Book Tag with Athaya Irfan

Haiii! Masih dalam rangka event BBI Share the Love 2017, kali ini saya dan Athaya tuker-tukeran 10 pertanyaan Book Tag, tentunya masih berkaitan tentang buku dan membaca.

Langsung aja, ini dia Book Tag Ahsyek (minjem istilah Aya) dengan Athaya Irfan:

booktagathaya

  1. Lebih suka buku standalone atau series? Alasannya?

Series, kebanyakan yang aku koleksi buku-buku berseri. Untuk aku buku berseri ceritanya lebih seru, rumit, dan berkelanjutan. Terutama buku fantasi macam A Game of Thrones, Bartimeaus, His Dark Material dan Inkheart. Nggak bisa kubayangkan Harry Potter dan A Game of Thrones gimana jadinya kalau dibikin standalone. Hehehe. Makin rumit ceritanya aku makin suka.

  1. Paling suka membaca dimana? (Ruang tamu, kasur, perpustakaan, garasi, dll?)

Paling suka baca di perpustakaan kalau bisa yang hening dan ada pendingin udaranya. Andai aku punya garasi, loteng atau basement pasti aku akan baca disana khusus kalau lagi baca buku horor dan triller. Tapi untuk baca buku romance paling nyaman di kasur, jadi kalau tiba-tiba nangis nggak ada yang lihat. Uhuk.

  1. Series terfavorit?

The Lunar Chronicles-nya Marrisa Meyer. Ada perpaduan retelling princess di dalam buku ini, seperti Cinderella, Red Riding Hood, Rapunzel dan Snow White. Ada tokoh super jahat dan kejam yaitu Ratu Levana. Totalnya ada 4 buku utama, dan beberapa novella untuk pelengkap. Tapi masih belum baca dua judul lagi yang belum kubaca; Fairest dan Stars Above menunggu diterjemahkan.

  1. Adaptasi film dari buku fantasy yang paling kamu suka?

Harry Potter series. Cast, pemilihan lokasi shoot dan semua di filmnya bagus. Bukunya jadi terasa hidup setelah diangkat jadi film. Kalau di urutan kedua dan ketiga aku suka The Hobbit dan Fallen.

  1. Buku thriller yang menurutmu harus dibaca setiap orang?

Murder on Orient Express-nya Agatha Christie.  Ketimbang Agatha aku lebih rekomen Dan Brown. Tapi bagaimanapun oma Agatha Christie dan Arthur Conan Doyle adalah perintis kisah-kisah thriller sampai akhirnya populer. Setiap orang harus baca buku Agatha minimal satu, lalu Dan Brown. Hehehe.  #MaklumPenulisFavorit

  1. Penulis favoritmu, yang dari Indonesia dan luar negeri?

Dari Indonesia, Tere Liye dan Ilana Tan. Luar negeri, Daniel Brown dan Jenny Han. Aku buatin masing-masing sepasang laki-laki dan perempuan ya. .

  1. Buku karya penulis Indonesia yang menurutmu harus diterjemahkan ke bahasa Inggris?

Gadis Penenun Mimpi-nya Gina Gabrielle, Duologi Negeri Para Bedebah-Tere Liye dan Raden Mandasia. Ketiganya punya potensi lebih diapresiasi di luar daripada di dalam negeri. Ditambah lagi masing-masing punya ide cerita yang nggak biasa. Pembaca dunia mesti baca.

  1. Tim Baca 1 Buku Sampai Habis atau Tim Baca Beberapa Buku dalam Sekali Waktu?

Aslinya aku ini pembaca setia, tim 1 Buku Sampai Habis. Sampai sekarang masih seperti itu. Tapi kadang aku menemukan buku yang ternyata nggak aku sukai lalu beralih ke buku lain. Entah itu bisa disebut Tim Baca Beberapa Buku dalam Sekali Waktu atau nggak. Tapi aku mulai meragukan kesetiaanku pada satu buku. LOL.

  1. Favorite quote

“You only get one life. It’s actually your duty to live it as fully as possible.”Me Before You. Buku ini walau alurnya lambat dan adegan yang repetitif tapi eksekusinya berhasil bikin aku terpana dan simpatik sama dua tokoh utamanya yang berakhir tragis.

  1. Book boyfriend

Thorne – The Lunar Chronicles. Thorne menurutku tipikal boyfriend yang nggak ingin terikat tanggung jawab dengan hal semacam cinta, konyol, dan ingin diagungkan sebagai kapten. Thorne muncul di tiga buku tapi paling berkesan di buku keempat. Perasaan cintanya benar-benar diuji disitu. Keren sekali! Khusus untuk Hot boyfriend aku pilih Jai di buku Tiger On My Bed.


bbi-share-the-love

Post ini sekaligus sebagai penutup rangkaian event BBI Share the Love 2017. Senang sekali saya bisa berpartisipasi dalam event ini dan mengakrabkan diri dengan sesama member BBI yang walaupun “pernah tahu” tapi sebelumnya belum pernah ngobrol. Athaya ini seru juga orangnya hehehe. Gara-gara ngobrol dengan Athaya saya jadi pengen kembali coba baca contemporary romance dan fantasy, ya siapa tahu aja ada buku-buku yang bener-bener saya suka kan? Dari beberapa buku yang muncul dalam Book Tag ini, Murder on the Orient Express otomatis masuk dalam daftar wajib-baca saya. Begitu pula dengan buku Raden Mandasia, kayaknya buku ini heboh banget dibicarain dan banyak yang ngasih review bagus. The Lunar Chronicles menarik juga deh, saya beberapa kali baca retelling dongeng dan biasanya suka. Terima kasih atas rekomendasinya, Athaya!

Oya, guest post saya di blog Athaya bisa dibaca di link berikut ini:

5 Alasan Mengapa Kamu Harus Baca Sastra Klasik

Book Tag with Melmarian

Saya juga sudah menerima kado BBI Share the Love dari Athaya, yang saya posting di bawah ini:

Terima kasih buat BBI, Athaya, dan juga semua pembaca Surgabukuku! Let’s keep sharing the love! ♥ :*

Guest Post: Novel Romance Paling Berkesan

Guest Post oleh Athaya Irfan, partner saya di event BBI Share the Love 2017.

 

 

Saat aku berkabar dengan kak Melisa untuk dibuatkan guest post, aku teringat aku sendiri belum membuat postingan tentang diriku sendiri. Hehehe. Aku sudah nggak kaget ketika tahu kak Melisa bukan kubu pembaca buku mainstream sepertiku. Aku yang suka baca buku dengan tema utama romance dan drama, sementara Melmarian lebih suka buku-buku klasik dan fiksi historis.

Dulu aku suka banget dengan cerita-cerita drama romantis, tapi sekarang mulai jadi omnireader. Nggak pilih-pilih bacaan. Malah sekarang mulai beralih ke fantasi, triller dan distopia. Fiksi historis kesukaanku pasti semua buku Dan Brown dan satu lagi buku unik berjudul  Rumah Kertas. Bahkan bacaan horor seperti Edgar Allan Poe juga kubaca. Aku mengganggap aku ini sedang dalam masa mencari jati diri. Tidak tetap. Hehehe.

Kak, buku-buku dengan tema romance itu banyak sekali. Aku jadi bingung mau menentukan mana yang paling kusuka. Karena banyak banget yang bagus . Tapi ada beberapa buku yang  akhirnya bikin aku suka dengan buku-buku drama romantis. Dan semua buku yang kusuka pasti aku juga suka dengan penulisnya.

Berikut nama buku-buku yang bikin aku jatuh hati dengan genre romance :

  1. To All The Boys I’ve Loved Before series

Aku suka dengan kisah cinta Lara Jean dan Peter Kavinsky disini, seperti air dan api, begitu juga dengan kisah cinta dua hati Lara Jean dengan beberapa cowok yang  pernah ia suka semasa sekolah dulu. Lara Jean ini tipikal gadis nerd yang suka memendam perasaan dari cowok-cowok yang pernah disukainya. Selain kisah cinta khas anak remaja, juga diselipi dengan kisah keluarga Lara Jean dan persabatan dengan tetangga sebelah rumahnya. Mungkin karena kemampuan Jenny Han merangkai beberapa tema sekaligus  yang bikin aku suka dengan series ini.

  1. Me Before You

Kalau ditanya penulis penghasil cerita kontemporer dengan latar belakang tokoh yang nggak biasa aku pasti akan menjawab Jojo Moyes. Dua buku yang sudah kubaca baru Me Before You dan The Girl You Left Behind, karena yang diterjemahkan baru itu saja. Aku suka dengan cara penulis membuat dua buku itu benar-benar beda, nggak hanya dari siapa tokohnya tapi juga settingnya beda era. Me Before You mengambil point lines singkat tentang gadis miskin dan pria kaya yang kehilangan semangat hidupnya. Sementara The Girl You Left Behind termasuk historical fiksi  tentang  wanita di zaman Perang Dunia I yang mencari tahu pesan terakhir yang ditinggalkan suaminya yang mati di medan perang. Kedua buku itu sama memukau dan pesan moralnya dapet banget.

  1. A Pirate’s Love

Satu-satunya buku Johanna Lindsey yang berhasil kubaca. Aku ingat betul buku ini kudapat di penjual buku loak dengan setengah harga. Aku yang waktu itu masih usia awal masuk SMA nggak sadar buku yang kubeli adalah buku bacaan dewasa. Dan aku merasa kotor pada diriku sendiri waktu itu. Hahaha. Kalau sekarang aku jadi suka baca buku kontemporer romance, itu pasti karne Johanna Lindsey. Ciri khas tulisan dia adalah dua tokoh yang saling bertengkar dan kemudian jadilah cinta. Sederhana itu. Tapi aku tetap memfavoritkan tulisan, berharap bisa baca bukunya Lindsey yang lain suatu hari nanti.

  1. Autumn In Paris

Buku ini bikin menyayat hati, sungguh kalau bukan karena luka, sedih dan depresi yang dialami dua tokoh utama buku ini aku nggak akan setia menunggu buku terbaru Ilana Tan. Menurutku cerita yang dibangun penulis mudah diikuti dan pilihan diksinya bagus. Ada yang bilang untuk penulis lokal, gaya tulisannya baku. Tapi pasti lama kelamaan terbiasa dan enak untuk diikuti.

  1. Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin

Kalau mau baca buku-buku yang punya bobot atau pesan moral, pasti aku akan bilang Tere Liye. Penulis lokal ini identik sama kisah-kisah yang dekat sama keseharian orang Indonesia. Kalau membuat judul pasti ada landasan filosofisnya. Daun yang Jatuh inti ceritanya juga nggak lepas dari itu.Pesan moral di buku ini benar-benar menohok hati. Bahkan dari judulnya kita akan tahu, bahwa hidup seperti daun biarkan angin membawa kemana kita akan pergi. Let it go. Let it flow.  Karena hakikat cinta itu melepaskan dan mengikhlaskan bukan memaksakan apalagi berusaha melupakan dan membencinya.

Menurutku membaca buku romance itu asyik dan nggak ada habisnya. Mereka senang bermain-main dengan perasaan dan melihat seseorang secara humanis, punya sisi kuat dan juga rapuh. Dan setiap penulis punya cara merangkai cerita yang berbeda-beda. Bisa disesuaikan sama selera kamu lho. Kalau  sudah ketemu dengan penulis favorit pasti lama kelamaan juga akan jatuh hati dan nggak ingin lepas dari genre ini.


My Thoughts:

Sebenarnya saya nggak anti banget kok sama novel romance, buktinya salah satu buku terfavorit saya, Jane Eyre, termasuk dalam genre romance juga. Tapi buku-buku yang temanya dominan romance memang cepat membuat saya bosan. Setelah membaca guest post dari Athaya, saya baru tahu kalau The Girl You Left Behind karya Jojo Moyes termasuk fiksi sejarah berlatar belakang Perang Dunia I. Wah, kalau yang begitu sih biasanya saya doyan, hehehe. Boleh lah masuk dalam rak to-read. 😉

BBI Share the Love 2017: Kenalan dengan Athaya Irfan

bbi-share-the-loveHola!

Maafkan untuk post yang agak terlambat ini. Untuk meramaikan Hari Kasih Sayang sekaligus International Book Giving Day 14 Februari kemarin, saya mengikuti event yang diadakan BBI yang bertajuk BBI Share the Love 2017.

Konsepnya menarik, karena masing-masing anggota BBI yang mengikuti event ini dipertemukan dengan “pasangan” yang nantinya akan mengisi guest post di blognya. Menariknya, dua orang ini hampir bisa dipastikan memiliki selera baca yang berbeda. Selain itu, di akhir event mereka juga saling bertukar kado buku.

“Pasangan” saya adalah Athaya Irfan, yang blognya bisa kamu kunjungi di http://theboochconsultant.blogspot.com/. Sebelumnya Aya pernah memenangi salah satu giveaway yang saya adakan setahun lalu di Instagram, namun baru sekarang melalui event BBI Share the Love ini saya bisa mengenalnya lebih dekat. Saya masih ingat kegembiraannya waktu memenangkan buku To Kill a Mockingbird, dan ternyata ketika paketnya datang dia merasa kaget dan senang karena saya kasih hadiah tambahan berupa crochet bookmark yang cantik.

Dari akun Instagram Athaya – yang sudah lama nggak diisi update terbaru, kenapa ya?

Siapa sih, seorang Athaya Irfan? Berikut ini perkenalan cewek manis berhijab (dan masih single, lho!) yang menyukai genre Fantasy, Thriller, YA, dan Contemporary Romance ini. Kebanyakan memang saya copas dari percakapan di WA, karena Aya sendiri sudah menceritakan tentang dirinya begitu rupa sehingga saya nggak perlu repot-repot menyusun ulang hasil pembicaraan, hehehe.

aya-hans

Alkisah 19 tahun yg lalu, lahir anak perempuan bernama Athaya Irfan.

Lahir dari seorang ibu yg ngidam jeruk mandarin namun tidak dibelikan oleh suaminya.

Ia tumbuh mnjadi gadis tomboi, karena pengaruh kakak2 sepupunya. Setelah beberapa waktu tinggal di Semarang, ia kembali ke Jakarta dan memiliki satu orang adik laki-laki yang lahir ditengah ajang Piala Dunia di bulan Juni.

Athaya sekarang masih kuliah semester 2. Bapaknya berharap ia ambil jurusan Akuntansi dan kerja perbankan, tapi akhirnya ia mengambil jurusan yg belajar bumi dan seisinya, yaitu Pendidikan Geografi.

Aslinya Athaya ini pendiam bgt, makanya suka nulis, dan paling suka baca buku sambil mandangin hujan.

Hobinya baca buku kalo senggang, nonton film animasi dan mengoleksi potongan komik/artikel di koran. Biasanya yang bertema seni fotografi, destinasi negara , mural, seni graphic lainnya yang abstrak, dan kadang puisi di koran mingguan.

 

Itu perkenalan yang Aya tuliskan sendiri. Nah, setelah ubek-ubek blognya, walaupun genre preference kami berbeda, saya menemukan ada beberapa kesamaan antara saya dan Athaya:

  1. Nggak suka baca buku diselingi aktivitas lain, misal makan, nonton tv, masak, push up atau angkat beban. -> Sama nih, walau nggak pernah kepikiran baca buku sambil push up atau angkat beban, hahahaha. Saya juga nggak suka baca buku sambil dengerin musik, karena buntut-buntutnya malah pengen nyanyi dan hilanglah konsentrasi membaca.
  2. Sangat suka dengan buku-buku yang menyisipkan data sejarah di dalamnya -> Sama! Saya juga demen sama historical fiction, sebenarnya ingin memperbanyak baca buku-buku sejarah juga, tapi sayangnya banyak buku sejarah yang bikin ngantuk 😛
  3. Buku klasik pertama yang dibaca adalah Secret Garden. Masih ingat banget kalau buku ini punya logo mawar mewah di bawahnya yang jadi ciri khas Gramedia untuk beberapa buku tertentu saat itu. Dan sayang sekali lini buku seperti ini sudah sulit ditemukan. -> The Secret Garden bukan buku klasik pertama yang saya baca, tapi salah satu buku klasik favorit saya. Dan betul, karena sekarang bukunya sudah langka, maka jadi semacam “harta karun” di rak yang bisa membuat iri beberapa orang, hihihi.

Oya, kamu juga bisa kepoin cuitan-cuitan Athaya di akun Twitternya: @JerukNipisAnget.

Nah, segitu dulu postingan pembuka BBI Share the Love 2017 sekaligus perkenalan teman baru saya Athaya Irfan. Nantikan postingan selanjutnya yang akan mengambil tema genre-genre buku yang paling disukai Aya: Fantasy, Thriller, YA, dan Contemporary Romance!