Guest Post: Novel Romance Paling Berkesan

Guest Post oleh Athaya Irfan, partner saya di event BBI Share the Love 2017.

 

 

Saat aku berkabar dengan kak Melisa untuk dibuatkan guest post, aku teringat aku sendiri belum membuat postingan tentang diriku sendiri. Hehehe. Aku sudah nggak kaget ketika tahu kak Melisa bukan kubu pembaca buku mainstream sepertiku. Aku yang suka baca buku dengan tema utama romance dan drama, sementara Melmarian lebih suka buku-buku klasik dan fiksi historis.

Dulu aku suka banget dengan cerita-cerita drama romantis, tapi sekarang mulai jadi omnireader. Nggak pilih-pilih bacaan. Malah sekarang mulai beralih ke fantasi, triller dan distopia. Fiksi historis kesukaanku pasti semua buku Dan Brown dan satu lagi buku unik berjudul  Rumah Kertas. Bahkan bacaan horor seperti Edgar Allan Poe juga kubaca. Aku mengganggap aku ini sedang dalam masa mencari jati diri. Tidak tetap. Hehehe.

Kak, buku-buku dengan tema romance itu banyak sekali. Aku jadi bingung mau menentukan mana yang paling kusuka. Karena banyak banget yang bagus . Tapi ada beberapa buku yang  akhirnya bikin aku suka dengan buku-buku drama romantis. Dan semua buku yang kusuka pasti aku juga suka dengan penulisnya.

Berikut nama buku-buku yang bikin aku jatuh hati dengan genre romance :

  1. To All The Boys I’ve Loved Before series

Aku suka dengan kisah cinta Lara Jean dan Peter Kavinsky disini, seperti air dan api, begitu juga dengan kisah cinta dua hati Lara Jean dengan beberapa cowok yang  pernah ia suka semasa sekolah dulu. Lara Jean ini tipikal gadis nerd yang suka memendam perasaan dari cowok-cowok yang pernah disukainya. Selain kisah cinta khas anak remaja, juga diselipi dengan kisah keluarga Lara Jean dan persabatan dengan tetangga sebelah rumahnya. Mungkin karena kemampuan Jenny Han merangkai beberapa tema sekaligus  yang bikin aku suka dengan series ini.

  1. Me Before You

Kalau ditanya penulis penghasil cerita kontemporer dengan latar belakang tokoh yang nggak biasa aku pasti akan menjawab Jojo Moyes. Dua buku yang sudah kubaca baru Me Before You dan The Girl You Left Behind, karena yang diterjemahkan baru itu saja. Aku suka dengan cara penulis membuat dua buku itu benar-benar beda, nggak hanya dari siapa tokohnya tapi juga settingnya beda era. Me Before You mengambil point lines singkat tentang gadis miskin dan pria kaya yang kehilangan semangat hidupnya. Sementara The Girl You Left Behind termasuk historical fiksi  tentang  wanita di zaman Perang Dunia I yang mencari tahu pesan terakhir yang ditinggalkan suaminya yang mati di medan perang. Kedua buku itu sama memukau dan pesan moralnya dapet banget.

  1. A Pirate’s Love

Satu-satunya buku Johanna Lindsey yang berhasil kubaca. Aku ingat betul buku ini kudapat di penjual buku loak dengan setengah harga. Aku yang waktu itu masih usia awal masuk SMA nggak sadar buku yang kubeli adalah buku bacaan dewasa. Dan aku merasa kotor pada diriku sendiri waktu itu. Hahaha. Kalau sekarang aku jadi suka baca buku kontemporer romance, itu pasti karne Johanna Lindsey. Ciri khas tulisan dia adalah dua tokoh yang saling bertengkar dan kemudian jadilah cinta. Sederhana itu. Tapi aku tetap memfavoritkan tulisan, berharap bisa baca bukunya Lindsey yang lain suatu hari nanti.

  1. Autumn In Paris

Buku ini bikin menyayat hati, sungguh kalau bukan karena luka, sedih dan depresi yang dialami dua tokoh utama buku ini aku nggak akan setia menunggu buku terbaru Ilana Tan. Menurutku cerita yang dibangun penulis mudah diikuti dan pilihan diksinya bagus. Ada yang bilang untuk penulis lokal, gaya tulisannya baku. Tapi pasti lama kelamaan terbiasa dan enak untuk diikuti.

  1. Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin

Kalau mau baca buku-buku yang punya bobot atau pesan moral, pasti aku akan bilang Tere Liye. Penulis lokal ini identik sama kisah-kisah yang dekat sama keseharian orang Indonesia. Kalau membuat judul pasti ada landasan filosofisnya. Daun yang Jatuh inti ceritanya juga nggak lepas dari itu.Pesan moral di buku ini benar-benar menohok hati. Bahkan dari judulnya kita akan tahu, bahwa hidup seperti daun biarkan angin membawa kemana kita akan pergi. Let it go. Let it flow.  Karena hakikat cinta itu melepaskan dan mengikhlaskan bukan memaksakan apalagi berusaha melupakan dan membencinya.

Menurutku membaca buku romance itu asyik dan nggak ada habisnya. Mereka senang bermain-main dengan perasaan dan melihat seseorang secara humanis, punya sisi kuat dan juga rapuh. Dan setiap penulis punya cara merangkai cerita yang berbeda-beda. Bisa disesuaikan sama selera kamu lho. Kalau  sudah ketemu dengan penulis favorit pasti lama kelamaan juga akan jatuh hati dan nggak ingin lepas dari genre ini.


My Thoughts:

Sebenarnya saya nggak anti banget kok sama novel romance, buktinya salah satu buku terfavorit saya, Jane Eyre, termasuk dalam genre romance juga. Tapi buku-buku yang temanya dominan romance memang cepat membuat saya bosan. Setelah membaca guest post dari Athaya, saya baru tahu kalau The Girl You Left Behind karya Jojo Moyes termasuk fiksi sejarah berlatar belakang Perang Dunia I. Wah, kalau yang begitu sih biasanya saya doyan, hehehe. Boleh lah masuk dalam rak to-read. 😉

Advertisements