Home » Book Reviews » 5 star review » Harry Potter and the Chamber of Secrets – J.K. Rowling

Harry Potter and the Chamber of Secrets – J.K. Rowling

HP2 cover

“Matanya sehijau acar kodok segar,

Rambutnya sehitam papan tulis.

Ingin sekali aku memilikinya,

Dia sungguh luar biasa,

Pahlawan yang mengalahkan

Pangeran Kegelapan.”

Bocah penyihir jagoan kita kembali ke Hogwarts untuk menempuh tahun keduanya. Namun sebelum ia bisa benar-benar kembali ke Hogwarts, Harry Potter harus melalui serangkaian peristiwa dan rintangan. Salah satunya kemunculan Dobby si peri-rumah yang melakukan segala cara supaya Harry tidak kembali ke Hogwarts, karena “akan ada hal-hal mengerikan yang terjadi di Hogwarts tahun ini.” Untunglah Ron, Fred, dan George datang menjemput Harry dengan mobil terbang yang disihir Mr. Weasley dan membawanya ke The Burrow. Dari sana ia membeli segala perlengkapan sekolah yang diperlukannya di Diagon Alley bersama keluarga Weasley. Jalan Harry menuju Hogwarts lagi-lagi terhalang ketika ia dan Ron tidak bisa menembus palang rintangan di Peron 9 ¾ Stasiun King’s Cross. Dengan nekat, mereka menerbangkan mobil Ford Anglia milik Mr. Weasley ke Hogwarts, terlihat oleh Muggle, nyaris remuk dihantam Dedalu Perkasa, dan akhirnya menerima detensi. Hogwarts punya guru Pertahanan terhadap Ilmu Hitam baru, Gilderoy Lockhart, penyihir pria berambut pirang tampan yang sangat narsis dan menjengkelkan sebagian besar guru dan siswa Hogwarts. Lalu, apa yang disebut Dobby sebagai “hal-hal paling mengerikan” mulai terjadi. Harry mendengar bisikan-bisikan dari suara tanpa tubuh dan kucing Filch, Mrs Norris diserang hingga Membatu. Serangan terhadap Mrs Norris dilengkapi dengan pesan: “Kamar Rahasia Telah Dibuka. Musuh Sang Pewaris, Waspadalah.” Dari situ pelan-pelan terkuak legenda tentang Kamar Rahasia yang dibangun salah satu pendiri Hogwarts, Salazar Slytherin. Konon, Slytherin menyembunyikan suatu monster untuk mengeliminasi siswa-siswa yang “tidak layak belajar di Hogwarts” menurut ukuran Slytherin. Sementara kebenaran tentang Kamar Rahasia tidak kunjung bisa dibuktikan, serangan-serangan terus terjadi. Korban-korban yang dibuat Membatu berikutnya adalah Colin Creevey, Justin Finch-Fletchley, hantu Nick si-Kepala-Nyaris-Putus, Penelope Clearwater dan Hermione. Semua siswa yang menjadi korban adalah mereka yang disebut “darah-lumpur” yaitu penyihir-penyihir kelahiran-Muggle. Harry dan Ron bertekad memecahkan misteri Kamar Rahasia dan apa yang ada di dalamnya, walaupun harus melanggar seratus peraturan sekolah, menantang bahaya, dan berhadapan dengan ketakutan mereka yang terbesar.

Ini buku kedua yang merupakan perkenalan pertama saya dengan Harry Potter. Menurut saya, jika dibandingkan dengan buku pertama, buku ini lebih sarat petualangan, penuh kejutan dan lebih mengasyikkan. Saya juga menemukan beberapa detail kecil yang terlewat, beberapa adalah referensi ke buku-buku berikutnya. (Correct me if I’m wrong ya!)

Missed Details

  1. Ketika Harry berada di Borgin & Burkes dan sedang bersembunyi dari Draco dan ayahnya, ia melihat Draco mengamati seuntai kalung opal yang bagus sekali dengan kartu yang bertulisan: Hati-hati: Jangan Sentuh—Sampai Hari Ini Sudah Minta Korban Sembilan Belas Muggle Pemiliknya. Draco di tahun keenam menyelundupkan kalung ini ke Hogwarts dan membuat Katie Bell terkena dampak kutukannya.
  2. Saat Harry berada dalam kantor Filch, ia mendengar Filch berkata pada Mrs Norris, “Lemari yang bisa menghilang itu sangat berharga!” Apakah ini lemari yang sama yang ada di buku keenam?
  3. Profesor Flitwick juara duel sewaktu masih muda. This proves that he deserves more fans! *tendang Gilderoy Lockhart sampe ke Kamar Rahasia*
  4. Di meme bulan Januari lalu dengan tema guru favorit, saya meninggalkan komen di salah satu post yang memilih Dumbledore (lupa post yang mana) bunyinya: sayang sekali ya kita nggak pernah tahu Dumbledore mengajar apa. Wow… ternyata saya salah besar. Di buku kedua ini kita tahu bahwa Dumbledore mengajar Transfigurasi. Itulah untungnya re-read… 😉
  5. Mantra Pelepas Senjata (“Expelliarmus!”)—yang kemudian jadi andalan Harry dalam bertarung melawan Voldemort atau anak buahnya—pertama kali dikenalkan lewat sosok… tidak lain dan tidak bukan adalah Profesor Snape.

Memorable Quotes

“Harry—kupikir aku baru saja mengerti! Aku harus ke perpustakaan!”

Dan dia berlari menaiki tangga.

Apa yang dia mengerti?” tanya Harry bingung, masih memandang berkeliling, mencoba menebak dari mana datangnya suara itu.

“Jauh lebih banyak daripada yang kupahami,” kata Ron geleng-geleng kepala.

“Tetapi kenapa dia harus ke perpustakaan?”

“Karena itulah yang dilakukan Hermione,” kata Ron, mengangkat bahu. “Kalau ragu-ragu, pergi ke perpustakaan.” – hal 316-317 (Don’t you just LOVE Hermione?)

“Meskipun demikian,” kata Dumbledore, berbicara sangat lambat dan jelas, sehingga tak seorang pun dari mereka tidak menangkap ucapannya, “kau akan tahu bahwa aku hanya akan benar-benar meninggalkan sekolah ini kalau sudah tidak ada lagi yang setia kepadaku di sini. Kau juga akan tahu bahwa bantuan akan selalu diberikan di Hogwarts kepada siapa pun yang memintanya.” – hal 327

“Pilihan kitalah, Harry, yang menunjukkan orang seperti apa sebenarnya kita, lebih dari kemampuan kita.” – Dumbledore, hal 414

***

Detail buku:

Harry Potter dan Kamar Rahasia (judul asli: Harry Potter and the Chamber of Secrets), oleh J.K. Rowling
Diterjemahkan ke bahasa Indonesia oleh Listiana Srisanti
432 halaman, diterbitkan November 2000 oleh Gramedia Pustaka Utama (pertama kali diterbitkan tahun 1998)
My rating: ♥ ♥ ♥ ♥ ♥

Review ini juga diikutsertakan dalam What’s in a Name Reading Challenge 2013 (buku #4)

hotter potter logo-1

Para peserta bisa memasukkan link reviewnya di Linky di bawah ini. (Click on the blue frog and then “add your link.”) Linky dibuka sampai dengan hari Senin, tanggal 4 Maret 2013 pukul 23.59 WIB.



Advertisements

8 thoughts on “Harry Potter and the Chamber of Secrets – J.K. Rowling

  1. Pingback: Hotter Potter: Wrap-Up & Winners Announcement | Surgabukuku

  2. Pingback: Wrap-Up of Reading Challenges 2013 | Surgabukuku

  3. Menurut saya buku ini bagus sekali, meskipun filmnya juga tidak kalah serunya. Tapi menurut saya di buku lebih baik, karena dengan membaca buku, bisa membuat saya ikut terbawa suasana, sedangkan filmnya, meskipun menegangkan, tapi tidak bisa sebagus apa yang saya pikirkan jika membaca buku. Dan buku harry potter ini ditulis oleh seseorang yang sebenarnya bekerja sebagai pegawai, tapi bosan dengan pekerjaannya, disela-sela pekerjaannya, dia bisa menulis buku. Penulis buku ini pun dapat memberi inspirasi bagi mana menulis buku yang baik ^^

  4. serial Harry Potter memang seru untuk disimak baik film maupun novelnya. apalagi seri “HARRY POTTER AND THE CHAMBER OF SECRETS” ini paling aku suka karena terdapat adegan2 favorit saat menemukan kamar rahasia. aku setuju dengan review ini, ada beberapa bagian dalam serial yg ini yg tidak ada detail ceritanya dan membuatku bertanya2. Kebetulan aku bbaca novel punya temen jadi baca review ini mengembalikan memoriku waktu baca novelnya

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s