Michelle Davidson Argyle.

Most of us are familiar with various kinds of Cinderella stories, which usually follows a similar pattern—a damsel in distress, evil stepmother and stepsisters, fairy godmother, Prince Charming, the castle, the ball, and finally the marriage (or the so-called happily-ever-after).

In Cinders readers would not be fed with such a thing. The story is a continuation of the Cinderella story we are used to hearing. The tag line at the upper side of the front cover emphasizes that “Happily-ever-after isn’t as long as you thought”.

What if Cinderella isn’t in love with Prince Charming?

What if her fairy godmother is in prison, waiting for death?

What if the King and Queen aren’t as kind as she expected?

I love a story with a lot of “what ifs”, it shows that the author has simply refused to follow the usual pattern, and went beyond most people’s imagination. And for Cinders, I think the author is pretty sure of what she’s doing.

Cinderella—whose real name is Christina in this story, after a few weeks of her new life as a princess, felt unhappy living inside castle walls. She wasn’t used to servants do everything for her or to be escorted everywhere. As she is required to learn and to act as true royalty, she felt the weight of the crown in her head.

She wasn’t sure of her feelings to the Prince (his name in his book is Rowland) because she’s still haunted by her first love, a mysterious stranger she sees every now and then in her dreams. She wondered if Rowland’s love for her is true or was it just the spell.

When everything felt so wrong Cinderella took a dangerous chance to see her fairy godmother in prison, and the rendezvous lead her into unveiling the mystery of her dreams.

If I could reduce Cinders to one word, then I would say “interesting”. The story wasn’t really a bomb, but once again it is interesting to see how an author would create a whole new post-marriage life of Cinderella, and twisted with magical powers, creatures, psychological conflict and fragments of the kingdom’s political situation, these things make Cinders worth to give a try. And I am genuinely looking forward to what Ms. Argyle could do in her next work.
View all my reviews

Paperback, 182 pages
Published June 23rd 2010 by CreateSpace

Advertisements

Message In A Bottle – Nicholas Sparks

Pesan dalam Botol (Message In A Bottle)Pesan dalam Botol by Nicholas Sparks

My rating: 2 of 5 stars

 

“Aku ada disini untuk mencintaimu, untuk memelukmu, untuk melindungimu.
Aku ada disini untuk belajar darimu dan untuk merasakan balasan cintamu.
Aku ada disini karena tak ada tempat lain bagiku.”

Itulah sepenggal dari isi surat dalam botol yang ditemukan Theresa Osborne saat joging pagi-pagi di pantai Cape Cod. Kata-kata yang dibacanya begitu menyentuh hati Theresa, yang hidupnya hampa sejak suaminya mengkhianatinya.

Surat itu ditulis oleh seorang lelaki, Garrett, kepada wanita cinta abadinya yang telah tiada, Catherine. Mengikuti keinginan hatinya dan atas saran sahabatnya, Deanna, Theresa pun mencari dan menemukan Garrett. Kemudian takdir pun membawa dua orang kesepian itu ke dalam sesuatu yang tak pernah mereka sangka sebelumnya…

###

Cerita Message in A Bottle sebetulnya biasa saja, dengan karakter-karakter yang tipikal untuk novel roman dan alur cerita yang tidak terlalu sulit ditebak. Saya pun sebetulnya bukan penggemar novel roman, namun karena penasaran dengan karya Nicholas Sparks dan merasa perlu untuk “menjelajah” buku dalam genre-genre yang belum pernah saya sentuh sebelumnya, akhirnya saya membaca buku ini.

Pelajaran berharga yang dapat diambil dari Message in A Bottle adalah, yang pertama, cinta saja tidak cukup, perlu ada pengorbanan dari masing-masing pihak agar hubungan tetap terpelihara. Garrett tinggal di North Carolina yang jauh dari tempat tinggal Theresa, yaitu di Boston. Garrett dan Theresa punya kehidupan mereka masing-masing; Garrett sangat mencintai laut dan profesinya sebagai instruktur selam, sementara Theresa juga punya karir yang bagus sebagai kolumnis surat kabar dan ia sudah terbiasa tinggal di kota dengan ritme yang cepat. Perlu pengorbanan dari salah satu pihak untuk pindah ke tempat pihak yang lain, bila mereka mau membawa cinta mereka ke tahap yang lebih serius.

Yang kedua, jangan hidup berpegangan pada masa lalu. Karena masa lalu adalah masa lalu. Kau tak bisa hidup pada masa kini dan memandang masa depan dengan penuh pengharapan, jika terus memandang ke masa lalu. Garrett mencintai Theresa, namun karena tak mampu mengenyahkan dan meninggalkan bayangan Catherine yang sudah tiada di belakangnya, akhirnya hubungan mereka pun kandas. Orang yang memiliki cinta sejati pasti ingin pasangannya bahagia, walaupun bersama orang lain dan bukan dirinya.

 

“Ini bukan ucapan selamat berpisah, kasihku. Ini adalah ucapan terima kasihku.
Terima kasih telah mencintaiku dan menerima cintaku.
Tapi terutama terima kasih telah menunjukkan padaku bahwa suatu saat nanti aku akan bisa merelakanmu.”

 

View all my reviews

Softcover, 409 pages
Published 1999 by Gramedia Pustaka Utama (first published 1998)
Price : IDR 37.000